Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Resign Kerja? Hindari Hal-hal Ini Sebelum Tinggalkan Kantor

by Miftahul Khoer on 6 November, 2019

Beberapa orang mempertahankan pekerjaannya karena tuntutan kebutuhan. Namun, ada juga yang mempertimbangkan untuk resign kerja. Pertimbangan ini tentu bukan merupakan hal yang mudah. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, misalnya tersedianya pekerjaan pengganti.

tips kerja di kantor baru _ investasi - CekAja.com

Memang, pada umumnya, tujuan seseorang bekerja adalah memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Harapannya menjadikan hidup yang lebih baik dan sejahtera. Dengan demikian, semua orang pasti mengharapkan pekerjaan yang ideal yang memenuhi beberapa syarat seperti gaji besar, perusahaan kredibel, atasan yang baik, rekan kerja yang baik, lingkungan kerja yang nyaman, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, tidak semua orang langsung mendapatkan pekerjaan impian tersebut. Beberapa orang justru terjebak di pekerjaan yang kurang sesuai. Seperti atasan yang terkesan otoriter, rekan kerja yang membuat tidak nyaman, tekanan kerja yang besar, dan gaji yang tidak sesuai.

Nah, maka dari itu keputusan untuk resign bisa jadi jalan yang terbaik.  Ketika mengambil keputusan tersebut, mungkin kamu sudah mempertimbangkan segala konsekuensinya. Kamu juga sudah mendapatkan pekerjaan pengganti. Keputusan untuk resign pun sudah bulat. Namun, kamu harus memperhatikan beberapa hal supaya tidak meninggalkan citra negatif pada perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan sebelum resign kerja.

1. Menurunkan kinerja

Kalau permohonanmu untuk resign sudah disetujui dan kamu tinggal memiliki beberapa hari untuk menyelesaikan kewajiban di kantor, kamu tetap harus bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi seperti biasanya. Jangan hanya karena kamu sudah pasti resign kemudian kamu memanfaatkan waktu itu untuk bersantai dan bermalas-malasan. Selesaikan semua tugas dan tanggung jawabmu dengan baik.

(Baca juga: Selain di Momen Lebaran, Ini Waktu yang Tepat untuk Resign Kerja)

2. Membual tentang pekerjaan baru

Kamu mungkin sangat bersemangat dengan pekerjaan baru yang akan kamu lakukan setelah resign. Kamu mungkin sangat senang dengan berbagai keuntungan yang bisa kamu dapatkan seperti gaji lebih besar, fasilitas kantor lebih baik, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Namun, sebaiknya kamu tidak perlu membicarakan hal ini di kantor. Tidak ada untungnya bagi siapapun. Kalau kamu terlalu banyak membual tentang hal ini, tidak menutup kemungkinan malah akan membuat rekan kerjamu merasa sebal dan mengganggu pekerjaan.

3. Menjelek-jelekkan perusahaan

Tidak apa-apa kalau kamu mau menyampaikan kritik dan saran demi kemajuan perusahaan. Namun, lakukanlah dengan cara yang santun. Ada perbedaan antara menyampaikan kritik dengan menjelek-jelekkan. Apalagi kamu melakukan ini kepada perusahaan baru yang kamu incar. Sikap semacam ini akan dianggap tidak profesional dan mungkin malah akan menghambatmu dari mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan.

Mungkin ada beberapa hal yang membuat kamu tidak merasa nyaman bekerja di perusahaan itu, tapi walau bagaimanapun, kamu sudah bekerja dan mendapatkan berbagai keuntungan dari sana.

4. Meninggalkan kesan buruk

Dalam dunia profesional, reputasi adalah salah satu modal utama untuk memuluskan jalanmu meraih impian. Baik itu pekerjaan baru, jenjang karir yang lebih baik, atau hal lain. Kamu tidak akan mendapatkannya kalau kamu memiliki reputasi buruk.

Di bidang ini, reputasi tersebar dengan cepat, baik itu baik atau buruk. Kalau kamu memiliki reputasi baik, perusahaan baru tidak akan segan-segan merekrutmu menjadi karyawan. Akan tetapi kalau kamu memiliki reputasi buruk, akan sulit buatmu menemukan pekerjaan. Oleh karena itu, sebelum resign, kamu harus menjaga attitude dan profesionalisme agar reputasimu terjaga.

5. Pergi tanpa pamit

Sebelum resign, pastikan kamu berpamitan kepada semua orang secara baik-baik. Mulai dari atasan terdekatmu. Bahkan sebelum mengajukan resign ke pihak HRD pun, sebaiknya kamu bicarakan dulu hal ini dengan atasanmu. Hal ini adalah bukti kalau kamu masih menghargainya secara profesional. Jangan lupa juga berpamitan kepada rekan-rekan kerjamu.

Jangan sampai kamu resign diam-diam tanpa berpamitan kepada orang-orang yang biasa bekerja bersamamu. Kalau kamu resign diam-diam, tentu akan menimbulkan pertanyaan.

6. Tidak mengembalikan inventaris kantor

Selama bekerja, kamu mungkin mendapatkan berbagai fasilitas yang bisa digunakan. Ketika kamu resign kerja, kamu tidak berhak menggunakan barang-barang itu lagi. Inventaris semacam ini sifatnya dipinjamkan dan bisa kamu manfaatkan selama kamu berstatus karyawan. Jadi ketika resign, kamu wajib mengembalikannya. Membawa serta alat kantor mungkin tidak memberikan banyak keuntungan bagimu, namun justru bisa menimbulkan kesan negatif. Kembalikanlah semua alat kantor yang dipinjamkan kepadamu dalam kondisi baik.

Keputusan untuk resign mungkin adalah pilihan yang tepat untuk diambil bagi karir dan masa depanmu. Namun, bukan berarti kamu bisa melakukan hal ini semaunya. Ada batasan hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan yang sebaiknya tidak dilakukan sebelum resign. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang sedang mempertimbangkan keputusan untuk resign, ya!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.