Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Ini Perusahaan Dunia yang Hengkang Dari Indonesia!

by Gito on 1 November, 2019

Saat ini, tercatat sudah ada 6 perusahaan dunia yang hengkang dari Indonesia. Sektor bisnis yang digeluti pun cukup beragam. Ada dari sektor otomotif, minuman ringan dan juga elektronik. Tingginya tingkat persaingan penjualan dan mahalnya harga bahan baku diduga menjadi salah satu penyebab dihentikannya operasional perusahaan-perusahaan tersebut.

perusahaan hengkang _ investasi - CekAja.com

JIka dilihat secara makro, kondisi ekonomi di tanah air berada pada level yang cukup menantang sejak 2016 lalu. Melambatnya ekonomi global dan kinerja ekspor yang belum berada pada level terbaiknya membuat ekonomi domestik mengalami perlambatan.

Meskipun pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 sempat berada pada titik tertingginya sejak tahun 2014, yakni mencapai 5,03% dan kembali naik di 2017 menjadi 5,07% juga terus naik di 2018, dimana pertumbuhan ekonomi melesat lebih tinggi menjadi 5,17%.

Namun hal tersebut ternyata tidak sejalan dengan kencangnya konsumsi rumah tangga. Masyarakat diduga masih menahan daya belinya dan memilih untuk menyimpan dananya di bank.

Nah berikut merupakan beberapa perusahaan yang memlih menutup operasionalnya di Indonesia, simak yuk!

(Baca juga: Hidup Foya-Foya dan Berutang, 5 Miliarder Ini Akhirnya Bangkrut)
Chevrolet

Beberapa hari lalu, kabar mengejutkan datang dari salah satu raksasa otomotif di dunia, Chevrolet PT General Motor Indonesia (GMI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Chevrolet secara resmi mengumumkan rencananya untuk menghentikan aktivitas penjualan di Indonesia pada Maret 2020.

Hal tersebut tentu saja menghebohkan banyak pihak. Pasalnya, jika dilihat negeri ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dibanding negara tetangganya. Lantas apa yang membuat merek yang sudah ada sejak tahun 1911 itu menghentikan penjualannya di Indonesia.

Memang jika melihat data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada periode Januari hingga Agustus 2019, volume penjualan mobil di tanah air masih didominasi oleh mobil Jepang.

Dari total penjualan sebanyak 660.286 unit, merek Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi dan Suzuki masuk dalam kategori merek terlaris. Kuatnya merek dan juga derasnya kompetisi harga juga menjadi salah satu penyebab kurang lakunya merek mobil non Jepang di pasaran Indonesia.

Chevrolet sendiri sudah melihat tren penurunan penjualan sejak 3 tahun terakhir. Hingga September 2019 penjualan Chevy hanya mencapai 970 unit. Padahal di 2018 penjualan Chevrolet masih berada di angka 2.444 unit.

Angka itu pun sebenarnya juga sudah mengalami penurunan jika dibanding penjualan di 2017 yang mencapai 3.600 unit. Ancang-ancang hengkangnya Chevy dari Indonesia juga sudah bisa dilihat dari ditutupnya pabrik perusahaan yang berada di Bekasi, Jawa Barat 2015 lalu.

Aksi yang dilakukan oleh Chevrolet ini menyusul perusahaan otomotif asal Paman Sam, Ford yang sudah lebih dulu menghentikan penjualannya di Indonesia pada 2016.

Ford

Ford akhirnya memutuskan untuk menutup 44 dealernya di Indonesia. Mengutip laman Reuters, terdapat 2 faktor yang membuat Ford menghentikan operasinya.

Pertama adalah karena minimnya penjualan dan tidak adanya pabrik perakitan di Indonesia. Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang tahun 2015, penjualan Ford hanya mencapai 4.986 unit di 2015.

Padahal di 2014, penjualan perusahaan masih bisa mencapai 12.008 unit. Bandingkan dengan total penjualan mobil di Indonesia pada 2015 yang mencapai 1.031.291 unit.

