Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

SEA Games 2019 Usai, Jokowi Janjikan Bonus Bagi Peraih Medali

by Gentur Putro Jati on 13 Desember, 2019

Penyelenggaraan SEA Games ke-30 di Filipina telah usai pada 11 Desember dan tuan rumah berhasil menyabet gelar juara umum dengan perolehan medali 149 emas, 117 perak, dan 121 perunggu. Tongkat estafet tuan rumah secara resmi telah diserahkan kepada Vietnam untuk penyelenggaraan di 2021 mendatang.

Meski telah usai, namun layaknya penyelenggaraan ajang olahraga multi event lainnya, SEA Games kali ini juga meninggalkan berbagai cerita menarik, termasuk juga kritik untuk tuan rumah. Berikut ini adalah fakta menarik tentang SEA Games 2019 di Filipina:

  • Filipina empat kali jadi tuan rumah SEA Games

Filipina bukan kali pertama menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara. Sebelumnya negara yang terletak di Utara Pulau Sulawesi ini pernah menjadi tuan rumah ajang ini pada 1981, 1991, 2005, dan 2019.

Selama keikutsertaan di Southeast Asian Games ini, Filipina baru dua kali menjadi juara umum yakni saat menjadi tuan rumah tahun 2005 dan pada tahun 2019 ini. Pada tahun 2005 negara yang saat ini dipimpin Presiden Rodrigo Duterte meraup 113 emas, 84 perak, dan 94 perunggu.

Namun, pada saat menjadi tuan rumah tahun 1991, Filipina gagal menjadi juara umum karena hanya berada di posisi kedua dengan 90 emas, 62 perak, dan 86 perunggu, kalah dari Indonesia yang berhasil keluar menjadi juara umum dengan 92 emas, 86 perak, dan 67 perunggu.

  • Banyak kontroversi

Penyelenggaraan SEA Games tahun 2019 ini banyak kontroversi dan menjadi sorotan publik internasional karena buruknya pelayanan dan persiapan Filipina sebagai tuan rumah. Hingga satu pekan jelang pembukaan pada 30 November lalu, venue pertandingan dan infrastruktur pendukung banyak yang belum siap.

Kontroversi penyelenggaraan SEA Games 2019 dimulai dengan banyaknya atlet dari negara peserta yang terlantar akibat buruknya koordinasi akomodasi dan transportasi, khususnya untuk cabang olahraga sepakbola karena tiba lebih awal untuk memulai pertandingan sebelum pembukaan resmi.

Atlet yang sempat terlantar antara lain dari Kamboja, Myanmar, Thailand, Timor Leste, dan juga Indonesia. Pihak penyelenggara tampak belum siap dalam hal transportasi penjemputan atlet di bandara untuk menuju tempat penginapan dan juga tempat latihan terlambat hingga berjam-jam. Bahkan, ada beberapa atlet yang diantar ke hotel yang bukan tempatnya menginap.

(Baca juga: Kontroversi di SEA Games 2019, Harap Bersabar, Ini Ujian!)

Kontroversi lainnya adalah terkait ketersediaan makanan untuk para atlet, khususnya yang beragama Islam karena tidak tersedianya makanan halal. Bahkan, Komisi Muslim Nasional Filipina menyatakan bahwa PHISGOC sebagai panitia penyelenggara telah mengabaikan rekomendasi mereka untuk menyediakan makanan bersertifikasi halal serta penyediaan ruang salat terpisah yang dilengkapi dengan arah kiblat untuk delegasi beragama muslim.

Kontingen Singapura sampai mengeluarkan surat untuk PHISGOC karena para atlet dan ofisialnya justru diberi makanan khas Filipina ‘kikiam’ yang berisi daging babi. Selain itu, karena tidak ada penjelasan rinci mengenai makanan halal dan nonhalal, kontingen Malaysia memutuskan untuk menyiapkan makanan sendiri karena tuan rumah gagal menjamin ketersediaan makanan halal dengan baik.

Filipina juga dinilai kurang memperhatikan kandungan gizi saat menyuguhkan makanan untuk para peserta SEA Games 2019.

  • Pertandingkan 56 cabang olahraga

Penyelenggaraan SEA Games 2019 mempertandingkan 56 cabang olahraga dengan 530 nomor pertandingan dan menjadi yang terbanyak selama penyelenggaraan SEA Games sejak pertama kali diselenggarakan tahun 1959 silam.

Rekor sebelumnya dipegang Indonesia yang mempertandingkan 44 cabang olahraga dan 545 nomor pertandingan. Beberapa cabang olahraga baru yang dipertandingkan antara lain e-Sport yang mempertandingkan game Mobile Legends, Starcraft II, Hearthstone, Dota 2, Arena of Valor, dan Tekken 7.

Kemudian cabang olahraga baru lainnya adalah kickboxing, jiu-jitsu, sambo, kurash, basket 3×3, skateboard, hoki bawah air, obstacle course race, selancar, dan modern pentathlon.

  • Janji bonus Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi prestasi atlet-atlet Indonesia di SEA Games ke-30 karena mampu melebihi target perolehan medali emas. Meskipun Indonesia tidak bisa memenuhi target finish di dua besar.

(Baca juga: Jadi Tuan Rumah Sea Games 2019, Filipina Punya Banyak Tempat Wisata Indah)

“Target saya masuk ke dua besar, tapi sekarang masuk ke empat besar. Namun, emasnya memang melampaui target yang sudah kita berikan, lebih kan dari 60. Target pertama 45, saya nggak mau, 60 sudah terlampaui, sekarang dapat berapa? 72 emas. Terlampaui,” kata Jokowi menjawab usai meresmikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Rabu (12/12) siang.

Dengan demikian, Ia menegaskan, pemerintah akan memberikan bonus kepada para peraih medali SEA Games 2019 di Filipina.

“Bonusnya seinget saya peraih emas Rp500 juta, perak Rp300 juta, dan Rp200 juta perunggu kalau nggak keliru,” ujar Jokowi.

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum