Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Resolusi Keuangan 2015: Menjadi Miliuner Saat Pensiun

by JTO on 23 Desember, 2014

Apa yang menjadi pembeda antara hidup dengan penuh kemakmuran dengan hidup yang terus mengalami stres secara finansial? Jawabannya adalah disiplin finansial. Dengan hal itu, Anda bisa menjadi miliuner di saat pensiun. Menikmati hari tua dengan bahagia, bisa travelling dengan kapal pesiar keliling dunia.

Harus diakui, memonitor pengeluaran secara rutin adalah salah satu kebiasaan yang dapat membuat masa depan keuangan menjadi lebih sejahtera. Contohnya, coba Anda hitung rata-rata pendapatan yang dihasilkan selama hidup ditambah berapa lama Anda bekerja. Hasilnya sudah pasti uang berjumlah ratusan juta atau miliaran rupiah. “Namun mengapa hanya sedikit dari mereka yang menjadi miliuner,” ujar Nancy Butler, seorang Perencana Keuangan.

“Perbedaannya adalah tentang bagaimana mereka mengelola uang yang telah mereka dapatkan,” tambah Nancy. Jadi apa saja perubahan yang bisa membuat Anda lebih sejahtera di masa depan? Berikut adalah 8 langkah yang bisa dilakukan:

1. Tabung, Baru Belanja

Setelah dipotong pajak dan tagihan-tagihan bulanan, langkah untuk menyisihkan pendapatan atau gaji untuk persiapan pensiun memang disadari menjadi begitu berat. Namun demi membangun kekayaan, mindset inilah yang harus benar-benar diubah. Kebanyakan orang membelanjakan uangnya, membayar tagihan baru, kemudian menabung sisanya.

(Padahal) Itu terbalik. Anda harus menabung untuk tujuan keuangan terlebih dahulu, membayar tagihan, kemudian membelanjakan sisanya.” Masalahnya, entah kenapa semakin besar pemasukan Anda, maka semakin besar pula pengeluaran. (Baca jugaResolusi Keuangan 2015: Persiapkan Kekayaan Sejak Usia 20-an)

Ingat, bukan maksudnya disini Anda diminta untuk menginvestasikan seluruh uang dan hanya makan nasi putih setiap hari. Hanya meminta komitmen Anda untuk menyisihkan 10 – 20% pendapat, tidak meremehkan hal-hal yang terlihat kecil di awal. (Karena) ketika momentum mulai terbentuk dan mulai terlihat hasilnya, maka Anda akan lebih bersemangat dan terbiasa.

2. Tentukan Tujuan Finansial

Seperti seorang atlet yang berlatih terus menerus untuk mencapai tujuannya, menentukan tujuan keuangan juga akan membantu Anda untuk merasa terus termotivasi dan mempermudah mencapainya.

Untuk memulai, buatlah perencanaan 5 tahunan. Pikirkan apa yang akan Anda capai dalam 5 tahun. Contohnya, bagaimana mengumpulkan dana darurat sebesar 6 kali lipat gaji bulanan, atau untuk sesuatu yang besar. Misalnya rencana untuk menikah atau kumpulkan uang muka untuk kredit pemilikan rumah (KPR).

3. Gunakan Metode Sendiri 

Anda juga dapat membuat peraturan harian yang sederhana dan mudah diingat setiap hari. Misalkan, tidak boleh membeli tas lebih dari Rp 300 ribu atau tidak boleh makan diluar lebih dari Rp 100 ribu. Jika dipraktikkan tiap hari, hal-hal akan menjadi kebiasaan bagus untuk kesehatan keuangan jangka panjang.

Jika masih terasa terlalu rumit, Anda bisa membuatnya lebih mudah, misalnya makan diluar hanya 1 atau 2 kali seminggu. (Baca juga: 4 Cara Sisihkan Gaji untuk Ditabung)

4. Seperti Orang Kaya Raya yang Tidak Glamor

Bagi sebagian orang, pandangan yang melekat pada seorang miliuner adalah rumah megah dan mobil mewah. Namun kebanyakan miliuner justru tidak hidup dengan cara seperti itu. Karena kebanyakan dari mereka justru hidup dengan sangat sederhana, lebih banyak menabung daripada berbelanja.

