Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Saatnya Hemat Listrik! Begini Tipsnya

by Sindhi Aderianti on 17 Januari, 2019

Listrik merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Hampir seluruh peralatan modern rumah tangga menggunakan tenaga listrik. Tanpa listrik, produktifitas sehari-hari akan terhambat bahkan mungkin bisa terhenti.

tips hemat listrik _ kartu kredit - CekAja.com

Namun saking begitu dibutuhkannya, tanpa sadar banyak kebiasaan yang dilakukan membuat tagihan di akhir bulan mengalami pembengkakan.

Besarnya tagihan listrik rumah tangga sebenarnya bukan hanya disebabkan tarif dasar listrik (TDL) yang  hampir tidak pernah turun. Ada beberapa kebiasaan lain yang turut mempengaruhi kecil atau besarnya tagihan listrik tersebut.

Upaya penghematan yang efektif sebenarnya dapat dimulai dengan melakukan hal-hal sepele di rumah. Banyak orang tidak sadar selama ini telah menggunakan berbagai barang elektronik dengan  tidak semestinya.

Misalnya, penggunaan AC yang terlalu lama. Daya untuk AC 1 PK bisa mencapai 700 watt. Jadi untuk keperluan menghidupkan AC dibutuhkan biaya kira-kira = 700 W x 10 jam/hari x 30 hari /1.000 x Rp 1.467,28 =Rp 308.129 ribu.

Lalu, bagaimana cara mengatasi masalah penggunaan listrik yang berujung pemborosan ini?

Cara Sederhana Menghemat Listrik

Anda mungkin sudah merasa hemat dalam menggunakan listrik, tetapi di akhir bulan tetap saja menerima tagihan yang cukup membengkak. Alhasil, sebagian besar penghasilan harus dialokasikan ke sana.

Jumlahnya kadang tak tanggung-tanggung, bisa mencapai satu juta ke atas. Sebenarnya ada banyak cara sederhana nan efektif untuk menghemat listrik.

Mungkin selama ini Anda masih kurang menyadarinya. Konsumsi listrik haruslah lebih dipilah-pilih lagi jika ingin berhemat, seperti dengan tips berikut ini:

(Baca juga: Cocok Untuk Ibu Muda, Ini 5 Sepeda Listrik Di Bawah Rp 3 Juta)

1. Cabut kabel rice cooker

Punya magic jar? Setelah nasi matang, alat tersebut biasanya langsung beralih ke mode penghangat nasi. Mode ini tanpa disadari akan terus menerus berjalan dan memakan daya listrik Anda.

Bila ingin mengonsumsi nasi dalam keadaan hangat, cukup gunakan pengukus saat menjelang waktu makan. Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati nasi yang hangat tanpa perlu menyalakan magic jar sepanjang hari.

2. Hindari over-charged ponsel

Mengisi daya baterai smartphone umumnya sering dilakukan pada malam hari, sebab hanya saat itulah Anda tidak membutuhkannya dan lebih memilih untuk tidur.

Hal itu disinyalir dapat memboroskan listrik Anda. Pasalnya, ketika men-charge ponsel di malam hari, pengguna akan membiarkan charger ponsel terus terpasang sampai pagi.

Padahal untuk mengisi daya ponsel sampai penuh pengisian rata-rata hanya perlu dilakukan selama 2 jam saja. Sekalipun ketika baterai sudah 100% dayanya jadi turun ke 2,24 watt, tetap saja akan membuang beberapa rupiah ke tagihan listrik Anda kelak.

(Baca juga: 3 Cara Bayar Listrik Online yang Perlu Diketahui)

3. Matikan lampu di jam tertentu

Kebiasaan menggunakan lampu pada siang hari merupakan suatu pemborosan. Padahal, ada cahaya matahari yang bisa membantu penerangan secara alami.

Sebisa mungkin nyalakan lampu hanya di malam hari saja. Bila perlu, ganti semua lampu menjadi LED yang notabene lebih hemat listrik.

Selain hemat watt listrik, lampu LED juga lebih awet dan tahan lama.

