Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Resolusi Keuangan Ini Wajib Diterapkan Tahun Depan

by Sindhi Aderianti on 26 Desember, 2018

Tahun 2018 dalam hitungan hari akan usai. Apakah Anda sudah mulai menyusun resolusi untuk tahun 2019? Resolusi sejatinya dibutuhkan untuk menaikkan kualitas hidup setiap manusia

resolusi tahun baru - CekAja.com

Resolusi, beragam maknanya. Ketika digunakan dalam konteks diri pribadi, kata resolusi merujuk pada ketetapan diri untuk berubah.

Perubahan tersebut bisa dari berbagai aspek, intinya semua dibuat demi kemajuan yang lebih baik lagi ke depan. Salah satu resolusi yang perlu ikut diwujudkan adalah soal keuangan.

Tak dapat dipungkiri, masalah keuangan yang sering dialami adalah susahnya menerapkan kebiasaan menabung. Memang tidak semua orang dapat menabung dengan baik lagi rutin.

Seringkali ketika menerima gaji, malah lebih tergoda untuk membelanjakannya. Padahal menabung sangat penting agar keuangan di masa depan dapat terjamin dengan baik.

Di sinilah kegunaan membuat resolusi keuangan. Sebab keuangan selalu erat kaitannya dengan kesejahteraan hidup.

Maka harus dipikirkan baik-baik, jangan sampai ‘kecolongan’ lagi. Tentu Anda ingin ‘merdeka’ secara finansial, bukan? Dalam menyusun resolusi keuangan untuk tahun mendatang, tak perlu bingung. Intip tips menentukan resolusi keuangan 2019 berikut.

(Baca juga: Resolusi Sederhana yang Bikin Optimis di Tahun Baru)
  1. Buat anggaran dan patuhi

Resolusi keuangan pertama, cobalah buat anggaran rutin dan patuhi baik-baik. Bagi penghasilan ke beberapa pos keuangan.

Salah satu metode yang bisa Anda coba adalah pengaturan anggaran 50/30/20. Pada cara ini, pengeluaran akan dibagi ke dalam tiga pos utama, yaitu 50 persen untuk kebutuhan pokok,

20 persen untuk tabungan, dan 30 persen untuk kebutuhan hiburan atau lainnya. Anda pun dapat menyesuaikan porsi tiap pos dengan kebutuhan dan kemampuan.

Lalu soal keinginan yang bersifat sekunder atau jauh dari kata ‘urgent’, tunda dulu untuk sementara. Misalnya pakaian, Anda bisa memilih jalan lain yang paling ekonomis untuk mendapatkannya seperti membeli secara online melalui supplier langsung dari China.

Harganya akan jauh lebih murah, meskipun setibanya di tangan agak lama.

 (Baca juga: 5 Alasan Ilmiah Kenapa Resolusi Tahun Baru Sering Gagal)
  1. Catat semua pengeluaran dan pemasukan

Kebiasaan baik selanjutnya yang perlu direalisasikan tahun depan adalah mencatat semua pengeluaran dan pemasukan tiap bulan. Sekecil apapun itu bahkan perlu tetap masuk ke dalam pembukuan Anda setiap bulannya.

Karena justru pengeluaran yang tidak terasa itulah salah satu penyebab keuangan tiba-tiba menipis. Sekilas yang tampak mungkin hanya membeli cemilan di minimarket, tapi kalau Anda melakukannya hampir setiap hari, ratusan ribu rupiah yang keluar.

Begitupun sebaliknya dengan pemasukan. Nah jika terus konsisten mencatat kedua hal ini, Anda jadi tahu apa saja kebiasaan yang harus diperbaiki ketika memakai uang tadi. Di bulan selanjutnya, Anda tinggal menekan pengeluaran di hal-hal yang paling dirasa boros tadi saja.

(Baca juga: Catat! Ini 5 Resolusi Tahun Baru Khusus Ibu Rumah Tangga)
  1. Minimalisir penggunaan kartu kredit

Tawaran diskon yang diberikan Bank untuk pemakaian kartu kredit memang kerap menggoda iman. Belum lagi mudahnya membeli segala sesuatu tanpa harus membayar di muka, tentu memberi kenikmatan tersendiri untuk terus menggunakan kartu kredit.

