Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Sebelum Pindah ke Ibu Kota Baru PNS Perlu Siapkan Ini

by Sindhi Aderianti on 4 September, 2019

Ibu kota resmi dipindahkan ke Kalimantan Timur (Kaltim) sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (26/8) di Istana Negara. Adapun lokasi terpilihnya, yakni di sebagian kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Konon, dua wilayah tersebut jika digabungkan memiliki luas hampir tiga kalinya DKI Jakarta.

PNS ASN

Atas kebijakan ini, sekitar 200.000 PNS yang ada di Jakarta pun diperkirakan bakal pindah ke ibu kota baru tersebut. Bila ditambah anak-istri perkiraannya menjadi 884.840 orang. Pemerintah sendiri menargetkan pemindahan ibu kota bisa dilaksanakan pada 2024. Sementara pembangunannya, akan mulai dilakukan sejak 2021.

(Baca juga: PNS Kementerian Keuangan dan 3 Instansi Lain Ikut Jokowi Pindah ke Ibu Kota Baru)

Namun, survei Indonesia Development Monitoring (IDM) menunjukkan sekitar 94,7 persen PNS menolak untuk dipindahkan ke Kalimantan Timur. Kebanyakan dari mereka khawatir dengan kurang memadainya fasilitas kesehatan dan pendidikan anak, serta biaya hidup yang pastinya lebih tinggi.

Di samping itu, survei yang melibatkan 1.225 responden PNS ini juga mencatat jika mereka dipaksa pindah bertugas ke ibu kota baru, maka sebanyak 78,3% akan mengajukan pensiun dini.

Keuntungan Dipindahkan ke Kaltim

Meski pemindahan ibu kota ini mengundang cukup banyak pro dan kontra, di balik itu semua ada keuntungan yang ditawarkan oleh pemerintah. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Syafruddin mengungkapkan PNS akan mendapatkan berbagai fasilitas yang disiapkan oleh negara, salah satunya ialah tempat tinggal. Paling tidak, kalau fasilitas perumahan sudah disiapkan oleh negara, jadi tidak harus mengontrak-ngontrak rumah atau beli rumah, kan?

Lalu soal jarak tempuh, pastinya juga lebih singkat dibandingkan ketika masih berkantor di Jakarta. Hal ini dikarenakan banyaknya PNS yang bermukim jauh-jauh seperti di Bekasi atau Tangerang. Jarak tempuhnya dari rumah ke kantor bisa memakan waktu 1 jam, itupun dengan berangkat sedari jam 5 subuh. Kalau telat sedikit, pasti terjebak macet.

Di Kaltim nanti, rumah dinas PNS akan dibangun sangat dekat dengan lokasi perkantoran. Sehingga drama ngantor seperti lama di jalan atau terjebak macet tak lagi jadi ‘makanan’ sehari-hari. Tidak hanya perumahan, pemerintah juga akan menyiapkan fasilitas transportasi gratis bagi PNS di calon ibu kota baru.

Bagaimana dengan gaji dan tunjangan? Dua hal tersebut dijamin akan utuh karena mereka tak perlu mengeluarkan ongkos untuk ke kantor, termasuk transportasi anak sekolah. Mengingat jarak antara rumah dan tempat beraktivitas semua relatif dekat, bahkan jika ditempuh dengan berjalan kaki.

Tips Pindahan Keluar Pulau

Mau tidak mau, pemindahan PNS ke ibu kota baru akan tetap dilakukan. Tepatnya setelah sarana dan prasarana rampung di 2024 nanti. Walaupun masih sekitar lima tahun lagi, tak ada salahnya kamu yang berprofesi sebagai PNS mengambil ancang-ancang dari sekarang. Catat step by step pindahan keluar pulau berikut ini, yuk!

1. Kumpulkan dokumen penting

Pertama, kumpulkan dokumen-dokumen penting yang terkait dengan kependudukanmu. Mulai dari Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, Akta Lahir, dan lain sebagainya. Semua berguna untuk kebutuhan administrasi ketika sudah bermukim di ibu kota baru nanti.

Kemas dokumen tersebut pada map berbahan plastik. Sebaiknya, bawa dokumen penting tersebut sendiri. Jangan digabungkan dengan barang-barang lain yang akan dikirim melalui kargo untuk menjaga dari kerusakan / kehilangan.

2. Packing sesuai kebutuhan

Ketika mulai packing, kamu harus jeli memilih mana barang yang akan dibawa dan yang tidak. Mengapa semua barang tidak perlu dibawa? Biaya pindahan rumah antar pulau akan dihitung berdasarkan kubikasi / CBM.

Jika kamu berhasil mengemas barang-barang tersebut seminimalis mungkin, maka dapat dipastikan ongkos ekspedisi antar pulau akan menjadi sangat murah. Hindari pula membawa barang-barang seperti makanan atau tanaman, sebab keduanya cukup rentan mengalami kerusakan.

3. Cari tahu lingkungan sekitar

Bila ibu kota baru nantinya sudah hampir rampung pembangunannya, cari tahu bagaimana gambaran lingkungan sekitar tempat tinggalmu nanti. Fasilitas umum seperti rumah sakit, minimarket, SPBU, akses internet, dan lain-lain. Pastikan kamu merasa nyaman dengan lingkungan dan fasilitas tersebut. Berlaku juga untuk fasilitas sekolah apabila kamu akan membawa anak yang masih berstatus sebagai pelajar.

Untuk ‘cek ombak’ ini, kamu dapat  mengandalkan kemajuan teknologi, seperti melihatnya lewat Google Street View.

4. Gunakan jasa ekspedisi terpercaya

Pindahan antarpulau tentu berbeda. Kamu memerlukan jasa ekspedisi untuk memboyong semua barang-barang rumah tangga, bahkan kendaraan hingga selamat ke tempat tujuan. Maka itu, pilih jasa ekspedisi antar pulau yang sudah berpengalaman.

Ekspedisi yang bonafide pastilah memiliki media sosial atau website untuk merekam testimoni dari pelanggan. Kamu bisa tahu ekspedisi tersebut terpercaya atau tidak dengan membaca komentar pelanggan di sana.

(Baca juga: Mengenal Objek Wisata dan Kuliner Khas Penajam Paser dan Kutai Kertanegara)

Semakin banyak komentar positif artinya, kamu tidak salah memilih jasa ekspedisi. Sebaliknya, jika banyak yang menceritakan pengalaman buruk menggunakan jasa perusahaan tersebut maka sebaiknya kamu mencari layanan ekspedisi dari perusahaan lain.

5. Asuransikan barang

Untuk memastikan pengiriman barang selalu aman, pastikan barang-barang yang kamu hendak kirim tersebut diasuransikan oleh pihak jasa ekspedisi. Bila kamu mengirim kendaraan seperti mobil atau motor, tidak ada salahnya juga untuk membeli asuransi kendaraan.

Sehingga jika pahit-pahitnya terjadi musibah di luar dugaan pada aset berharga terebut, asuransi bisa menanggungnya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika terjadi sesuatu selama proses pengiriman.

Satu hal yang tak kalah pentingnya lagi, jaga selalu kesehatanmu. Agar stamina lima tahun kedepan, tetap on dan siap pindah ke ibu kota baru. Lakukan medical check up minimal tiga bulan sekali di rumah sakit. Manfaatkan fasilitas asuransi kesehatan agar cash flow-mu tetap aman. Mau punya asuransi kesehatan terbaik? Temukan hanya di CekAja.com sekarang!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami