Seberapa Sering Harus Tes Covid-19? Ini Anjuran Menurut WHO

5 min. membaca Oleh Vera Khairifah on

Sebagai orang yang ingin memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat, maka kita pun peduli dengan intensitas tes Covid-19 yang harus dilakukan. Lalu, seberapa sering harus tes covid-19? Berikut penjelasan menurut anjuran WHO.

Covid-19 atau Coronavirus disease 2019 adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus jenis baru yakni Sars-CoV2.

Sehingga belum banyak perkembangan medis yang menangani pasien yang terinfeksi virus corona ini.

Covid-19 yang masuk tubuh akan menyerang sistem pernapasan, menimbulkan kekambuhan penyakit lain (pada seseorang yang mengidap penyakit lain sebelumnya), dan kemudian terus melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Mulanya, kasus temuan pengidap Covid-19 ditemukan di Wuhan, Tiongkok, pada Desember 2019.

Penularan virus yang cepat melalui droplet pengidap membuat jumlah korban semakin banyak. Belum lagi dengan banyaknya pengidap yang ternyata tidak merasakan gejala sama sekali.

Migrasi orang yang keluar-masuk Tiongkok kemudian membuat penularan virus semakin menggila.

Sebutan pandemi alias wabah besar di seluruh dunia pun dinyatakan oleh badan kesehatan dunia atau World Health Oragnization (WHO).

Gejala Pengidap Covid-19

Usaha pengembangan penelitian mengenai seluk beluk Covid-19 masih terus dilakukan tenaga ahli di berbagai negara di dunia.

Meskipun ada pengidap yang terinfeksi Covid-19 tanpa merasakan gejala, namun ada gejala umum yang bisa menjadi patokanmu untuk selalu waspada.

Berikut gejala seseorang yang mengidap Covid-19:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk kering
  • Hilangnya kepekaan dari indera perasa dan indera penciuman
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Mata merah
  • Sesak napas
  • Kadar oksigen di dalam darah (saturasi) rendah

Buat kamu yang khawatir karena merasakan gejala ini atau berisiko tertular, sebaiknya pemeriksaan melalui tes Covid-19 segera dilakukan.

Untuk mengetahui seberapa sering harus tes Covid-19, simak penjelasan dalam artikel berikut ini.

Cara Penularan Covid-19

Hal yang tidak biasa pada Covid-19 adalah soal cara penularannya. Awalnya, diketahui bahwa penularan virus corona adalah melalui air liur dan droplet (cairan percikan pernapasan dari mulut dan hidung) penderitanya.

Sehingga kita harus waspada pada kemungkinan cairan yang keluar pada saat pengidap bersin, batuk, atau membuang air liurnya.

Setiap cairan yang keluar dan kemudian hinggap ke berbagai benda bisa bertahan dalam waktu beberapa jam hingga puluhan jam lamanya.

Jika virus yang hinggap tersentuh, lalu kamu sembarangan menyentuh area mata, hidung dan mulut, maka virus pun akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

Pada Juli 2020 lalu, WHO akhirnya menetapkan kemungkinan cara penularan baru yakni melalui udara di dalam ruangan tertutup.

Sebab, sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa terjadi peningkatan risiko penularan pada ruangan yang memiliki sirkulasi udara terbatas seperti ruangan ber-AC misalnya.

Maka dari itu, diharapkan masyarakat untuk waspada terutama dengan menghindari kerumunan apalagi kegiatan dengan banyak orang di dalam ruangan.

Jenis Tes Covid-19

Ada beberapa tes Covid-19 yang bisa kamu lakukan. Berbagai jenis tes kini sudah tersedia di sebagian Puskesmas, hingga klinik maupun rumah sakit di seluruh Indonesia.

Berikut daftar jenis-jenis tes Covid-19 yang tersedia di Indonesia:

Rapid Test

Yakni jenis tes dengan mengambil sampel darah untuk diuji antibodi Immunoglobulin G, dan Immunoglobulin M, serta kepekaan terhadap SARS-CoV-2.

Hasil dapat diketahui antara 15 menit sampai 1 jam. Rapid test hanya dilakukan jika adanya keterbatasan pemeriksaan PCR, dan bukan merupakan jenis tes untuk kebutuhan diagnostik.

PCR Test

Yakni jenis tes dengan mengambil sampel berupa cairan hidung dan tenggorokan. Deteksi virus diteliti dengan mengecek deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA).

Disebut-sebut sebagai tes paling akurat karena langsung mendeteksi keberadaan virus di dalam RNA.

Swab Antigen

Yakni jenis yang teknik pengambilan sampelnya sama dengan PCR, dengan cairan hidung dan tenggorokan.

Swab antigen mendeteksi keberadaan virus lewat sampel antigen atau protein yang dikeluarkan virus. Serta sangat disarankan sebagai pemeriksaan untuk terduga orang yang baru saja terinfeksi Covid-19.

(Baca Juga: Biaya Test Covid-19 Beserta Langkahnya)

Seberapa Sering Harus Tes Covid-19?

“Lalu, seberapa sering harus tes Covid-19?”

Pertanyaan ini mungkin menjadi puncak dari kekekhawatiran orang-orang yang ingin melakukan tindakan antisipasi lebih jauh.

Di era new normal, sebagian besar orang di Indonesia mulai beraktifitas seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta gaya hidup sehat.

Banyak perusahaan yang mulai memberlakukan jam kerja di kantor kembali normal, beberapa mall yang buka, pedagang yang kembali membuka usahanya, sekolah yang direncanakan dibuka untuk pembelajaran tatap muka mulai tahun depan, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, hal ini tidak serta merta menurunkan jumlah korban Covid-19. Maka dari itu, kamu harus tetap waspada dengan mengetahui info soal seberapa sering harus tes Covid-19.

Dilansir dari Detik Health, Kusubbid Tracking Satgas Covid-19 dr Kusmedi Priharto SpOT MKes mengatakan bahwa tes Covid-19 setidaknya dilakukan minimal seminggu sekali.

Himbauan ini berlaku untuk orang yang bergejala maupun tidak, khususnya yang memiliki tingkat risiko tertular yang tinggi.

Misalnya bagi kamu yang harus bekerja di luar rumah, berhadapan dengan banyak orang, dan berada di ruangan tertutup dalam waktu yang lama.

Sedangkan untuk tenaga medis yang bekerja di area yang sangat berisiko menjadi tempat penularan Covid-19, maka dianjurkan untuk tes minimal dua kali dalam seminggu.

Anjuran intensitas tes Covid-19 sesuai dengan rilis WHO. Sehingga ada baiknya jika kamu menaatinya.

(Baca Juga: Perlukah Pakai Masker di Rumah? Cek Fakta Terbarunya di Sini!)

Cara Cegah Penularan Covid-19

Banyak orang yang takut melakukan tes Covid-19 karena berbagai alasan.

Mulai dari takut tidak bisa masuk kerja dan menerima gaji, takut dikucilkan warga dan lingkungan sekitar, hingga takut jika harus mengocek biaya yang mahal.

Jangan memusingkan soal seberapa sering harus tes Covid-19, karena sebenarnya biaya tes semakin terjangkau, bisa diklaim asuransi, bahkan ada pula yang gratis di beberapa Puskesmas.

Namun, jika kamu masih tertekan soal anjuran seberapa sering harus tes Covid-19 tadi, ada baiknya kamu menurunkan risiko dengan mencegah penularan Covid-19.

Berikut beberapa hal yang bisa menjadi langkah pencegahan penularan Covid-19:

  • Terapkan protokol kesehatan, meliputi rajin cuci tangan, tidak sembarangan memegang mata, hidung, dan mulut, jaga jarak, dan memakai masker medis.
  • Makan makanan bergizi tinggi
  • Minum vitamin bila perlu
  • Rutin olahraga ringan setidaknya tiga kali seminggu
  • Rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi
  • Cek kadar saturasi darah
  • Membatasi kontak fisik dengan orang serumah apabila kamu banyak beraktifitas di luar rumah.

Jadi, itulah penjelasan soal seberapa sering harus tes Covid-19. Jagalah selalu kondisi kesehatanmu, dan ada baiknya untuk mempertimbangkan kepemilikan asuransi di masa pandemi yang rawan ini.

Risiko sakit maupun kecelakaan tidak bisa dipastikan kapan datangnya. Jangan tunggu sampai nyawa terancam, miliki asuransi kesehatan untuk mendapat jaminan layanan kesehatan terbaik.

Enggak usah bingung cari rekomendasi asuransi kesehatan, di sistem perbandingan CekAja.com, kami menyortir produk asuransi yang cocok dengan kebutuhan dan premi terjangkau.

Semuanya disesuaikan dengan profil finansialmu, sehingga lebih akurat dan pas untuk dipilih.

Untuk mengajukan kepemilikan asuransi, kamu cukup mengisi data diri dan membayar premi bulan pertama.

Petugas CekAja.com akan membantu pengajuan tersebut dengan cara yang aman, karena CekAja.com sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yuk, miliki asuransi kesehatan terbaik sekarang juga!

Tentang kami

Vera Khairifah

Vera Khairifah