Pada kenyataannya kalau dipikir-pikir, terlalu sering menggunakan kartu kredit hanya akan menambah utang seseorang. Memang tidak dibayar langsung, tapi tagihan bisa membengkak begitu masuk ke bulan berikutnya.

Anda jadi tidak bisa menimati gaji dengan utuh karena harus membayar semua tagihan tersebut.

 (Baca juga: Tahun Baru: Ini Beda Resolusi Karyawan dan Pengusaha)
  1. Bayar tagihan tepat waktu

Jikalau Anda masih memiliki cicilan entah itu rumah, kendaraan, atau barang elektronik, tak perlu khawatir. Semua tetap bisa terbayarkan hingga lunas, namun dengan satu catatan.

Ya, usahakan untuk tidak menunggak. Bayar tagihan sesuai waktu yang ditetapkan, jangan sampai melewati jatuh tempo.

Masa bodoh dengan tagihan tertunggak tentunya tidak akan menyelesaikan masalah. Justru hanya menambah beban Anda karena ada sejumlah bunga yang harus dikenakan.

Di samping itu, nama baik Anda sebagai debitur menjadi ‘taruhannya’. Itulah mengapa membayar tagihan tepat waktu amatlah penting.

 (Baca juga: Sepele, Tapi Bikin Bangkrut dan Gagalnya Resolusi Keuangan)
  1. Cari penghasilan tambahan

Sadar atau tidak, kebutuhan apapun kini serba mahal. Apalagi kalau Anda sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Mungkin penghasilan dari Anda atau pasangan saja masih dirasa kurang? Berinvestasi jawabannya. Investasi, terutama yang jangka panjang itu penting untuk dicoba.

Jenis investasinya pun tak perlu terlalu besar. Sekarang, banyak kok investasi yang nilainya tidak terlalu besar, namun sangat bermanfaat dalam waktu jangka panjang, contohnya saja emas.

Selain melalui investasi, Anda juga bisa memilih penghasilan tambahan lain dengan membuka online shop. Terutama bagi ibu rumah tangga, usaha kecil-kecilan ini tidak akan menguras waktu Anda dan anak sema sekali, karena segala kegiatannya bisa dilakukan hanya di rumah saja.

Nah dengan cara ini, percayalah keuangan Anda ke depannya akan lebih stabil.

(Baca juga: 20 Tempat Wisata Keren yang Wajib Jadi Resolusi Liburanmu)
  1. Negosiasi gaji

Pernahkan menghitung berapa total penghasilan yang Anda peroleh selama setahun terakhir? Berapapun nilainya, mensyukuri sudah pasti. Namun, tidak ada salahnya juga untuk mengevaluasi target penghasilan tahun depan.

Dalam perspektif ekonomi, penghasilan memang perlu ada kenaikan, mengingat faktor inflasi yang bisa saja sewaktu-waktu meningkat. Di Indonesia, selama 10 tahun terakhir, laju inflasi bergerak rata-rata 6% per tahun.

Bahkan, laju inflasi pernah melesat sampai melampaui 10%. Bila nilai pendapatan yang Anda dapatkan tidak turut naik,  penghasilan yang Anda terima akan berisiko tergerus oleh inflasi.

Itulah resolusi keuangan yang bisa Anda turut praktikan di tahun yang baru nanti. Satu hal lagi, pakar keuangan selalu mengatakan untuk menjaga hutang agar tidak lebih dari 30%. Mengapa?

Alasannya ternyata sangat relevan dengan sehat atau tidaknya keuangan Anda. Jika persentase utang yang dibebani sebesar itu, bisa-bisa Anda harus menyisihkan hampir semua penghasilan hanyak untuk kepentingan membayar tagihan saja setiap bulannya.

Berhemat mungkin berat di awal, tapi manfaatnya kelak akan Anda terasa begitu nyata di kemudian hari. Tidak ada kata ‘bokek’, karena semua sudah diatur sebaik mungkin. Selamat berjuang demi merdeka secara finansial!

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami