Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Rupiah Tembus Rp 14.000 per Dolar AS Jelang Puasa, Simak Imbasnya!

by Achmad Fauzi on 9 Mei, 2018

Nilai tukar rupiah pada awal pekan ini terkapar lemah tidak berdaya. Bagaimana tidak? Rupiah tidak menunjukkan taringnya melawan penguatan mata uang Negeri Paman Sam, dolar AS. Pada dua hari ini, rupiah terus melemah dan tembus Rp 14.000 per dolar AS.

Pada pembukaan Rabu (9/5/2018), rupiah kembali merosot di level Rp 14.074 per 1 dolar AS dari penutupan pada hari sebelumnya di level Rp 14.036 per 1 dolar AS. Level ini sangat jauh dari asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yaitu Rp 13.400 per dolar AS.

Meskipun begitu, pemerintah lewat Kementerian Keuangan mengungkapkan loyonya rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh faktor eksternal. Salah satunya, akibat dari situasi pasar yang lagi menyesuaikan perubahan oleh kebijakan pemerintah Amerika Serikat.

Namun, tahukah Anda apa efek yang terjadi jika rupiah masih terkapar lemah terhadap dolar AS? Nah, berikut ini beberapa efek yang akan timbul dari pelemahan rupiah tersebut.

(Baca juga: Yuk Mengenal Redenominasi! Uang Rp10.000 Jadi Rp10!)

Harga-harga Barang Impor Akan Naik

Efek yang paling mendasar terhadap pelemahan rupiah adalah naiknya harga-harga barang impor. Importir barang-barang impor seperti elektronik, handphone mau tidak mau akan menaikkan harga barangnya, agar tidak mengalami kerugian.

Selain importir, perusahaan fesyen dan makanan yang menggunakan bahan baku impor juga bakal menaikkan harga produknya. Sehingga, hal ini membuat Anda berpikir kembali untuk membeli barang-barang impor secara tunai.

Nah, maka dari itu Anda harus kembali memperhitungkan lagi sebelum membeli barang di saat kurs rupiah melemah terhadap dolar AS hingga tembus Rp 14.000 per dolar AS. Dengan begitu, adanya perhitungan tidak akan menimbulkan besar pasak daripada tiang.

Harga BBM Akan Naik

Bukan hanya barang-barang impor saja yang mengalami kenaikan harga saat rupiah tembus Rp 14.000, tapi harga bahan bakar minyak (BBM) juga akan ikut merangkak naik. Pasalnya, Indonesia masih mengimpor minyak mentah 800 ribu barel minyak setiap hari, atau setara dengan 50% dari kebutuhan nasional.

Dengan begitu, tidak ada pilihan lagi pemerintah dan perusahaan pengolah minyak akan menaikkan harga BBM di tengah rupiah yang tembuh Rp 14.000 per 1 dolar AS.

(Baca juga: 14 Anak Muda Indonesia Ini Masuk Daftar Pengubah Dunia di Bawah Umur 30 Tahun)

Harga Barang dan Inflasi Akan Naik

Dengan kondisi rupiah yang tembus Rp 14.000, maka peredaran uang di masyarakat akan semakin meninggi. Nah, hal itu akan membuat indeks harga konsumen atau inflasi lebih juga melambung tinggi. Apalagi, dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok, maka semakin banyak uang yang beredar.

Tidak hanya itu, kondisi rupiah yang tembus Rp 14.000 juga akan membuat masyarakat menukar uang dolar AS menjadi rupiah. Nah, ini juga akan membuat peredaran uang rupiah semakin banyak.

Suku Bunga Akan Menanjak

Pelemahan rupiah juga akan mengakibatkan Bank Indonesia menaikan suku bunga atau BI 7-day Reverse Repo Rate. Hal ini harus dilakukan untuk menjaga kestabilan rupiah yang kini telah tembus Rp 14.000. Saat ini BI 7-day Reverse Repo Rate belum mengalami perubahan atau bisa dikatakan tetap sebesar 4,25%.

Kinerja Ekspor Bisa Membaik

Pelemahan rupiah tidak selamanya menjadi petaka untuk negara, karena pelemahan rupiah di sisi lain juga bisa membuat girang para eksportir. Karena biasanya, mata uang dolar AS digunakan untuk bertransaksi ekspor. (Baca juga: 5 Ide Bisnis “Aneh”, dari Racun Kalajengking Hingga Sewa Pacar)

Dengan begitu, imbal hasil dari ekspor yang berbentuk dolar AS dan di konversi ke rupiah sebesar Rp 14.000 ini akan membuat keuntungan bagi para eksportir. Sehingga, kinerja ekspor Indonesia akan semakin membaik. Apalagi, kinerja ekspor kuartal I-2018 tumbuh 8,78 persen ataumencapai 44,26 miliar dollar AS.

Itulah beberapa efek yang akan terjadi saat rupiah tembus Rp 14.000 per dolar AS. Maka dari itu, Anda sebaiknya mulai mencari strategi agar tak terkena imbas dari hal tersebut. Salah satunya, adalah dengan cara berinvestasi. Dengan investasi, Anda bisa mempunyai cadangan uang dikala membutuhkan seperti kondisi saat ini.

Investasi saat ini pun bermacam-macam mulai dari emas, saham sampai reksa dana. Apalagi saat ini, berinvestasi sudah seperti membalikkan tangan atau bisa dibilang mudah, karena Anda bisa membeli produk investasi secara online. Segera pilih dan ajukan produk investasi melalui CekAja.com.

Tentang Penulis

Achmad Fauzi

Jurnalis yang hampir menjadi pemain bola internasional.