Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Sejarah Bank Indonesia, dari De Javasche Hingga Fintech

by lhmdi on 11 April, 2016

wanita sukses_kredit kendaraan - CekAja.com

Apakah Bank Indonesia hanya mengatur pergerakan keuangan bank-bank komersil yang ada di Indonesia saja? Tentu saja tidak.

Berdasarkan sejarah Bank Indonesia, yang awalnya sudah terwujud pada masa Hindia-Belanda, tugasnya tentu saja mengatur segala macam kegiatan ekonomi yang masuk ke Indonesia saat itu. Tepatnya, pada saat masih bernama Hindia-Belanda, di tahun 1828, didirikan De Javasche Bank yang berfungsi untuk mengedarkan uang di Indonesia.

Tidak hanya itu, De Javasche juga bertugas untuk menjaga perputaran uang diantara pedagang-pedagang Internasional yang masuk ke kawasan Indonesia saat itu. Selanjutnya, setelah masa Hindia-Belanda dan penjajahan selesai, De Javasche Bank “berganti baju” dengan fungsi yang dijalankan oleh Bank Indonesia atau dikenal juga dengan singkatan BI. Tepatnya pada tahun 1953, Bank Indonesia akhirnya menggeser De Javasche.

Sebagai bank sentral, BI tetap menjalankan tugas-tugas yang sebelumnya diemban oleh De Javasche, dan kemudian mengawasi kegiatan perbankan, moneter dan pembayaran.

Kemudian, pemerintah Indonesia yang saat itu berada dalam masa transisi dari zaman penjajahan menuju kemerdekaan menerbitkan Undang-Undang Bank Sentral yang berfungsi untuk mengatur tugas serta kedudukan dari Bank Indonesia.

Tujuannya adalah mempertegas fungsi BI dibandingkan dengan bank-bank komersial lainnya yang saat itu hadir di Indonesia.  Perjalanan waktu juga yang membuat tugas Bank Indonesia semakin besar dalam mengelola kegiatan ekonomi di Indonesia.

Pasca reformasi pada tahun 1999, perkembangan sejarah Bank Indonesia semakin bertambah dengan menjadi Bank Sentral Independen yang memiliki tugas dan wewenang menjaga kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang asing. Mengingat hal ini sangat penting dilakukan ketika Indonesia berada dalam krisis ekonomi hebat menjelang akhir 90-an.

Bukannya mutlak, Bank Indonesia pun tidak lepas dari amandemen Undang-Undang Bank Indonesia. Salah satu tugas yang diemban oleh Bank Indonesia pada saat amandemen Undang-Undang adalah menjaga stabilitas sistem keuangan agar Indonesia memiliki kekuatan perbankan secara nasional jika berada dalam situasi krisis ekonomi global dengan peningkatan akses perbankan terhadap layanan pembiayaan jangka pendek.

Sejarah yang berliku tentunya. Sejarah yang menuntun Bank Indonesia juga sigap menghadapi berbagai perubahan yang cepat dalam berbagai kegiatan ekonomi.

Bank Indonesia dan Fintech

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, kita semakin sering mendengar istilah Fintech, yaitu Financial Technology, sebuah layanan keuangan yang dikelola secara digital. Saat ini jumlahnya tentu saja sangat banyak, dan memiliki kategori-kategori yang berbeda.

Rata-rata Fintech hadirkan sebagai sarana atau proses pembiayaan kepada masyarakat untuk menunjang berbagai macam kebutuhan mereka.

Namun, ada juga Fintech yang terlibat sebagai sebuah perusahaan investasi. Ketika membanjirnya layanan Fintech, Bank Indonesia pun tidak ingin ketinggalan!

Dalam hal ini Bank Indonesia mendirikan Fintech Office yang didasari pentingnya mendukung perkembangan transaksi keuangan berbasis teknologi. Ada empat tujuan dan asalan kenapa BI mendirikan Fintech Office:

  1. Menjadi fasilitas perkembangan inovasi dalam ekosistem keuangan yang menggunakan teknologi di Indonesia.
  1. Menyiapkan Indonesia agar lebih optimal mengembangkan teknologi dalam rangka pengembangan perekonomian.
  1. Meningkat daya saing industri keuangan berbasis teknologi di Indonesia.
  1. Menyerap informasi untuk mendukung perumusan kebijakan bank Indonesia sebagai tanggapan Bank Indonesia terhadap perkembangan ekonomi berbasis teknologi.

Terdapat juga fungsi dan peran BI sebagai Fintech Office. Diantaranya adalah menjadi katalisator atau fasilitator, bussiness intelegence, assesmen, hingga berfungsi sebagai pihak yang berkoordinasi dan komunikasi.

Sebagai pengingat, pada awal tahun 2017 ini, BI mengeluarkan beberapa kebijakan baru terhadap perusahaan Fintech. Pada perkembanganya nanti, regulasi-regulasi ini nantinya akan berkembang seiring perjalanan waktu, dan tentu saja akan memunculkan berbagai perusahaan Fintech baru karena mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia.

Perjalanan sejarah Bank Indonesia tentunya akan masih panjang bagi kegiatan perekonomian dan perbankan di Indonesia, mulai dari saat ini hingga tahun-tahun yang akan datang. Sebagai pemegang regulasi, sejarah dan perjalanan ini patut diapresiasi dan dapat dijadikan sebagai pedoman bagi generasi Indonesia di masa depan nanti.

Tentang Penulis

Penulis yang hobi traveling ke daerah pelosok yang belum terjamah.