Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Sayang banget, Pulau-pulau Indah di Indonesia Ini Ternyata Dikelola Asing

by Ariesta on 20 Februari, 2016

Meski merupakan negara kepulauan dengan total 17.508 pulau, masih sedikit dari pulau-pulau yang diberdayakan dari sektor pariwisata. Jangankan  diberdayakan, masih banyak yang bahkan belum bernama. Dari jumlah tersebut saja baru sekitar 7.870 pulau alias kurang dari setengahnhya yang sudah bernama.

Sikap cuek ini rupanya dilirik sebagai peluang oleh pihak asing yang ingin mengelola pulau-pulau terpencil di Indonesia. Malahan, pemerintah yang diwakili  Deputi 1 Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Willem Rampangilei menyebutkan ada indikasi jual-beli pulau oleh swasta kepada warga negara asing di Kepulauan Nusa Tenggara.

Hal ini tentu sangat disayangkan karena keuntungan yang seharusnya masuk ke kas negara malah jatuh ke tangan asing. Kedaulatan NKRI pun seakan ternodai. Inilah pulau-pulau  di Indonesia  yang sudah dikelola asing.

Pulau Bidadari, Kanawa, dan Sebayur di Nusa Tenggara Timur

Kanawa

Mengutip dari Tempo.co, Pulau Bidadari dikelola Ernest Lewandoski dari Inggris. Sedangkan Pulau Kanawa dikelola oleh Stefano Plaza dan Pulau Sebayur oleh warga asing bernama Mr Ed. Di pulau-pulau tersebut telah dibangun resort untuk tempat wisata.

Data Kantor Penanaman Modal Manggarai Barat NTT menyebutkan ketiga pulau itu disewakan kepada pihak asing selama 25-30 tahun dengan sistem hak guna usaha (HGU). Izin HGU bagi investor asing itu dikeluarkan masing-masing pada 2001 untuk Pulau Bidadari, Pulau Kanawa pada 2010, dan Sebayur pada 2009. Kabarnya, nilai investasi Pulau Bidadari sebesar USD 382,2 juta, Pulau Kanawa USD 35 juta, dan Pulau Sebayur USD 2,5 juta.

(Baca juga: Yuk Kunjungi Wisata Pantai yang Bisa Membuatmu Serasa Miliki Pulau Pribadi)

Selain tiga pulau itu, pulau-pulau lain di Manggarai Barat juga telah dilirik oleh investor asing. Dari 162 pulau di Manggarai Barat, saat ini hanya 13 pulau yang berpenghuni.

Pulau Cubadak di Sumatera Barat

Pulau-Cubadak


Pulau Cubadak yang memiliki luas wilayah 5.749 km persegi ini awalnya tak berpenghuni.  Namun sejak tahun 1996, pulau ini dikelola oleh Nanni Casalegno yang berkewarganegaraan Italia. Keunggulan dari pulau ini adalah ekosistem yang tetap terjaga dan fasilitas yang menyediakan privasi penuh bagi pengunjungnya.

(Baca juga: Sepele, Tapi Bisa Bikin Perjalanan Liburan Jadi Berantakan)

Karena dikelola oleh orang Italia, tak heran jika pulau ini sangat terkenal di Italia sana. Mayoritas pengunjungnya pun merupakan turis asing. Sungguh miris padahal letaknya di Indonesia namun tidak terlalu populer di kalangan turis domestik. Di pulai ini terdapat 12 bungalow menghadap pantai dan membelakangi hutan asri. Kamu yang ingin mengusir stres pasti senang berlibur ke sini karena suasana pulaunya sangat tenang tanpa ombak dengan air bening dan pasir putih.

Pulau Moyo di Kabupaten Sumbawa Besar NTB

Moyo

Berada 2,5 km dari pulau Sumbawa, Pulau Moyo termasuk kawasan ekslusif karena dikelola oleh Resort Amanwana. Pulau dengan luas 32.044,86 ha ini berpenduduk 1.944 jiwa berdasarkan data sensus 2010. Meski terdapat tenda-tenda mewah full AC bagi pengunjung yang menginap, pulau ini tetap masuk ke dalam Taman Wisata Alam Laut dengan luas 6.000 hektar.

Tak hanya menyajikan pantai berpasir putih, di pulau ini kamu bisa menyaksikan keanekaragaman flora dan fauna serta air terjun. Keindahan dan kekayaan ini konon membuat mendiang Putri Diana dari Inggris kepincut saat bertandang pada 1993 lalu. Pulau Moyo juga masuk ke dalam tempat liburan favorit pesepak bola David Beckham.

Ada dua alternatif untuk  mencapai pulau ini yakni jalan darat dan jalan udara. Jalan darat dilayani mobil selama kurang lebih enam jam dengan perinician Mataram ke Pelabuhan Khayangan selama 2 jam. Perjalanan di lanjut Kapal Ferri  ke Poto Tano (Sumbawa Barat) selama 1-2 jam, lalu Poto Tano ke Sumbawa Besar salama 2 jam. Sementara itu jalur udara dilayani oleh pesawat Fokker 50 dan sebuah Maskapai yang terbang setiap Selasa dan Jumat dari Mataram ke Sumbawa Besar. Perjalanan via udara hanya memakan waktu 35 menit saja.

(Baca juga: Liburan Hemat Bisa Jadi Boros Gara-gara Ini)

Pulau Menyawakan di Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah

Menyawakan

Dari 27 pulau yang termasuk dalam Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, terdapat satu pulau yang tercatat dimiliki asing. Pulau Menyawakan dikelola oleh Mr. Lak dan Mr. Hands pemilik Kura-Kura Resort yang berkebangsaan Swedia.

Di pulau ini kamu dapat melakukan berbagai olahraga air seperti memancing, snorkeling, dan jet ski. Pada musim-musim tertentu, para wisatawan yang beruntung bisa mendapatkan ikan tongkol yang panjangnya mencapai 60 sentimeter. Waktu terbaik untuk mengunjungi pulau ini adalah dari April hingga Juli saat musim kemarau untuk menghindari badai laut.

(Baca juga: Inilah Resor Termewah di Berbagai Negara)

Pulau Asu di Nias Barat dan Pulau Sibaranu di Nias Selatan

Pulau Asu

Kedua pulau tersebut telah dikelola asing sejak 2008. Pulau Asu dikelola oleh warga negara Australia dan Amerika sedangkan pulau Sibarana oleh warga negara Australia.  Sejak dikuasai WNA, di kedua pulau itu kini berdiri sejumlah villa dan cottage. Kedua pulau itu selalu ramai dikunjungi warga asing, terutama dari Australia, Italia dan Amerika Serikat.

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami