Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Resmi ‘Gantung Raket’, Ini Sederet Rencana Liliyana Natsir Ke Depannya

by Sindhi Aderianti on 30 Januari, 2019

Pebulutangkis Liliyana Natsir resmi pensiun sebagai atlet profesional usai melakoni partai final Indonesia Masters 2019. Ia memutuskan pensiun setelah 24 tahun mengharumkan nama Tanah Air di mata dunia.

Prestasinya pada sektor ganda campuran berasma Tontowi Ahmad, sudah tidak diragukan lagi. Wanita yang akrab disapa Butet ini sudah banyak meraih gelar juara, baik di panggung kompetisi nasional ataupun internasional.

Sebagai atlet, tentu bukan hal mudah untuk menorehkan sejuta prestasi. Ada pengorbanan yang luar biasa di balik itu semua.

Butet mengawali karier Bulutangkisnya di usia sembilan tahun. Kala itu dia bergabung dengan klub PB Pisok di Manado, kota kelahirannya.

Kemudian pada usia 12 tahun, Butet merantau ke Jakarta dan bergabung dengan PB Tangkas. Ia mulai masuk ke pelatnas PBSI di Cipayung pada 2002 dan kariernya yang gilang gemilang pun dimulai.

(Baca juga: Fakta-fakta Bambang Hartono, Atlet Tertua dan Orang Terkaya Indonesia)

Prestasi Membanggakan Butet

Liliyana Natsir telah menjadi juara dunia sejak usianya menginjak 20 tahun. Dari awal berpasangan dengan Nova Widianto, termasuk saat harus ‘bolak-balik’ bermain di sektor ganda putri bersama Vita Marissa, hingga berakhir dengan Tontowi Ahmad semua menelurkan prestasi.

Berikut ini gelar juara selengkapnya yang pernah ia raih:

  • Olimpiade: 1(2016)
  • Kejuaraan Dunia: 4 (2005, 2007, 2013, 2017)
  • Piala Dunia Bulu Tangkis: 1 (2006)
  • Kejuaraan Asia: 2 (2006, 2015)
  • SEA Games: 4 (2005, 2007, 2009, 2011)
  • BWF Super Series: 24 Malaysia Open (2009, 2016), All England (2012, 2013, 2014), India Open (2011, 2012, 2013), Indonesia Open (2008, 2017), Singapore Open (2008, 2010, 2013, 2014), French Open (2009, 2014, 2017), China Masters (2007), China Open (2007, 2013, 2016), Hongkong Open (2007, 2016)
  • BWF Grand Prix/ Grand Prix Gold: 10 Filipina Open (2007), Malaysia Masters (2010, 2011), Macau Open (2010, 2011, 2012), Indonesia Masters (2010, 2012,2015), Swiss Open (2012)
  • Turnamen lain: 5 Singapura Open (2004, 2006), Indonesia Open (2005), Korea Open (2006), Chinese Taipei Open (2006)

Bila dijumlahkan, setidaknya ada 51 gelar juara bergengsi yang sudah dikantongi oleh Butet. Ini pula yang membuat Presiden Joko Widodo merasa akan sangat kehilangan sosok pebulutangkis handal seperti Liliyana Natsir.

(Baca juga: Berbagai Keuntungan Finansial Jadi Atlet, Apa Saja?)

3 Bisnis Moncer Sang Legenda

Keputusannya ‘gantung raket’, tidak begitu saja dilakukan tanpa pertimbangan berarti. Selain ingin melihat juara bulutangkis baru, Ia juga berencana mengembangkan bisnis yang sudah mulai digelutinya beberapa tahun belakangan.

Keinginan ini pun mendapat dukungan penuh dari keluarga butet. Bisnis tersebut di antaranya adalah pijat refleksi dan properti.

Untuk bisnis refleksi, Butet sudah merintisnya sejak 2016 di Gading Serpong, Tangerang, dengan label Nine Family Reflexology. Sebagai atlet yang dulu sering dipijat, menurutnya banyak sekali manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dengan treatment ini.

Adapun selanjutnya, ia akan membuka cabang baru di Mal Green Pramuka Square. Sementara untuk bisnis properti, Butet diketahui telah membangun cluster perumahan seharga berkisar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta.

Ada dua kompleks kecil yang sedari 5 tahun lalu dibangunnya. Masing-masing koplek memiliki 14 sampai 15 rumah dengan ukuran tipe 48 untuk tanah 80 meter persegi.

Alasannya memilih bisnis properti tak lain karena prospek ke depannya yang amat menjanjikan. Cluster perumahan yang berlokasi di Bekasi tersebut pun kini sudah laku terjual.

Tak hanya itu, ia juga rencananya akan membuka gerai money changer. Masih belum terealisasi, tapi kemungkinan besar di tahun ini juga.

Menjadi PNS di Kementerian Pemuda dan Olahraga

Kesuksesan Liliyana Natsir di dunia olahraga memang berhasil mencetak rupiah yang tidak sedikit. Namun ternyata tidak hanya uang yang didapatkan atlet muda kelahiran 1985 itu, Butet juga sukses menjejakkan kakinya di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai abdi negara.

Melalui seleksi penerimaan PNS, ia berhasil lolos dengan hasil yang sangat memuaskan. Setelah proses administrasi rampung, Butet akan langsung diangkat menjadi PNS.

Posisinya bukan sembarangan, yakni di bidang tenaga fungsional kepelatihan dan atlet yang berada di bawah Kemenpora. Terkait berita lolosnya Butet menjadi PNS, memang tidak ada yang menyangka.

Maklum selama ini hampir seluruh waktu Butet dihabiskan di lapangan. Namun ternyata untuk atlet sekelas Liliyana Natsir, indikator lolos atau tidaknya seleksi PNS, bukan diukur dari segi administrasi saja.

Gelar juara Olimpiade yang diraih Butet, rupanya turut menjadi penilaian dengan porsi lebih besar dari sekedar tes tertulis. Sebab prestasi tersebut merupakan bentuk pengabdian di ASN.

(Baca juga: Atlet Juga Bisa Sukses Berbisnis, Ini Buktinya!)

Tidak Mau Jadi Pelatih Bulutangkis

Mengenai peluang menjadi pelatih bulu tangkis, butet masih ragu untuk menerimanya bilamana ada tawaran. Menurut wanita berambut cepak ini, tidak mudah bagi atlet pensiunan untuk menjadi seorang pelatih.

Sebab, atlet dan pelatih mempunyai peran yang amat berbeda. Kalau pemain hanya memikirkan diri sendiri, pelatih harus bisa lebih strategis demi mengangkat performa anak asuhannya.

Seperti itulah rencana-rencana yang akan ditempuh seorang Liliyana Natsir usai ‘gantung raket’. Berkat prestasinya di bidang olahraga selama ini, Butet tak perlu lagi pusing memikirkan masa depannya.

Cerdasnya lagi, ia pandai mengelola miliaran uang yang didapat menjadi bisnis menjanjikan. Patut dicontoh!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami