Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Rugi, Kalau Harus Menunda Berbisnis di Usia Muda! Ini Alasannya

by Ariesta on 28 Maret, 2016

bisnis di usia muda _ pinjaman UKM - CekAja.com

Masih kuliah, tidak punya modal, takut studi keteteran, adalah sederet alasan yang membuat anak muda enggan untuk mulai berbisnis. Padahal, waktu muda adalah saat yang tepat untuk menjadi seorang entrepreneur. Berikut adalah alasan kenapa kamu tidak boleh menunda meniti bisnis di usia muda.

Di usia awal 20-an, biasanya seseorang akan memulai dan diberi kebebasan untuk hidup mandiri oleh orangtuanya. Asyiknya, di usia tersebut beban hidup pun belum terlalu banyak. Maksudnya seseorang tentu belum wajib membayar pajak, belum punya tanggungan, punya banyak teman, dan pastinya waktu luang yang melimpah.

Komitmen utama yang biasanya jadi tuntutan pada usia tersebut cuma satu, yaitu tetap fokus menyelesaikan studi. Sudah banyak dibuktikan, di usia ini pun peluang sukses dalam berbisnis lebih besar. Sayangnya, masih jarang yang memanfaatkannya. Mereka terlalu dibuat pusing oleh modal usaha, karena pada kenyataannya banyak bisnis modal minim yang bisa dilakukan, atau malah bisnis tanpa modal sama sekali. Supaya lebih yakin, berikut adalah alasan mengapa kamu tidak boleh menunda berbisnis sejak usia muda.

Anak muda lebih melek teknologi

Kak, kalau mau beli barang yang ini, Mama harus klik yang mana ya?” Sebagian dari kamu pasti pernah mendengar kalimat ini dari ibu atau ayah yang meminta diajarkan cara menggunakan media sosial atau berbelanja online. Mau tidak mau, kamu pun harus dengan sabar dan pelan-pelan mengajarkan.

Lalu apa hubungannya dengan bisnis? Anak muda sepertimu pasti lebih tahu cara memanfaatkan teknologi agar produk yang dijual semakin laku. Misalnya dengan membua blog, web, akun resmi di media sosial dan lain-lainnya.  Sebaliknya orangtua yang lebih ‘gaptek’ mungkin hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. (Baca juga: Jika Ditekuni Sejak Kecil, Hobi Mengoleksi Ini Bisa Bikin Kaya)

Anak muda lebih tahu selera sesama anak muda

Dengan jumlah anak muda Indonesia yang mencapai 62,4 juta atau sekitar 25 persen dari total penduduk Indonesia (berdasarkan proyeksi BPS 2015), kamu sebagai bagian dari mereka pasti paham apa yang sedang digemari atau istilahnya ‘kekinian’.

Banyaknya anak muda merupakan target pasar empuk jika kamu tahu apa yang sedang mereka butuhkan atau apa yang menarik perhatian mereka. Ini artinya, ada banyak ide bisnis yang bisa kamu kembangkan dengan memanfaatkan fenomena ini.

Saat muda, kamu punya banyak teman yang tidak segan membantu

Realitanya, dunia kerja sangatlah keras. Sikut-sikutan dan salip sana-sini demi karier sudah biasa. Oleh karenanya, banyak orang yang memberikan batas antara kehidupan profesional dan pribadi dengan tidak menjadikan rekan kerja sebagai sahabat karib.

Tapi saat kuliah, kamu pasti menemukan satu dua teman yang bahkan rela berbagi piring indomie goreng di akhir bulan denganmu. Mereka selalu ada di saat sedih dan susah. Mereka selalu siap sedia dan rela pasang badan untukmu. Ketika membangun bisnis, mereka akan secara tulus membantumu. Atau mungkin kamu memilih untuk membangun bisnis bersama mereka dan sukses bersama-sama? Semua itu sangat mungkin! (Baca juga: Modal 4 Juta, Mahasiswa Ini Punya Bisnis dengan Omset Puluhan Juta)

Meski gagal, kamu punya banyak kesempatan untuk bangkit

Namanya juga anak muda, gagal dianggap lumrah. Justru dengan gagal, kamu bisa banyak belajar sebagai bekal kesuksesanmu kelak. Tapi bayangkan kalau kamu gagal di usia 40-an? Tak hanya omelan istri yang akan kamu dapatkan, bisa-bisa kamu stres karena merasa sudah terlambat untuk memulai semuanya kembali.

Siapa yang tidak mau kaya di usia muda?

Siapa sih yang tidak mau jadi the next Mark Zuckerberg? Mark sudah jadi miliarder di usianya yang baru 23 tahun. Di saat teman-teman seusinya kelimpungan mencari kerja, dia sudah punya perusahaan sendiri dan justru mempekerjakan teman-temannya yang pintar.

Tidak perlu punya otak sebrilian Mark, kamu tetap bisa mengikuti jejak suksesnya dengan ide originalmu sendiri. (Baca juga: Inilah yang Dirasakan Mark Zuckerberg Saat Tiba-tiba Kaya di Usia Muda

Kamu lebih pede menghadapi calon mertua

Dan pastinya, kamu bisa lebih pede saat melamar sang pujaan hati di depan ayah dan ibunya. Dengan alasan kalau kamu punya barber shop yang cabangnya sudah tersebar di mall-mall besar dengan omzet ratusan juta rupiah per bulan, hanya ada dua kemungkinan jawaban yang akan mereka berikan; senyum lebar dan restu!

Jadi, tunggu apa lagi?

Tentang Penulis