4. Gunakan laptop, jangan PC

Bila Anda masih menggunakan komputer dengan CPU, sebaiknya segera ganti dengan komputer jinjing alias laptop. Sekadar gambaran, penggunaan computer ini bisa menyedot daya listrik hingga 400 watt lho.

Sementara laptop hanya butuh daya 25 watt ketika dalam pengisian daya. Pilih laptop yang memiliki fitur pemutus arus charging otomatis.

Sistem ini menjaga baterai laptop Anda tidak cepat rusak, kendati kabelnya terkoneksi listrik terus-menerus selama beberapa jam. Menggunakan meteran listrik prabayar atau pascabayar adalah pilihan dari pribadi masing-masing.

Jika Anda memilih menggunakan tagihan listrik bulanan, cara menghemat listrik di atas tentu akan sangat bermanfaat. Namun bila tidak, penggunaan token listrik juga bisa lebih jauh menghemat pengeluaran Anda.

5. Cek Tagihan Listrik

Mengecek tagihan listrik secara rutin adalah salah satu upaya penghematan yang juga dapat Anda lakukan dari sekarang. Dengan memantaunya, Anda jadi tahu seberapa besar pengeluaran sehingga langsung bisa mengontrolnya sesegera mungkin.

Situs resmi PLN sendiri, yaitu www.pln.co.id/info-rekening/tagihan.php menyediakan berbagai fitur yang menarik.  Melalui fasilitas ini, Anda tak perlu repot ke kantor PLN lagi untuk mengecek tagihan listrik.

PLN online secara detil akan memberi info ke pengguna tanpa perlu menunggu struk keluar layaknya cara yang konvensional.

Caranya tinggal akses website PT.PLN, lalu masukkan ID Pelanggan Anda yang terdiri dari 12 angka. Masukkan sandi yang tertera di halaman situs tersebut, pada tempat yang telah disediakan.

Setelah itu klik login. Jika berhasil, maka akan muncul halaman web, yang menunjukkan informasi berapa besar tagihan listrik yang harus Anda bayar.

(Baca juga: Siasati Penggunaan Peralatan Ini Agar Tagihan Listrik Murah!)

Bayar Listrik? Lewat PLN Online Saja

PLN online turut membuat proses membayar tagihan listrik menjadi lebih mudah. Melalui internet banking dari sejumlah bank yang telah bekerjasama dengan PLN, seperti BRI contohnya.

Syarat yang harus ditempuh tentu saja memiliki akun bank tersebut. Bila sudah memilikinya, buka situs BRI internet banking di alamat  https://ib.bri.co.id,lalu login dengan cara memasukkan user name, password dan kode verifikasi dan ikuti langkah-langkah pembayaran PLN online berikut ini:

  • Pilih menu “Pembayaran Tagihan Listrik”
  • Klik menu utama “Pembayaran & Pembelian” – “Pembayaran Tagihan” – “Listrik”
  • Masukan nomor IDPEL rekening PLN
  • Tekan “Kirim”
  • Konfirmasi pembayaran tagihan listrik
  • Masukan password BRI internet banking Anda dan kode mToken
  • Tekan “Kirim”

Jika Anda belum memiliki mToken yang aktif, maka klik link permintaan mToken dan tunggu sebentar sampai ada SMS dari BRI yang mengirimkan mToken.

Pastikan juga Anda memiliki pulsa minimal 1000 rupiah, karena permintaan mToken biasanya dikenai biaya sebesar Rp 500 rupiah. 1 SMS mToken berisi 5 kode yang dapat digunakan.

Bagaimana mengetahui pembayaran PLN online telah berhasil? Setelah membayar sesuai nominal yang tertera pada tagihan, akan ada notifikasi “Transaksi Pembayaran Tagihan Listrik Berhasil” sesudah itu.

Dengan adanya pelayanan PLN online memberikan kemudahan kepada Anda yang ingin melakukan pendaftaran migrasi perubahan daya atau instalasi pasang baru yang bisa dilakukan secara online baik melalui PC maupun smartphone.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.