Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Selain Giant, Ini Para Pemain Ritel yang Berguguran di Indonesia

by Miftahul Khoer on 25 Juni, 2019

Beberapa hari terakhir masyarakat di Jabodetabek dihebohkan dengan diskon gede-gedean produk yang dijual di gerai Giant, menyusul enam gerai ritel milik Hero Group tersebut akan tutup pada 28 Juli 2019 mendatang. Keenam gerai Giant tersebut yaitu Giant Ekspres Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang, Giant Ekspres Pondok Timur, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Ekstra Wisma Asri. 

ritel tutup
Bisnis ritel terutama di Indonesia saat ini memang sedang ngeri-ngeri sedap. Kabar tutupnya ritel yang menjual produk mulai dari makanan hingga fesyen bukanlah hal baru. Beberapa tahun ke belakang para pemain ritel di Indonesia memang satu per satu gugur atau gulung tikar.

Ketatnya persaingan bisnis, perubahan perilaku konsumen, hingga disrupsi gerai ritel dengan toko daring atau online menjadi alasan mengapa ritel tersebut perlahan lenyap satu per satu. Tanpa harus menyalahkan siapapun, kenyataan pola konsumen dan persaingan bisnis saat ini memang demikian adanya. Tak heran jika gerai ritel hampir tiap tahun selalu saja ada yang angkat kaki.

Nah, berikut ini kami telah merangkum gerai-gerai ritel yang pernah berkibar di Indonesia tetapi perlahan gulung tikar akibat beberapa alasan di atas. Apa saja gerai-gerai tersebut? Yuk simak!

Hero Supermarket, 2019

Awal tahun 2019 mungkin menjadi mimpi buruk bagi para karyawan Hero Supermarket. Bagaimana tidak, sekitar 532 karyawan perusahaan harus menerima pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran 26 gerainya resmi ditutup pada 10 Januari 2019. Penutupan ke-26 gerai tersebut diklaim sebagai langkah efisiensi perusahaan.

Hero Supermarket merupakan induk dari usaha yang memiliki anak usaha antara lain Giant Ekstra, Giant Ekspres, Giant Mart, Guardian Health & Beauty, dan IKEA. Hero Supermarket sendiri memiliki total 31 gerai. Jika tutup 26 gerai artinya hanya tersisa 5 gerai. Dari segi keuangan, pada kuartal ke-3 tahun 2018 angka penjualan Hero Group turun tipis menjadi Rp9,849 miliar ketimbang capaian pada 2017 yang tercatat Rp9,961 miliar.

(Baca juga: Agar Bisnis Tak Bangkrut di Tahun Pertama, Ini 5 Tipsnya)
Central Department Store, 2019

Gerai ritel pakaian Central Department Store yang pernah mejeng di Mal Neo Soho, Grogol, Jakarta Barat ini harus terpaksa gulung tikar pada 18 Februari 2019 lalu. Padahal gerai ritel ini baru dibuka sejak September 2016. Artinya waktu pembukaan dan penutupan tidak sampai tiga tahun.

Alasan Central Department Store seperti yang diakui manajemen perusahaan PT Central Retail Indonesia karena kurang optimal dari sisi bisnis dan komersialnya. Selain itu, lokasi mal baru diklaim menjadi salah satu alasan gerai ritel pakaian tersebut gulung tikar. Sebelumnya, jelang gerai tersebut tutup, Central telah menawarkan diskon gede-gedean untuk produk yang dijual hingga 90 persen.

Clarks, 2017

Ritel sepatu dengan brand Clarks asal Inggris ini memang sudah tutup sejak 2017 lalu. Di Indonesia sendiri Clarks punya sekitar 25 gerai yang tersebar di berbagai tempat. Menjelang penutupannya, Clarks memberikan diskon hingga 80 persen kepada konsumen.

Tutupnya gerai ritel sepati Clarks dipicu oleh beberapa penyebab, di antaranya persaingan dengan toko online, harga sewa gerai di mal yang cukup tinggi dan bea masuk yang juga tinggi dengan tarif yang berubah-ubah hingga desain sepatunya dinilai terlalu jadul dan tidak bisa menangkap pasar kalangan anak muda. 

