Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Selamat Tinggal Pepsi, Semoga Bisa Jumpa Lagi

by Gito on 4 Oktober, 2019

Pepsi, salah satu merek minuman berkarbonasi bakal hengkang dari Indonesia. Berakhirnya hubungan kerja antara PepsiCo Inc dan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur selaku produsen dan juga distributor Pepsi di Indonesia menjadi salah satu alasan berhenti edarnya minuman asal negeri paman sam itu.

Pastinya per tanggal 10 Oktober mendatang, Pepsi resmi hilang dari pasaran Indonesia. Tidak hanya itu, merek minuman yang juga berada di bawah PepsiCo Inc seperti Mirinda, 7Up dan juga Pepsi Blue juga ikut hengkang dari Indonesia.

Nah KFC dan juga Pizza Hut dikabarkan juga sudah bersiap mencari pengganti minuman berwarna biru itu. Informasi yang beredar, Coke akan masuk menggantikan Pepsi dalam menu minuman berkarbonasi.

Baik Pepsi maupun KFC merupakan perusahaan yang sama-sama berada dibawah grup Salim. KFC dimiliki oleh PT Fast Food Indonesia Tbk, sedangkan Pepsi yang didistribusikan oleh AIBM merupakan entitas usaha dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Selama ini dalam menu paket yang ada di KFC, selalu tersedia Pepsi dan merek lain yang juga berada di bawah PepsiCo.

Membincang minuman berkarbonasi, Pepsi bukanlah merek pertama untuk minuman soda. Adalah Schweppes, minuman asal Swiss yang menjadi minuman soda pertama yang diproduksi secara industri. Tetapi seiring dengan berkembangnya pola dan gaya hidup, mulailah bermunculan merek-merek lain.

(Baca juga: Hari Diabetes, Ini 5 Makanan Penurun Gula Darah!)
Sudah dikenal sejak tahun 1792

Merek Schweppes mungkin tidak setenar Coca-Cola, Sprite ataupun Pepsi di Indonesia. Tetapi harus dipahami, minuman asal Jenewa, Swiss itu merupakan cikal bakal dari lahirnya beragam merek minuman berkarbonasi di dunia.

Didirikan oleh Johan Jacob Schweppe di tahun 1783, Schweppes kemudian diproduksi dan dijual secara bebas. Hingga akhirnya pada tahun 1836, Raja William IV asal Inggris memintanya untuk mengangkat dan mengembangkan minuman berkarbonasi.

Bisnisnya terus bertambah besar, inovasi juga perlu dilakukan. Maka terciptalah bir jahe pada tahun 1870 dan tonik berkarbonasi pertama di dunia di tahun berikutnya.

Setelah itu baru bermunculan minuman berkarbonasi lain seperti Vernos yang diluncurkan pada tahun 1860-an. Hires Root beer di tahun 1875, Fioravanti di tahun 1878, Moxie dan Dr Pepper di tahun 1885, Coca-Cola di 1886 dan Pepsi di tahun 1893.

Hampir semua dari kalian pasti pernah meminum Coca-Cola. Minuman soda yang memiliki sensasi segar itu ternyata memiliki sejarah yang panjang.

(Baca juga: Lupakan yang Konvensional, Ini Zamannya Angpao Digital)
Sempat Dilarang

Coca-Cola pertama kali ditemukan oleh John Stith Pemberton, seorang ahli farmasi asal Amerika Sebelum ramuan minuman itu tercipta, Pemberton sudah menemukan Pemberton’s French Wine Coca, obat yang berasal dari daun koka untuk penghilang rasa sakit kepala, kecanduan morfian dan obat penguat saraf.

Adanya larangan Alkohol di tempat Pemberton berada, Atlanta akhirnya muncul ide untuk menciptakan sirup bebas alkohol. Ya, Coca-Cola sempat dijual dalam bentuk sirup di Jacob Pharmacy. Kamu hanya tinggal mencampurnya dengan air untuk dapat menikmatinya.

Harga jualnya pun kala itu cukup murah, hanya sekitar 5 sen. Kemudian Pemberton menggandeng Frank Robinson untuk bekerja sama melahirkan produk Coca-Cola. Nah di Indonesia, Coca-Cola diproduksi dan dipasarkan oleh PT Coca-Cola Amatil Indonesia.

Saingan Coca-Cola

Meskipun muncul setelah Coca-Cola, Pepsi berhasil menempatkan posisinya berdekatan dengan konsumen. Pepsi sendiri lahir pada tahun 1893 oleh seorang Apoteker bernama Caleb Bradham.

Namanya sempat diubah menjadi Pepsi-Cola di tahun 1898 karena adanya tambahan resep dalam minuman soda tersebut. Namun arah bisnis tidak dapat diprediksi sepenuhnya, selama Perang Dunia I berlangsung, terjadi fluktuasi harga gula, alhasil di tahun 1923 Pepsi-Cola bangkrut.

Hingga akhirnya Bradham menjual sahamnya kepada banyak investor. Pepsi akhirnya dibeli oleh Charles G Guth, dia dikenal sebagai pendiri Pepsi-Cola modern. Kemudian pada tahun 1965, Pepsi-Cola bergabung dengan Frito-LayInc, produsen Doritos, Gritos, Lay dan Pretzel Rold Gold.

Setelah jatuh, Pepsi-Cola berhasil bangkit dan sekarang menjadi salah satu merek soda paling populer di dunia.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami