Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

6 menit waktu bacaan

Tren dan Tip Finansial, Investasi, dan Gaya Hidup di Tahun Ayam Api 2017

by CekAja on 31 Maret, 2017

Jakarta, 31 Maret 2017 – Berkembangnya industri financial technology atau fintech memudahkan masyarakat dalam mengakses produk-produk finansial termasuk produk investasi dan pengelolaan kekayaan. Keinginan masyarakat untuk berinvestasi pun berkembang pesat. Meski proses semakin mudah, para investor tentunya tetap harus memasang strategi investasi dan pengelolaan kekayaan yang tepat.

Bagaimana tren dan strategi investasi di tahun 2017 ini, dari segi keuangan, arsitektur, desain interior, bahkan gaya hidup sesuai ajaran feng shui agar sinergi semua sangat kuat di tahun yang memiliki shio Ayam Api ini.

Atas alasan tersebut, kemarin, Kamis 30 Maret 2017, PT Puncak Finansial Utama melalui CekAja.com dan PT Bank DBS Indonesia lewat DBS Treasures, bersama dengan CASAIndonesia, mempersembahkan sebuah acara The Year of the Fire Rooster: Live in Good Fortune di Forme Galery, Gedung Kemang 37, Jakarta Selatan.

Beberapa rangkaian acara menarik dihadirkan, mulai dari Creative Mini Bazaar, Workshop: “How To Make Coffee Cup & Figurine Doll” dan “Learn The Basic Technique of Brush Caligraphy with Watercolor on A Frame”, serta talk show interaktif tentang “Smart Investing in The Rooster Year with DBS and CekAja.com”.

Talkshow berkonsep santai dan akrab di sore hari ini menghadirkan dua orang narasumber kompeten yaitu ahli feng shui Dr. Mauro Rahardjo dan desainer interior Kezia Karin. Hadir pula narasumber dari PT Bank DBS Internasional, Mus Hidayat sebagai Consumer Investment Business Head, yang menjelaskan mengenai tren ekonomi dunia dan strategi investasi yang bijak di 2017, serta narasumber dari PT Puncak Finansial Utama, Denny Dilham sebagai CEO CekAja.com, yang menjelaskan konsumer tren di Indonesia sekaligus bagaimana kemudahan mendaftar layanan produk-produk Bank DBS, khususnya produk DBS Treasures dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) secara online melalui CekAja.com.

Mus Hidayat, Consumer Investment Business Head PT Bank DBS Indonesia, mengatakan investasi menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan karena mampu melawan inflasi. Investasi terbagi menjadi investasi pada financial asset dan real asset. Menurutnya, pasar finansial masih prospektif untuk 2017. Selain itu, investasi di sektor finansial terbilangterjangkau. Sementara investasi di real asset kerap membutuhkan modal yang besar.

Dalam berinvestasi di financial asset, seseorang harus pandai memilih lembaga keuangan yang diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jangan sampai terjebak investasi bodong. Saat akan berinvestasi juga harus berpikir secara holistik, ada kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk kebutuhan jangka pendek, pilih instrumen investasi yang risikonya rendah seperti deposito dan reksadana pasar uang. Kalau untuk jangka panjang, tidak apa-apa memilih instrument investasi yang risikonya tinggi, mengingat potensi imbal hasilnya juga tinggi,” katanya.

Denny Dilham, CEO CekAja.com, mengatakan sejauh ini permintaan produk finansial yang bersifat pinjaman di CekAja.com tergolong tinggi, misalnya produk Kredit Tanpa Agunan (KTA). Namun, CekAja.com tidak menutup kemungkinan untuk lebih mengembangkan penjualan produk investasi secara online.

“Berdasarkan survei yang baru-baru ini kami lakukan bersama Bank DBS Indonesia, ada setidaknya 40% responden yang memperlihatkan ketertarikan kepada investasi secara online. Itu artinya, kemitraan kami dengan Bank DBS untuk produk-produk investasi akan semakin menjanjikan,” katanya.

Melalui talk show ini para peserta juga diberikan pandangan filosofi dalam sudut pandang feng shui dan apa efeknya pada arah ekonomi di Indonesia khususnya di Tahun Ayam Api 2017. Menurut arsitek dan ahli feng shui Mauro Rahardjo, secara umum tahun ini mengandung unsur api dan logam. Karena itu, bisnis dengan unsur api dan logam tergolong baik di tahun ini.

Bisnis dengan unsur api antara lain rumah makan, elektronik, hiburan, valas, dan saham. Sementara bisnis dengan unsur logam yaitu besi, baja, perhiasan, otomotif, bengkel, serta teknologi.