Namun, setelah sejenak ‘bertapa’, Clarks akhirnya kembali buka di Indonesia antara lain di Pondok Indah Mall, Paris Van Java dan Mall kelapa Gading. Tentunya dengan konsep baru dan desain yang modern. Kita lihat apakah Clarks mampu bangkit kembali?

New Look, 2018

Beberapa tahun terakhir ini mungkin menjadi kenyataan pahit bagi PT Mitra Adiperkasa Tbk. Betapa tidak, satu persatu gerai ritel anak usahanya babak belur dan harus rela gulung tikar dikarenakan penjualan yang tidak menggembirakan. 

Selain Debenhmas dan Lotus, retail yang harus tutup juga terjadi pada New Look, sebuah brand penjualan fesyen asal Inggris. New Look resmi tutup pada 2018. Selama beroperasi, New Look memiliki 12 gerai antara lain di Central Park, Senayan City, Kota Kasablanka, Pondok Indah Mall, Kuala Namu hingga Bali.

Lotus Departemen Store, 2017

Gerai ritel yang juga di bawah naungan PT Mitra Adi Perkasa Tbk ini telah tutup sejak Oktober 2017 lalu. Alasan yang sama karena faktor pola belanja konsumen menjadi salah satu pemicu ritel pakaian, sepatu, dan perlengkapan lainnya itu harus gulung tikar.

Di Indonesia, Lotus memiliki lima cabang di antaranya di kawasan Thamrin, Bekasi, dan Cibubur. Menjelang penutupan, Lotus menjual produk-produknya dengan diskon gede-gedean.

(Baca juga: 4 Sektor Bisnis Ini Banyak Pecat Karyawan Karena Kemajuan Teknologi)
Debenhams, 2017

Satu lagi gerai ritel pakaian dan perlengkapan lain milik PT Mitra Adi Perkasa Tbk yang harus gulung tikar. Ya, pada akhir 2017 lalu, Debenhmas resmi menutup tiga gerainya yang berlokasi di Senayan City, Kemang Village, dan Supermall Karawaci. Manajemen mengakui telah ada perubahan tren ritel secara global yang membuat ritel di tanah air mulai kalah saing.

Untuk mengubah skema bisnis, PT Mitra Adi Perkasa Tbk telah menjalankan peta persaingan bisnis secara online dengan membangun mapemall.com yang menjual berbagai pakaian dan perlengkapan.

GAP, 2018

Gerai ritel yang juga telah tutup yakni GAP yang dikenal menjual brand-brand pakaian mulai dari anak hingga dewasa. GAP tutup diklaim bukan karena terjadi penurunan penjualan, melainkan karena pihak GAP Inc telah mengakhiri kontrak dengan pengelola di Indonesia yakni PT Gilang Agung Persada. GAP sendiri resmi tutup pada Februari 2018.

Beberapa gerai yang tutup misalnya di Pondok Indah Mal II, Lippo Mal Puri, Kuta Beach Walk, Surabaya Tunjungan Plaza, dan Mal Grand Indonesia. Menjelang penutupannya, GAP memberikan diskon besar-besaran kepada para pengunjung.

7-Eleven, 2017

Dari sekian banyak gerai ritel yang gugur di Indonesia, tak ada yang lebih menghebohkan selain kabar penutupan gerai 7-Eleven pada 2017 lalu. Maklum, tempat nongkrong kalangan remaja hingga dewasa di kawasan Jakarta dan sekitarnya ini cukup memiliki kesan di tengah masyarakat.

Seperti kita tahu, 7-Eleven merupakan salah satu tempat yang banyak dikunjungi banyak orang untuk sekedar kongkow hingga belanja makanan. Namun, besarnya biaya operasional tidak sebanding dengan pendapatan perusahaan yang dikendalikan oleh  PT Modern Internasional Tbk itu. Sekarang, nama 7-Eleven di Indonesia khususnya Jakarta dan sekitarnya tinggal hanya nama.

Nah, itulah beberapa gerai ritel yang pernah berjaya di Indonesia tetapi kemudian redup dan memilih jalan ‘kesunyian masing-masing’. Namun, buat kamu yang punya mimpi punya usaha retail, bukan berarti ini kabar buruk. Tetaplah optimistis membangun usaha mulai dari nol. Jika punya problem mengenai permodalan untuk membangun usaha, CekAja.com siap membantu kamu. Kuy cek!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami