Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Ria Irawan Kembali Dirawat, Yuk Mengenal Penyakit Kanker Lebih Jauh!

by Sindhi Aderianti on 11 September, 2019

Sempat pulih dari kanker yang dulu diderita, Ria Irawan kini harus merasakan lagi ganasnya penyakit mematikan tersebut. Menurut kabar terbaru, sel kankernya bermetastase alias menyebar ke paru-paru dan otak.

Ria Irawan

Pada Maret 2019, aktris gaek ini sempat dinyatakan ‘sembuh’ dari kanker kelenjar getah bening setelah melakukan berbagai macam pengobatan. Namun Dia harus menerima kenyataan ketika penyakit kanker yang diidapnya ternyata kembali kambuh. 

Secara keilmuan, ada banyak sekali penyebab timbulnya aktifnya kembali sel kanker. Terlebih untuk kanker getah bening, kemungkinan untuk relaps-nya mencapai 70%. 

Kanker Bisa Timbul Lagi Karena Ini

Dalam beberapa kasus, sebagian orang yang telah dinyatakan bersih dari kanker bisa saja akan terjangkit kembali. Fenomena ini bukan hanya dialami oleh Ria Irawan, namun sebagian besar penderta kanker, khususnya kelenjar getah bening seperti yang juga dirasakan Almarhum Ustadz Arifin Ilham.

Sel kanker memang tidak dapat hilang begitu saja. Ketika seseorang sudah menjalani serangkaian terapi pengobatan, sel kanker pada dasarnya hanya akan ‘bersembunyi’ sampai pada titik tertentu.

Jika ada pemicunya, sel kanker yang sementara berhiatus itu bisa timbul lagi. Biasanya karena pola hidup, faktor lingkungan, atau usia.

Namun jika kanker kembali muncul setelah operasi dilakukan, kemungkinan pemicunya ada dua, yakni masih ada sel kanker tertinggal selama operasi atau beberapa sel kanker terpisah dari sel awal terbentuk, yang akhirnya menyebar pada bagian tubuh lain.

(Baca juga: Mengenal Bajakah, Obat Kanker yang Ditemukan Tiga Siswi Palangkaraya)
Seperti Apa Kanker Kelenjar Getah Bening?

Berdasarkan data American Cancer Society, kanker kelenjar getah bening dapat muncul dengan dua cara, yaitu bisa berada langsung di kelenjar getah bening atau menyebar dari organ tubuh lain lalu menyasar ke kelenjar getah bening.

Kanker kelenjar getah bening mempunyai dua jenis utama, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Perbedaan keduanya terletak pada jenis sel limfosit yang diserang oleh kanker dan dapat diketahui melalui pemeriksaan di bawah mikroskop.

Seperti kanker pada umumnya, tingkat risiko penyakit ini ditunjukkan lewat stadium. Mengetahui stadium penyakit kelenjar getah bening tentu akan membantumu mendapatkan pengobatan dan perawatan yang tepat. Berikut penjelasan stadium kanker kelenjar getah bening dari 1 sampai 4:

  • Stadium 1

Ketika masih di stadium 1, sel kanker baru ditemukan pada satu organ limfoid atau kelenjar getah bening. Diikuti munculnya pembengkakan di bagian luar organ tersebut.

Pada stadium ini, tidak banyak penderita yang menyadari kalau dirinya sudah mengidap kanker kelenjar getah bening, karena gejalanya belum terlihat.

  • Stadium 2

Memasuki stadium kedua, sel kanker biasanya sudah menyerang lebih dari satu kelenjar getah bening seperti bagian atas atau bawah diafragma. Sel kanker juga muncul di organ yang paling dekat dari kelenjar getah bening, sehingga dapat memengaruhi kelenjar getah bening lain sekitar diafragma.

  • Stadium 3

Pada stadium 3, kanker kelenjar getah bening sudah menyerang organ lain yang ada di sekitarnya, seperti limpa. Kondisi ini diperparah dengan penyabaran sel kanker mulai dari lokasi kemunculan pertama ke semua kelenjar di sekitar diafragma.

  • Stadium 4

Di stadium terparah ini, sel kanker sudah menyebar ke organ lain yang tidak termasuk kelenjar getah bening. Beberapa organ tersebut terdiri dari limpa, hati, paru-paru, tulang, tulang sumsum, dan kulit.

Ria Irawan dan kenker yang dideritanya sendiri, saat ini sudah memasuki stadium 4.

(Baca juga: Khasiat Saffron: Cegah Kanker Hingga Redakan Depresi, Kuy Kepoin!)
Saat Kanker Menyebar ke Otak dan Paru-Paru

Bukan hanya timbul lagi, namun kanker yang dialami Ria Irawan sudah menyebar ke area otak dan paru-paru. Dalam pandangan medis, wanita kelahiran 24 Juli 1969 ini mengalami metastase.

Metastase adalah kondisi dimana kanker menyebar dari tempat asalnya ke organ yang berdekatan terlebih dahulu.

Mengapa kanker bisa menyebar? Ini karena sel kanker tidak mampu merespons sinyal tubuh untuk mematikan diri. Maka itu, ia selalu tumbuh bahkan menggandakan diri.

Dikutip dari Healthline, sel kanker yang masih berada dalam jaringan tempat ia tumbuh disebut karsinoma insitu. Tapi begitu keluar dari membran jaringan, ia disebut kanker invasive yang artinya berpotensi menyebar luas.

Sel kanker ini bisa menyebar melalui berbagai jalur, mulai dari jaringan tubuh, sistem limfatik, atau aliran darah.

Dalam unggahan video di Instagram, Ria menjelaskan bahwa tumor di dalam kepala itu membuat saraf bicaranya tertekan hingga membuat ia kesulitan  dan harus belajar berbicara dengan baik.

Sedangkan pasien yang mengalami penyakit serupa, justru harus menahan rasa sakit tak karuan setiap harinya.

(Baca juga: Ustaz Arifin Ilham Meninggal: Ini Ciri dan Gejala Kanker Nasofaring)
Waspada Jika Ada Benjolan di Area Tubuh Ini

Gejala awal yang bisa dideteksi sendiri oleh penderitanya adalah munculnya benjolan di bawah kulit. Biasanya benjolan tersebut muncul di daerah leher, ketiak, atau pangkal paha.

Untuk bentuknya sendiri tidak terlalu besar, kira-kira sekitar 1 cm. Pun tidak menimbulkan rasa nyeri dan mudah digerakkan.

Selain pembengkakan tadi, gejala lain yang umumnya timbul bisa juga ditandai dengan demam yang tidak terlalu tinggi dan berkepanjangan. Selain itu mudah lelah, banyak berkeringat khususnya pada malam hari, kehilangan nafsu makan, dan menurunan berat badan secara drastis.

Itulah sekilas fakta mengenai penyakit yang diderita oleh Ria Irawan. Hingga saat ini, Ria tengah dirawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Menurut pihak keluarga, rencananya akan ada sejumlah tindakan medis untuk melemahkan sel kanker yang sudah menyebar ke otak hingga paru-paru tersebut. Kita doakan semoga cepat pulih lagi ya!

Jangan juga lupa untuk lindungi kamu dan keluarga dengan asuransi. Pilih dan beli produk asuransi yang cocok untukmu di CekAja.com

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.