Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Rumus Membangun Kekayaan ala Miliarder Dunia

by Ariesta on 28 September, 2016

tips kaya _ investasi - CekAja.com

Ada orang yang kaya sejak lahir, ada yang kaya karena menerima harta warisan, dan ada juga yang jadi kaya karena menang undian. Namun banyak juga orang kaya yang harus menempuh jalan berliku dan mengumpulkan harta dengan sabar.

Orang yang hari ini kaya, belum tentu bisa mempertahankan kekayaannya lima atau 10 tahun ke depan. Krisis ekonomi, fluktuasi saham, kisruh politik dalam negeri, salah berinvestasi, berkontribusi pada turunnya kekayaan miliarder. Meski demikian, banyak juga yang justru semakin kaya terlepas dari inflasi dan krisis ekonomi.

Sebuah survei yang bertajuk U.S. Trust Insights on Wealth and Worth tahun 2016 mengupas metode menarik bagaimana para miliarder mengembangkan kekayaan mereka. Simak selengkapnya di bawah ini.

Disiplin

Miskin pengendalian diri merusak kondisi keuangan jangka panjang. Jika kamu tidak bisa menahan diri membeli gadget terbaru atau sepasang sepatu baru, jangan heran kalau kamu selalu kehabisan uang di akhir bulan. Ini artinya kamu makin jauh dari kaya raya.

Sebanyak 61% responden dalam survei AS Trust mengatakan, disiplin keuangan adalah sesuatu yang berat dilakukan di awal usia 20-an. Karena saat itu mereka sedang menikmati karier dan mendapatkan uang dari hasil keringat sendiri. Disiplin keuangan bahkan berada di posisi nomor dua dalam daftar hal paling membuat stres orang Amerika.

Jika kamu benar-benar ingin menjadi miliarder, kamu harus pandai memilih prioritas. Bahkan jika itu berarti harus mengorbankan keinginan. (Baca juga: Investasi Modal Mini dengan Tabungan Emas Pegadaian)

Investasi sejak dini

Menurut survei yang sama, miliarder di Amerika terbiasa menabung sejak dini. Rata-rata responden mulai menabung di usia 14 tahun dan mulai bekerja untuk mendapatkan uangnya sendiri di usia 15 tahun. Selain itu rata-rata dari para miliarder ini mulai berinvestasi di pasar saham saat berusia 25.

Menabung sejak dini penting karena semakin dini kamu mengumpulkan uang, semakin besar peluang mendapatkan pertumbuhan dana. Misalnya kamu berusia 25 tahun dan memiliki pendapatan Rp5 juta per bulan. Setiap bulannya kamu menyisihkan 10% (Rp500.000) untuk investasi reksadana atau saham.

Jika pertumbuhan investasi mencapai 20% per tahun, maka di usia 50 tahun kamu akan punya uang Rp180 juta (Rp500 ribu x 12 bulan x 20% x 25 tahun). Perhitungan ini belum termasuk peningkatan tabungan karena gaji semakin naik. Pelajarannya sederhana, jika ingin pensiun sebagai orang kaya, jangan menunda untuk menabung.

Membeli saham dan surat utang

Miliarder yang termasuk dalam survei U.S. Trust menginvestasikam uang mereka pada sektor yang stabil. 89% investor mengatakan, keuntungan terbesar dalam portofolio mereka berasal dari investasi tradisional seperti saham dan obligasi. Jarang dari mereka yang menjadi bagian dari venture, meski ini tidak menutup kemungkinan bisa menjadikan mereka semakin kaya. (Baca juga: Melebihi Harga Rumah, Ini 12 Jam Tangan Pria Termahal di Dunia)

Investasi jangka panjang, bukan jangka pendek

Menjadi kaya bisa dilakukan siapa saja. Kuncinya adalah sabar dan tekun dalam berinvestasi. Kalau kamu langsung berinvestasi dalam jumlah besar dan berharap mendulang untung dalam waktu kurang dari setahun, artinya kamu belum benar-benar paham arti dari investasi itu sendiri.  Jika bingung, kamy bisa meminta bantuan dari manajer investasi dan kekayaan.

Berencana membeli rumah karena akan membangun rumah tangga? Ajukan kredit rumah dengan bunga ringan di sini.

Tentang Penulis