Nissan

Nissan Motor Indonesia (NMI) telah mengumumkan secara resmi aksi penutupan salah satu pabriknya yang berada di Karawang, Jawa Barat. NMI sendiri sebenarnya memiliki 2 pabrik, satu untuk produksi Nissan dan satu lainnya untuk produksi Datsun.

Penutupan pabrik ini juga sekaligus membuat NMI tidak lagi memproduksi mobil merek Nissan di Indonesia sejak Februari 2019. Perseroan akan menggenjot produksi di line produksinya tersisa, yakni Datsun untuk menjaga penjualannya.

Sementara untuk mobil Livina mobil terbaru yang sedarinya dirakit secara lokal, kini dialihkan ke pabrik Mitsubishi Indonesia yang merupakan aliansi Mitsubishi – Nissan di tingkat global. Jika kamu masih melihat jenis Nissan baru seperti X-Trail, Serena ataupun Terra itu sepenuhnya didatangkan secara impor atau completely built up (CBU).

(Baca juga: 6 Mitos dan Kebohongan Dunia Otomotif yang Masih Dipercaya Banyak Orang)
Panasonic

Panasonic memutuskan untuk merumahkan karyawannya. Pabrik yang ditutup adalah Panasonic Lighting Indonesia yang memproduksi bohlam lampu. Pabrik tersebut ditutup karena produknya tak lagi memiliki daya saing dengan produk impor China.

Tapi bukan berarti Panasonic hengkang dari Indonesia. Panasonic Indonesia melakukan penggabungan dua unit usaha (merger) yang terdiri dari tiga pabrik yang berada di Pasuruan Jawa Timur, Cileungsi Jawa Barat, dan Cikarang Jawa Barat.

Bagi karyawan yang tidak bersedia pindah, Panasonic menawarkan opsi pensiun dini.

Toshiba

Toshiba melepas pabrik mesin cuci dan televisinya di Indonesia karena pabrik tersebut akan diakuisisi oleh perusahaan asal China, Skyworth. Toshiba seakan-akan mengaku kalah bersaing dengan produk sejenis dari China dan juga Korea Selatan.

Meskipun secara kualitas produk-produk ‎Jepang diakui sangat baik, namun dari sisi harga kalah bersaing dengan produk asal China. Maklum, kecenderungan masyarakat lebih memiliki barang dengan harga yang murah meski kualitasnya tidak menjanjikan.

Pepsi

Pepsi, salah satu merek minuman berkarbonasi juga bakal hengkang dari Indonesia. Berakhirnya hubungan kerja antara PepsiCo Inc dan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur selaku produsen dan juga distributor Pepsi di Indonesia menjadi salah satu alasan berhenti edarnya minuman asal negeri paman sam itu.

Pastinya per tanggal 10 Oktober, Pepsi resmi hilang dari pasaran Indonesia. Tidak hanya itu, merek minuman yang juga berada di bawah PepsiCo Inc seperti Mirinda, 7Up dan juga Pepsi Blue juga ikut hengkang dari Indonesia.

Nah KFC dan juga Pizza Hut dikabarkan juga sudah bersiap mencari pengganti minuman berwarna biru itu. Informasi yang beredar, Coke akan masuk menggantikan Pepsi dalam menu minuman berkarbonasi.

Baik Pepsi maupun KFC merupakan perusahaan yang sama-sama berada dibawah grup Salim. KFC dimiliki oleh PT Fast Food Indonesia Tbk, sedangkan Pepsi yang didistribusikan oleh AIBM merupakan entitas usaha dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Memang untuk menjaga iklim bisnis tidaklah mudah. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kelangsungan suatu usaha. Buat kamu yang ingin memulai bisnis, jangan ciut.

Mulai saja terlebih dahulu rencana bisnismu. Lalu sesuaikan dengan kondisi yang ada. Jika butuh modal untuk membesarkannya, jangan ragu untuk mengakses CekAja.com dan temukan produk keuangan terbaik menurutmu. 

 

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit