Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

Risiko Rokok Elektrik Lebih Berbahaya, Benarkah?

by JTO on 16 Februari, 2015

tips berhenti merokok _ asuransi kesehatan - CekAja.com

Rokok elektrik dianggap menjadi salah satu terapi pengganti nikotin. Tenyata, salah satu studi di Jepang mengungkapkan bahwa resiko rokok elektrik malah lebih berbahaya dibanding rokok biasa. Benarkah?

Hasil temuan terbaru dari para ahli kesehatan Jepang pun berkata demikian. Para ahli kesehatan di Jepang mengungkapkan, jika kandungan formalin dan asetaldehida dalam uap yang dihasilkan beberapa cairan rokok elektronik lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa.

Pasalnya, dalam penelitian yang dimandatkan oleh Kementerian Kesehatan Jepang ini menemukan karsinogen dalam uap yang dihembuskan usai menghisap rokok yang disebut vape ini.

Cukup mengkhawatirkan, sebab kandungan formaldehyde, sebuah zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan, juga ditemukan. Ada pula zat asetaldehida yang juga ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan rokok tembakau.

Sebagai informasi, badan kesehatan dunia atau WHO sebenarnya telah melarang penjualan rokok elektrik ini secara bebas. Sebab, ada kekhawatiran bahwa rokok ini mampu membahayakan kesehatan terutama jika asapnya dihirup oleh anak-anak.

Tidak hanya itu, badan kesehatan inipun melarang untuk mengonsumsi rokok tenaga baterai ini di ruang tertutup publik agar uapnya tidak membahayakan.

Tetap Miliki Nikotin

Pada artikel sebelumnya diungkap tentang “Efek Merugikan Rokok Elektrik” dari hasil penelitian Food and Drug Administration (FDA) yang meneliti 19 cartridge rokok elektronik. Hasilnya, ada banyak efek merugikan dari rokok elektronik. Memang, dengan hasil dari kajian FDA tersebut, badan pengawas makanan memang tidak menganjurkan untuk tidak menghentikan aktivitas merokok elektronik.

Asuransi Kesehatan


Walau para produsen rokok bertenaga baterai ini mengaklaim beberapa kelebihan rokok elektronik, yaitu tidak terdapat kandungan seperti karbon monoksida atau dioksida, tidak menyebabkan bau, napas tidak bau dan tidak menjadikan gigi kuning. Namun, satu hal yang pasti adalah rokok elektronik tetap menghasilkan zat nikotin yang menimbulkan efek kecanduan.

Karena itu, meski dibakar secara elektronik, nikotin dalam rokok elektronik juga akan menimbulkan asap seperti layaknya rokok konvensional. Bila asap tersebut diisap setiap hari, maka akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan karena memberikan paparan produk berbahaya.

Jadi, masih ingin mencoba rokok elektronik?

Mau asuransi kesehatan dengan perlindungan lengkap? Cek di sini.

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami