Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Reputasi Merk Terkenal Ini Hancur Karena Salah Strategi Pemasaran

by Ariesta on 17 Agustus, 2016

tips anti bangkrut _ investasi - CekAja.com

Dalam ilmu marketing, isu-isu yang memancing kontroversi seperti Suku, Ras dan Agama (SARA) sensitif bagi sebagian orang, sehingga tidak pantas digunakan sebagai tagline marketing. Namun berbagai merek terkenal di dunia pernah teledor dan malah menggunakannya dalam iklan mereka.

Akibatnya reputasi sejumlah perusahaan itu menjadi buruk di mata konsumen. Padahal, reputasi sangat berharga di dunia bisnis. Meski sudah meminta maaf secara terbuka, reputasi buruk sulit dipulihkan begitu saja. Pelajaran bagi kamu yang sedang berbisnis, dan mengembangkan merek. Jangan sampai modal usaha yang sudah berkembang jadi keuntungan sia-sia begitu saja. Berikut ini perusahaan dunia yang dikecam karena salah strategi pemasaran yang kontroversial.

SPRITE #BrutallyRefreshing

Sprite

Dalam kampanye mereknya di Irlandia, Sprite pernah diprotes habis-habisan. Alasannya ada kalimat pada iklan mereka yang dianggap merendahkan wanita. Kalimat “You’re not popular, you’re easy,” (kamu tidak populer, kamu gampangan) yang mencuat dalam tagar #BrutallyRefreshing yang dikampanyekan produsen minuman bersoda ini memicu kemarahan para wanita Irlandia.

Akibat insiden ini, media-media online bahakan menjuluki Sprite sebagai #BrutallySexist. Sprite meminta maaf karena telah membuat iklan tersebut, namun reputasi mereka di Irlandia sudah kepalang rusak. (Baca juga: Penyesalan Terbesar Empat Bos Perusahaan Raksasa Dunia)

REEBOK “Cheat on your girlfriend, not on your workout”

Reebok

“Olahraga memang berat. Begitu juga dengan setia pada pacarmu. Kalau kamu harus memilih salah satu, pilihlah setia pada olahraga, bukan pada pacarmu.” Kalimat yang digunakan perusahaan sepatu Reebok dalam iklannya membuat merk besar ini mengalami masalah tahun 2012 lalu. Kalimat tersebut seakan menasihati para pria agar selingkuh dari pacar mereka.

Anak perusahaan dari Adidas ini tak ayal menerima hujan protes.  Kalimat permintaan maaf pun dikeluarkan, dan iklan tersebut ditarik dari peredaran.

DOVE “Withered or Wonderful”

DOVE

DOVE sebenarnya ingin mengampanyekan kalau semua wanita cantik bagaimanapun fisiknya. Tapi kalimat yang digunakan justru sebaliknya. Kalimat “Fat or Fab” dan “Withered or Wonderful” seperti mendiskreditkan orang gemuk dan orang berkulit hitam. Karena yang langsing dan berkulit putih tetap jadi yang paling cantik.

Selain itu dalam sebuah laman iklan DOVE di majalah, tiga orang wanita dengan kecerahan kulit yang berbeda berdiri sambil memegang “before and after” kartu pengukur warna kulit. Bagi dunia barat yang kini sedang memperjuangkan persamaan hak kulit hitam, iklan ini terasa menyinggung.

BURGER KING “Blow Your Mind”

Burger King

“Buka mulutmu dan katakan ahhh. Burger king punya suguhan spesial untukmu. Cheeseburger sepanjang tujuh inci yang menggoda untuk kamu hisap.” Iklan tersebut diluncurkan pada 2009. Iklan yang sarat muatan seksual ini tentu saja menua protes di negara Singapura yang konservatif.

Lima tahun sejak iklan terebut dirilis, model yang wajahnya ditampilkan dalam poster tersebut mengkalim bahwa Burger King tidak meminta izin jika fotonya digunakan dalamn kampanye “Blow Your Mind”. Di lain pihak, Burger King malah menyalahkan firma periklanan Singapura yang telah membuat kampanye berbau seduktif.

HYUNDAI “Usaha bunuh diri”

Hyundai

Tahun 2013, Hyundai, merk mobil buatan Korea Selatan merilis iklan kontroversial yang disiarkan di Inggris. Iklan tersebut menggambarkan seorang pria yang mencoba bunuh diri dengan masuk ke dalam mobil Hyundai IX35 dengan garasi yang tertutup. Niatnya meracuni diri sendiri dengan gas monoksida. Namun karena mobil tersebut bebas emisi berbahaya, usaha bunuh diri tersebut gagal.

Ketika protes bermunculan, Hyundai meminta maaf dan langsung menarik iklan dari YouTube. Salah satu yang menentang iklan tersebut adalah Holly Brockwell, seorang wanita yang bekerja sebagai eksekutif di bidang periklanan. “Saat melihat adegan itu, tubuhku bergetar dan aku mulai menangis,” katanya dalam surat terbuka untuk Hyundai. Wajar saja, saat kecil Brockwell kehilangan ayahnya yang bunuh diri dengan cara sama seperti yang ditampilkan Hyundai dalam iklannya.

NIVEA “#BlackLivesMatter”

Nivea

Kampanye #BlackLivesMatter NIVEA menggemparkan karena dinilai secara tersirat menyuruh orang berkulit hitam agar lebih beradab. Produk perawatan kulit dari Jerman tersebut menggambarkan seorang pria hitam berambut afro yang mengesankan seperti itulah manusia yang belum beradab. Sebelum akhirnya sang model mengaplikasikan produk Nivea dengan pelembap ajaib yang membuatnya tentu saja tampak lebih baik.

Iklan tersebut disertai kalimat provokatif “Look Like You Give a Damn. Re-civilize Yourself.” Tentu saja pihak Nivea telah meminta maaf. Menurut Nivea, iklan tersebut tidak bermaksud mendiskriditkan ras tertentu. (Baca juga: Kamu Masih Merintis Karier? Ini Pelajaran Berharga dari Atlet Indonesia di Olimpiade 2016)

FORD “Mendukung penculikan dan perkosaan wanita”

FORD

Tiga wanita seksi berada di dalam mobil Figo yang kecil. “Tentu saja ini mobil kecil. Tapi tidak terlalu kecil untuk menculik dan menyiksa wanita di dalamnya.” Iklan ini sangat menuai kecaman apalagi setelah disiarkan di India di mana tingkat penculikan dan perkosaan terhadap wanita amat tinggi.

Pihak fors mengklaim, iklannya tidak dimaksudkan untuk mendukung budaya perkosaan. Selain itu, iklan yang ditayangkan di India tersebut dipublikasikan tanpa persetujuan perusahaan pusat. Meski iklan tersebut sudah ditarik, netizen di India tidak begitu saja melupakannya.

 

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami