Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Sederet Keunggulan Homeschooling, Orangtua Perlu Tahu

by Sindhi Aderianti on 3 Oktober, 2019

Pendidikan adalah hal terpenting bagi setiap anak di dunia. Demi masa depannya, tentu orangtua ingin sekolah yang terbaik untuk mereka. Pernah mempertimbangkan homeschooling? Cek serba-serbinya yuk!

mata minus pada anak-anak

Homeschooling merupakan program belajar-mengajar yang dilakukan tanpa fasilitas sekolah umum. Meski begitu, kegiatannya tak terbatas di rumah saja. Di negara maju, istilah homeschooling lebih dikenal dengan sebutan home education,  sekolah mandiri atau home based learning yang dilaksanakan secara individu maupun berkelompok.

Sistem pembelajaran ini dapat menjadi alternatif bagi orangtua yang mempunyai keraguan tertentu. Misalnya dari segi kurikulum pendidikan ataupun lingkungan sekolah. Dengan homeschooling orang tua juga dapat menyeleksi sendiri pengajar dan tutor yang memang sesuai dengan kepribadian anak.

(Baca juga: Pentingnya Mendampingi Anak di Hari Pertama Sekolah)

Tertarik meyekolahkan anak secara homeschooling? Homeshcooling tak selamanya membuat anak minim sosialisasi, kok. Berikut ini kelebihan-kelebihan homeschooling yang justru tidak diperoleh jika bergabung di sekolah biasa:

1. Waktu belajar fleksibel

Kelebihan utama homeschooling adalah waktu belajar yang fleksibel. Orangtua, anak, serta pengajar dapat berdiskusi untuk menentukan waktu belajar terlebih dahulu. Durasi dalam sehari pun bisa dikoordinasikan. Sehingga anak tak merasa kelelahan seperti di sekolah umum, yang mengharuskan siswa masuk dari jam tujuh pagi dan pulang di sore harinya. Selain itu, anak pun bebas untuk menentukan lokasi, frekuensi, dan jadwal mata pelajaran yang ingin dipelajari.

2. Mudah dipantau

Bernuansa privat, homeschooling membuat orangtua lebih mudah memantau perkembangan belajar-mengajar anak. Sebarapa jauh progres anak, dapat langsung diketahui tanpa harus meminta laporan dari guru. Bahkan sebagai penanggungjawab, orangtua bisa dengan leluasa menentukan apa dan bagaimana sistem belajarnya.

3. Suasana kondusif

Berbeda dengan sekolah formal yang cenderung serius, homechooling menawarkan suasana belajar yang fleksibel namun tetap kondusif. Jadi, anak tak merasa tertekan ketika waktunya harus sekolah. Tidak ada distraksi pula seperti di sekolah formal yang satu kelasnya saja berisi hampir 50 anak. Lebih nyaman, tenang, dan bersahabat untuk anak. Maka dari itu, anak pun cepat mengerti setiap pelajaran.

4. Mengedepankan skill

Setiap anak terlahir dengan potensi yang berbeda-beda. Tidak ada yang bisa mahir dalam berbagai hal. Inilah poin yang kurang menjadi concern sekolah formal, dimana semua murid diharuskan mempelajari subjek yang mungkin tidak mereka minati. Homeschooling lebih memfokuskan tiap siswa untuk mengasah skill mereka, sebagai bekal di dunia kerja nantinya.

5. Tetap Bersosialisasi

Homeschooling sering diidentikan dengan sekolah yang mebatasi anak untuk bersosialisasi. Padahal sesungguhnya, kini sudah banyak komunitas homeschooling di setiap daerah. Sehingga anak bisa saling bertemu, bahkan untuk belajar kelompok sesekali. Jadi, salah kaprah bila homeschooling bikin anak kuper alias kurang pergaulan. Justru anak akan diajarkan bergaul dengan berbagai usia, bukan hanya dengan yang sepantaran.

6. Pergaulan aman

Beberapa orangtua mungkin merasa khawatir dengan pergaulan sang buah hati di sekolah. Terlebih saat ini banyak kasus bullying yang mencelakakan bahkan sampai merenggut nyawa anak. Dengan menyekolahkan anak secara homeschooling, orangtua pun tak lagi harus was-was karena bisa mengontrol langsung pergaulannya.

Legalitas dan kurikulum

Menurut pakar edukasi Mohammad Nuh, metode homeschooling adalah proses pembelajaran yang legal. Sesuai dengan Undang-undang tentang Sitem Pendidikan Nasional no 20 tahun 2003.

(Baca juga: Memilih Sekolah Pertama yang Menyenangkan untuk si Kecil)

Homeschooling memiliki kurikulum lebih fleksibel karena boleh menggunakan kurikulum seperti sekolah formal, mengikuti kurikulum dari luar negeri, atau membuat kurikulum khusus sesuai kebutuhan dan minat anak. Dengan kata lain, dalam memilih sekolah ini butuh komitmen dan kreativitas orangtua untuk mendesain serta melaksanakan model belajar sampai anak sukses mengemban pendidikannya paling tidak selama 12 tahun.

Persiapkan biayanya

Bagaimana dengan biaya yang dibutuhkan untuk homeschooling? Berbeda dengan sekolah, dimana orangtua harus mengeluarkan biaya yang telah ditetapkan (biaya gedung, seragam, buku, iuran bulanan, dan lain sebagainya). Orangtua bisa menentukan sendiri budget sesuai fasilitas yang akan diambil untuk menunjang sarana belajar-mengajar.

Menurut praktisi sekaligus pemilik Kak Seto Homeschooling (KSHS), Seto Mulyadi, biaya pendidikan homeschooling sama relatifnya dengan di sekolah umum. Semakin banyak fasilitas yang dipilih maka biayanya pun lebih tinggi. Sementara itu untuk kisaran uang pangkal homeschooling, budjet yang dibutuhkan variatif. Mulai dari Rp10 – Rp20 juta. Dengan SPP (iuran bulanan) di angka Rp 750 ribu – Rp 1,6 juta perbulan.

Jadi, sekolah umum atau homeschooling? Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai orangtua, yang terpenting harus menyesuaikan jenis sekolah dengan kebutuhan anak itu sendiri.

Libatkan mereka untuk menentukan sendiri pilihannya.  Karena biar gimanapun, anak yang akan menjalani fase tersebut dalam waktu bertahun-tahun lamanya. Jadi harus senyaman mungkin agar tidak menganggu efektivitas belajar mereka.

Soal biaya, jangan khawatir. Kamu bisa memenuhi kebutuhan dana pendidikan si buah hati dengan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang bisa kamu pilih dan dapatkan lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.