“Namun, keduanya itu berbenturan, sebab api dapat melelehkan logam. Maka sesungguhnya ada unsur ketiga yang bisa menetralisir yaitu tanah. Sebab apa yang terbakar oleh api akan menjadi abu atau tanah. Dan logam ada di dalam tanah,” katanya.

Karena itu, bisnis dengan unsur tanah juga terbilang cukup bagus tahun ini. Bisnis yang mengandung unsur tanah yaitu pertanian, peternakan, properti, perhotelan, pergudangan, makanan kering, dan lainnya.

Sementara bisnis yang kurang beruntung adalah bisnis dengan unsur kayu. Karena logam dapat memotong kayu dan api dapat membakar kayu. Meskipun terbilang kurang baik, tetapi tidak semuanya akan mengalami nasib tersebut. Misalnya dari 10 pengusaha yang menjalankan bisnis dengan unsur kayu, akan ada tiga orang yang beruntung dan tujuh orang yang kurang beruntung.

Feng shui juga tidak bisa lepas dari tata rumah dan interior tempat tinggal, tempat kerja dan sebagainya. Bahkan jika feng shui diterapkan dengan benar, bagi yang percaya akan mengangkat sinergi positif di dalam hidup.

Karena itu, Kezia Karin pun menegaskan pentingnya menggunakan ilmu fengshui dalam menata rumah. Menurutnya, dalam menata interior ruangan atau rumah, seseorang dapat mencari tahu terlebih dahulu unsur apa yang kuat dan unsur apa yang kurang dalam dirinya. Hal tersebut dapat ditanyakan pada ahli feng shui yang akan menganalisis berdasarkan waktu kelahiran.

“Unsur apa yang kurang dalam diri seseorang dapat dilengkapi dengan interior yang tepat,” katanya.

Para peserta juga tidak bosan dengan adanya Creative Mini Bazaar yang di isi oleh berbagai tenant-tenant yang menjual aksesoris penunjang interior. Di bawah naungan DBS Foundation, PT Bank DBS Indonesia (DBS) mendukung tumbuh kembangnya ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia sejak tahun 2013. Dalam acara ini, DBS membawa 3 (tiga) wirausaha sosial binaan DBS sebagai salah satu peserta bazar kreatif yaitu Salam Rancage, Noesa & Du’ayam.

Semua wirausaha sosial ini selain memiliki usaha yang menghasilkan profit juga memiliki dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Awal Januari 2017, DBS bekerja sama dengan UKM Center Fakultas Ekonomi Budaya Universitas Indonesia (UKMC FEB UI) bekerja sama menyusun buku panduan kewirausahaan sosial berformat digital pertama di Indonesia berjudul “Berani Jadi Wirausaha Sosial?”. Ketahui lebih lanjut mengenai buku ini di go.dbs.com/se-handbook.

TENTANG CEKAJA.COM

CekAja.com adalah eCommerce finansial terdepan di Indonesia yang memberi layanan keuangan paling lengkap dan terpadu untuk membantu Anda memilih dan membuat keputusan finansial yang cerdas. CekAja.com memberi pilihan produk finansial secara mudah, cepat, dan aman. Produk finansial yang tersedia antara lain adalah kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), kredit pemilikan rumah (KPR), asuransi mobil, asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan lain sebagainya.

Cekaja di atur dan di awasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua produk yang ada di Cekaja telah disetujui resmi oleh partner bank yang terkait. Informasi lebih lanjut dapat hubungi email ke; media@cekaja.com

TENTANG BANK DBS INDONESIA

Didirikan pada tahun 1989, dan menjadi bagian dari kelompok usaha DBS Group di Singapura, PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) merupakan salah satu bank yang telah berdiri lama di Asia. Dengan 44 cabang, sekitar 1.600 karyawan aktif di 13 kota besar di Indonesia, Bank DBS Indonesia menyediakan layanan perbankan menyeluruh untuk korporasi, usaha kecil dan menengah (UKM), dan aktivitas perbankan konsumer.

Diakui sebagai “Best Wealth Manager in Indonesia” oleh The Asset dan “Safest Bank in Asia” oleh Global Finance, DBS Indonesia juga merupakan penerima predikat ‘Sangat Baik’ untuk kategori Aset Rp50 Triliun sampai dengan di bawah Rp100 Triliun dari Infobank. Bank DBS Indonesia baru saja diakui sebagai “World’s Best Digital Bank” oleh Euromoney karena agenda digitalnya yang kuat di kawasan ini. Untuk berkontribusi lebih terhadap masyarakat, Bank DBS Indonesia turut mendorong pengembangan wirausaha sosial sebagai fokus area tanggung jawab sosial perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik www.dbs.com/id

Tentang Penulis

eCommerce Finansial Pertama di Indonesia