Dengan kata lain, mereka tidak menghambur-hamburkan uang. Bahkan menurut survei yang dilakukan oleh Dr. Thomas Stanley, penulis buku “The Millionaire Next Door: The Surprising Secrets of America’s Wealthy” – yang telah melakukan wawancara terhadap para miliuner lebih dari 2 dekade, terungkap pencapaian mereka sebagai miliuner adalah hasil dari kerja keras, kebiasaan menabung, dan hidup sesuai kemampuan finansial.

5. Persiapkan Dana Pensiun, Sekarang!

Jika Anda berada di kisaran umur 20 sampai 30-an, persiapan pensiun terlihat terlalu jauh, dan proses menabung untuk tujuan tersebut tidak terlihat terlalu penting saat ini. Sayangnya, semakin lama ditunda maka semakin besar kebutuhan dana pensiun yang harus disisihkan. Sebaliknya, semakin cepat memulai, semakin besar kemungkinan uang Anda untuk bertumbuh.

Misalkan, bila saat ini usia Anda 30 tahun dan menyisihkan Rp 500 ribu per bulan dengan tingkat imbal hasil rata-rata 7%, maka uang tersebut akan menjadi Rp 56 juta dalam 30 tahun. Jika ingin meraih hasil yang sama ketika Anda usia 40 tahun, maka jumlah yang harus disisihkan adalah Rp 1.100.000 per bulan.

6. Ketahui Jumlah Pemasukan dan Pengeluaran Harian

Kebanyakan dari kita mungkin sudah menyadari pentingnya menyisihkan sejumlah uang untuk menabung. Namun bila tidak mengetahui berapa saja yang masuk dan keluar dari rekening, kemungkinan besar kita juga tidak akan tahu berapa banyak yang dapat disisihkan setiap bulannya. Sayangnya, mayoritas orang merasa malas untuk mencatat hal tersebut setiap hari.

Anda bisa mencatat pengeluaran harian dengan aplikasi online yang dapat membantu Anda membuat budget, perencanaan dan menyisihkan pendapatan. Sebab, jika Anda tidak tahu berapa banyak yang telah dihabiskan untuk makan di restoran, bagaimana cara Anda agar bisa mengubahnya? Jadilah manajer keuangan untuk rumah tangga Anda sendiri.”

7. Lepaskan Diri dari Utang

Semua orang pasti pernah memiliki sejumlah utang dalam hidupnya. Namun bila sifat utang tersebut bukanlah utang produktif seperti dana pendidikan atau KPR – namun kartu kredit dimana cicilan dan bunga bulanannya sangat tinggi – maka tugas untuk melunasi menjadi prioritas nomor satu. Utang menghambat Anda mencapai tujuan-tujuan finansial yang lebih jauh dan produktif.

Setelah Anda berhasil terlepas dari lilitan utang, buatlah perjanjian dengan diri sendiri, atau istri, bila kartu kredit hanya boleh digunakan pada saat darurat saja. Mobil Anda rusak dan harus segera diperbaiki – adalah darurat. Ada barang sedang diskon, dan Anda membutuhkannya 6 bulan kemudian – itu bukan darurat.

8. Tingkatkan Pendapatan

Ada dua cara untuk meningkat aset Anda, yaitu kurangi pengeluaran atau tingkatkan penghasilan. Kurangi pengeluaran hanyalah sebagian rencana – Anda harus memiliki penghasilan tambahan, dan kemudian sisihkan serta investasikan sisanya.

Namun menambah penghasilan belum tentu akan menambah jumlah aset jika kebiasaan finansial Anda masih belum benar. Namun bila Anda bisa menambah penghasilan dan memiliki komitmen untuk menyisihkan sisanya, ada beberapa cara untuk mendapatkan tambahan pemasukan tersebut. (Baca jugaSiapkan Bisnis, Agar Tidak Tergantung Gaji)

Salah satunya; diversifikasikan pemasukan dengan bekerja secara paruh waktu, dan kerjakan sesuatu yang kamu cintai. Bagi mereka yang tidak dapat memangkas pengeluaran mereka, ide pekerjaan paruh waktu itu cuku menarik. Jadi, ke negara mana saja kita akan singgah saat berwisata keliling dunia ketika pensiun nanti?

 Ajukan produk kredit produktif 2015 yang Anda butuhkan di sini.

KONTRIBUTOR IBNU - CekAja.com

 

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami