Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Sah, Tarif Baru Ojol Naik 20 Persen!

by Gito on 25 Maret, 2019

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru saja menetapkan besaran tarif untuk moda transportasi daring atau ojek online (ojol). Besaran tarif tersebut dibagi dalam 3 zonasi wilayah, khusus untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang (Jabodetabek) diganjar tarif minimal Rp8 ribu hingga Rp10 ribu untuk jarak 4 km.

kredit motor_KKB - CekAja.com
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan penerapan tarif baru akan berlaku pada tanggal 1 Mei mendatang. Untuk 2 zonasi lainnya yakni Zonasi I yang mencakup Jawa, Sumatera dan Bali serta Zonasi III yang berisi Sulawesi, Maluku dan NTB dikenakan tarif minimal Rp7 ribu hingga Rp10 ribu untuk jarak tempuh minimal 4 km.

Tarif baru juga diberlakukan untuk setiap kilometernya. Budi menambahkan jika penerapan tarif baru sudah berjalan maka tarif ojol mengalami kenaikan sekitar 20 persen.

Sebelumnya untuk setiap kilometer dikenakan tarif sekitar Rp 1.600/Km hingga 1.800/Km bersih, meskipun ada juga yang menetapkan tarif di kisaran Rp 1.400/Km hingga Rp 1.500/Km.

Untuk itu Budi mengaku bakal terus melakukan review tarif selama 3 bulan sekali. Sehingga dapat diputuskan apakah tarifnya akan dinaikkan atau justru mengalami penurunan. Nah berikut merupakan detil penggunaan tarif,

1. Zonasi I
  • Tarif Batas Bawah : Rp 1.850/Km
  • Tarif Batas Atas : Rp 2.300/Km
  • Biaya Jasa Minimal : Rp 7.000-Rp 10.000/Km
2. Zonasi II
  • Tarif Batas Bawah : Rp 2.000/Km
  • Tarif Batas Atas : Rp 2.500/Km
  • Biaya Jasa Minimal : Rp 8.000-Rp 10.000/Km
3. Zonasi III
  • Tarif Batas Bawah : Rp 2.100/Km
  • Tarif Batas Atas : Rp 2.600/Km
  • Biaya Jasa Minimal : Rp 7.000-Rp 10.000/Km

Zonasi I adalah Jawa, Sumatera dan Bali (Minus Jabodetabek), kemudian Zonasi II adalah Jabodetabek dan Zonasi III mencakup Sulawesi di luar Bali, Maluku, dan NTB.

(Baca juga: 5 Motor Super Irit Ini Paling Cocok untuk Ojek Online)
Hujan Maupun Jam Sibuk, Tarif Sama

Dengan adanya penetapan tarif baru ini, menghilangkan juga potensi lonjakan tarif yang selama ini terjadi pada jam sibuk atau pada saat hujan tiba. Budi menjelaskan pada saat hujan permintaan menumpuk, hal itu terjadi lantaran suplai dan demand yang tidak seimbang.

“Aplikator boleh saja memainkan tarif promosi, tetapi besaran tarif yang harus diterima driver tidak bisa turun dari yang telah ditetapkan. Kita gak mengenal promo. Kalau pun ada promo, tetap nett tidak boleh turun dari angka yang sudah kita tentukan,” pungkasnya.

Sementara itu terkait dengan berapa porsi yang harus ditanggung aplikator dan berapa jumlah bersih yang ditanggung pengemudi, ditambahkan Budi bahwa Kemenhub hanya menetapkan tarif berdasarkan komponen biaya langsung.

Nah untuk komponen biaya tidak langsung merupakan biaya yang ditanggung aplikator melalui porsi tambahan 20 persen dari tarif bersih yang diterima pengemudi. Sedangkan 80 persen dari tarif total yang dibayar oleh konsumen merupakan hak pengemudi.

(Baca juga: Transformasi Ojek Online Menuju Uang Digital)
Aturan Baru Untuk Ojol

Selain penetapan tarif, belum lama ini Kementerian Perhubungan juga sudah mengeluarkan aturan tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Aturan baru tersebut beberapa diantaranya mengatur tentang perlengkapan pengemudi dan juga akun bodong, berikut beberapa aturannya,

Kelengkapan pengemudi

Aturan yang mengatur tentang ojek ini juga cukup ketat terutama bagi pengemudi. Selama ini memang ada kesan bahwa ojek online maupun ojek tanpa aplikasi seolah seenaknya saja dalam menggunakan pakaian.

Dalam aturan terbaru ini setiap pengemudi ojek wajib menggunakan jaket dengan bahan yang bisa memantulkan cahaya disertai identitas pengemudi.

Para pengemudi ojek juga harus menggunakan sepatu, celana panjang, sarung tangan dan wajib membawa jas hujan serta helm berstandar nasional Indonesia.

(Baca juga: Ojek Online Apa yang Tarifnya Lebih Murah?)
Motor Harus Sesuai Aplikasi

Selama ini kamu mungkin sering mendapat order ojek online yang beda antara pengemudi yang ada di aplikasi dengan pengemudi yang menjemput. Bahkan seringkali kendaraan yang ada di aplikasi berbeda dengan kendaraan penjemput.

Nah, di aturan terbaru ini tepatnya di Pasal 5, para pengemudi dan sepeda motornya harus sesuai data di aplikasi. Bahkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, perusahaan aplikasi wajib mencantumkan nomor telepon layanan pengaduan di dalam aplikasi dan melengkapi dengan fitur tombol darurat bagi pengemudi dan penumpang.

Agar perjalanan kamu semakin nyaman dan juga tenang, tidak ada salahnya melengkapi diri dengan asuransi perjalanan. Biar mudah, beli di CekAja.com, kamu tidak perlu datang ke kantor cabang asuransi, cukup klik di ponsel dan selesai.

Tentang Penulis

Jurnalis, penyuka musik britpop, sangat suka dengan dendeng kering.