Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Selain Masker, Please Jangan Timbun Alat-Alat Kesehatan Ini!

by Sindhi Aderianti on 23 Maret, 2020

Langkanya alat kesehatan terutama masker, jadi fenomena sejak virus corona mengginggapi Indonesia. Masker ditimbun oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab, kemudian dijual dengan harga berkali-kali lipat. Jika dulu sekotak hanya Rp50 ribu, kini bisa dihargai Rp550 ribu.

Selain Masker, Jangan Timbun Alat Kesehatan Ini

Dalam menanggapi masalah tersebut, Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Guntur Saragih menegaskan pihaknya akan menindak tegas oknum penimbun alat kesehatan itu.

Dampak penimbunan ini tak main-main. Bukan hanya merugikan banyak orang yang serius membutuhkan, tapi juga mengancam nyawa tenaga medis karena semakin kekurangan APD (Alat Pelindung Diri). Setidaknya, hingga kini ada 23 perawat dan dokter yang positif terinfeksi COVID-19 saat menjalankan tugas mereka di rumah sakit.

Persatuan Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) mengonfirmasi, terdapat enam dokter yang meninggal setelah menangani ratusan pasien virus corona di Indonesia. Enam nama dokter tersebut di antaranya meliputi:

  1. Hadio Ali, SpS,
  2. Djoko Judodjoko Sp.B,
  3. Laurentius P. Sp.Kj,
  4. Adi Mirsaputra SpTHT,
  5. Ucok Martin SpP,
  6. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MSHC.

Kabar ini tentu sangat menyayat hati masyarakat, terutama pasien yang menaruh berjuta harapan dari tangan dingin para dokter.

Oleh karenanya, demi meringankan tugas sekaligus menyelamatkan nyawa mereka sebagai garda terdepan, please mulai sekarang hindari tindakan panic buying sampai menimbun alat-alat kesehatan.

Selain masker, ada baiknya jangan pula beli 3 hal berikut yang lebih pantas digunakan oleh para tenaga medis.

  • Alcohol swab

Alcohol swab - Selain Masker Please Jangan Timbun Alat-Alat Kesehatan Ini

Belakangan, viral postingan orang yang menjual alcohol swab untuk mengelap ponsel. Hal ini tentu memancing reaksi netizen waras, karena dinilai telah menyalahgunakan alat kesehatan tersebut. Alcohol swab adalah tisu alkohol yang seyogyanya digunakan pada kulit sebagai disinfektan sebelum tindakan injeksi. Dengan kata lain, alcohol swab hanya diperuntukkan bagi prosedur medis.

Jika larangan ini tidak disuarakan, bukan tak mungkin produk alcohol swab akan diburu masyarakat dan menjadi barang langka seperti masker. Entah berapa kenaikan harganya nanti, bila ulah penimbun tersebut secara tidak langsung kita dukung dengan ikut-ikutan membeli.

Lagipula, sangat tidak manusiawi kalau menggunakannya hanya untuk mengelap ponsel, sementara banyak sekali pasien yang sudah tergeletak karena virus corona dan membutuhkan alcohol swab guna mendisinfeksi bagian tubuh mereka sebelum diinfus.

(Baca Juga: Anti Corona, Sabun atau Hand Sanitizer yang Lebih Efektif?)
  • Sarung tangan latex

Sarung tangan latex - Selain Masker Please Jangan Timbun Alat-Alat Kesehatan Ini

Kisruh mengenai penggunaan sarung tangan latex juga sempat terjadi di media sosial. Awalnya karena selebgram bernama Dinda Shafay, mengunggah fotonya ketika berbelanja di supermarket dengan menggunakan alat kesehatan tersebut. Namun, setelah ditegur oleh ratusan netizen dan influencer Rachel Vennya, perempuan asal Medan itu akhirnya menghapus postingan ini sembari meminta maaf.

Mengapa kita tidak diperbolehkan menggunakan sarung tangan latex? Pertama, tak sesuai dengan upaya pencehahan virus corona dari Badan Kesehatan (WHO).

Selain itu, sudah banyak rumah sakit yang mengeluhkan langkanya supply sarung tangan latex sebagai APD mereka. Bayangkan seperti apa jadinya, bila dokter dan perawat bertugas tanpa benda ini. Tentu risiko terinfeksi COVID-19 akan semakin besar.

  • Hand sanitizer literan

Hand sanitizer literan - Selain Masker Please Jangan Timbun Alat-Alat Kesehatan Ini

Mengintip halaman sejumlah marketplace, kini banyak juga seller yang memperjualkan hand sanitizer dalam ukuran berliter-liter. Harganya beragam, mulai dari Rp500 ribu – Rp1 juta tergantung merek. Hand sanitizer literan ini tentu juga dibutuhkan oleh rumah sakit, sebagai penunjang kelayakan prasarananya.

Dengan begitu, alangkah baiknya kamu tidak ikut membeli benda tersebut. Jika memang butuh, kamu bisa membuat sendiri dengan bahan-bahan seperti alkohol 96% dan aloevera gel. Di balik itu semua, ingatlah kalau mencuci tangan lebih ampuh membunuh bakteri dan virus, daripada hanya sekadar menggunakan hand sanitizer.

Yuk, setop panic buying dengan membeli alat-alat kesehatan di atas. Kasihanilah tenaga medis yang rela berjuang tanpa kenal waktu demi memerangi pandemi global ini.

Tapi kabar baiknya, 9 ton alat kesehatan dari China sudah berhasil diimpor yang meliputi disposable Mask, N95 mask, protective clothing, goggles, gloves, shoe covers, infrared thermometer. Semuanya akan dipasok ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan untuk menangani pasien COVID-19.

Parno ketularan virus corona? Cukup lakukan upaya yang telah ditetapkan oleh WHO, yaitu rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Satu hal lagi pastinya, turuti himbauan #dirumahaja selama masa darurat COVID-19 berlaku.

Selama wabah corona masih terus merajalela, tak perlu cemas kekurangan pendapatan. Utamakan keselamatan di atas segalanya dengan membatasi aktivitas di luar. Soal uang, masih ada pinjaman online dari Kredit Pintar yang siap menopang finansialmu untuk sementara. Ajukan sekarang juga melalui CekAja.com.

(Baca Juga: Yuk Periksakan Diri, Cek Harga Tes Corona di Berbagai Tempat Pengobatan)

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.