Saat Paceklik, Yuk Siasati Keuangan Biar Gak Makin Tekor

3 min. membaca Oleh CekAja on

Pandemi corona dikhawatirkan sebagian kalangan berdampak terhadap ekonomi di Indonesia. Krisis seperti halnya tahun 1998 lalu, mungkin saja terjadi kembali jika wabah sulit teratasi dan jumlah korban terus bertambah. Maka itu, kita perlu tahu cara menyiasati keuangan saat paceklik.

Cara Menyiasati Keuangan Saat

COVID-19 yang sedang melanda global ini memang bukan main-main. Penyebarannya begitu cepat sehingga banyak negara memberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran semakin luas. Bukan karantina wilayah, pemerintah Indonesia hingga kini hanya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan angka penularan virus corona.

Pemerintah beralasan tidak memberlakukan karantina atau lockdown karena aktivitas ekonomi harus tetap berjalan. Sementara jika lockdown diterapkan, semua aktivitas total dihentikan. Tentu saja, kita semua tidak menginginkan ekonomi lumpuh atau bahkan terjadi krisis moneter yang ditaksir akan menambah kesengsaraan rakyat.

Meski demikan, himbauan #dirumahaja sedikit-banyak membuat ekonomi masyarakat kedodoran karena kebanyakan masyarakat berdiam di rumah tetapi pendapatan berkurang. Untuk menyiasati keuangan agar tidak kian terpuruk, berikut cara mengelola keuangan di saat situasi paceklik seperti sekarang ini.

1. Pangkas biaya yang tidak penting

Memangkas anggaran adalah sebuah pilihan yang cukup sulit. Namun hal ini sangat mungkin untuk dilakukan. Kamu bisa memulainya dengan memangkas biaya yang tidak terlalu penting. Lihat dan rinci lagi biaya apa saja yang biasa kamu keluarkan setiap bulan. Dengan begitu kamu bisa melihat pengeluaran untuk apa saja.

Jika kamu biasanya mengeluarkan biaya untuk pergi ke salon atau nongkrong di kedai kopi, maka mulai saat ini tidak perlu lagi kamu lakukan. Atau mungkin anak kamu yang sedang mengikuti les atau private bahasa, bisa kamu tunda sementara waktu. Tinggal kamu konsultasi dengan lembaga terkait.

Hal yang perlu diperhatikan adalah kamu harus bertanya pada diri sendiri: Apakah pengeluaran ini penting untuk kelangsungan hidup saya? Bisakah saya bertahan tanpa itu?

2. Menghentikan sementara layanan berlangganan

Berhenti sementara dari layanan berlangganan semisal tv kabel bisa kamu lakukan untuk menyesuaikan keuangan kamu. Konsultasikan dengan pihak operator karena biasanya mereka akan memberikan arahan dan bisa menghentikan sementara layanan berlangganan kamu. Usai situasi paceklik ini mereda, kamu bisa memulai kembali layanan nanti pada saat situasi keuangan kamu kembali stabil.

(Baca Juga: Hindari Penularan Virus Corona di Dalam Mobil, Cek Tips Ini)

3. Negosiasi ke pemberi kredit

Mengeluarkan uang untuk membayar utang mungkin tak harus kamu lakukan di saat kondisi saat ini. Artinya kamu bisa bicara secara baik-baik dengan pihak atau pemberi pinjaman untuk bisa membayar sebagian utang kamu atau menangguhkan pembayaran utang kamu. Apalagi saat ini ada kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan kepada debitur selama pandemi soal cicilan utang.

Jika bisa, lakukan pembayaran minimum saat jatuh tempo. Anggap saja ini sebagai tindakan menghemat uang sementara, dan kamu bisa kembali melakukan pembayaran secara penuh saat situasi kamu lebih baik.

4. Kurangi pengeluaran untuk kebutuhan

Hanya karena pengeluaran diperlukan, bukan berarti kamu tidak bisa menghemat biaya kebutuhan kamu. Kamu bisa memulainya dengan menghemat uang dengan belanja bahan makanan dan memanfaatkan promo atau diskon belanja. Kalau bisa berhenti untuk tidak membeli makanan mahal dan membeli produk  branding. 

Coba gunakan kartu member untuk berbelanja di minimarket agar mendapat harga yang lebih murah atau potongan. Lihat kembali biaya kebutuhan lain apa saja yang bisa kamu kurangi seperti belanja sayuran di pasar tradisional biasa lebih akan lebih murah daripada di swalayan.

5. Manfaatkan kebijakan relaksasi 

Beberapa bank dan pihak lembaga dari pihak dan lembaga keuangan saat ini banyak yang memberi keringanan atau bantuan kepada nasabahnya. Beberapa telah membebaskan atau menurunkan biaya. Dan kamu tinggal berkonsultasi dan menghubungi pihak bank atau lembaga keuangan yang bersangkutan. 

Seperti dilaporkan katadata.co.id, ada sejumlah syarat yang telah ditetapkan bagi debitur yang bisa mendapat keringanan. Misalnya, nasabah atau debitur yang terkena dampak virus corona, yang besarannya kreditnya di bawah Rp10 miliar.  Syarat tersebut berlaku untuk pekerja informal berpenghasilan harian, usaha mikro dan usaha kecil, yang mengambil kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan kredit usaha rakyat (KUR). 

Nah, itulah beberapa kiat menyesuaikan keuangan kamu di tengah ketidakpastian seperti sekarang ini. Jika ada keperluan mendesak yang tak bisa ditolerir, jangan sungkan untuk mengaukan pinjaman online dari JULO melalui CekAja.com

(Baca Juga: Tenang, Ada Rp405,1 Triliun Untuk Hadapi Corona)

Tentang kami

CekAja

CekAja