Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Sensasi di Balik Pelantikan Anggota DPR Baru

by Sindhi Aderianti on 2 Oktober, 2019

Pada hari Selasa (1/10/2019), 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024 telah dilantik. Sebanyak 298 orang merupakan petahana, dan sisanya yang lain terdiri dari wajah-wajah baru. Bahkan, Hillary Brigitta Lasut menjadi anggota parlemen dari generasi Z alias termuda di umur yang masih 23 tahun.

anggota DPR

Namun, cibiran terkait dilantiknya para wakil rakyat ini terus berdengung. Selain diwarisi ‘pekerjaan rumah’ (PR) oleh anggota-anggota lama, seperti rancangan UU KUHP misalnya. Ada beberapa hal lain yang turut mengundang kontra warganet. Seperti bertambahnya jumlah selebritas awam politik di kursi DPR, serta gaji dan tunjangan yang terhitung fantastis.

Saat Mulan Jameela dan KD ke DPR

Dari pelantikan DPR kemarin pula, tercatat ada 14 artis yang lolos ke Senayan. Beberapa nama pun sempat menjadi sorotan, lantaran mereka terhitung kurang berpengalaman di dunia politik.

Mulan Jameela masuk dalam daftar tersebut. Ditetapkannya mantan personil Ratu tersebut, tak lain untuk menggantikan calon atas nama Fahrul Rozi, peraih suara terbanyak keempat dapil Jawa Barat XI karena yang bersangkutan diberhentikan sebagai anggota Partai Gerindra. Selain itu, ia juga sempat ‘berebut kursi’ dengan Ervin Luthfi yang meraih suara ketiga terbanyak pada Pemilu 2019.

Sementara dari fraksi PDI Perjuangan, diva pop Krisdayanti (KD) juga berhasil menempati kursi DPR RI. KD menang di Dapil Jawa Timur V dengan perolehan suara sebanyak 132.131. Ibu empat anak ini berharap agar bisa ditempatkan di Komisi yang membidangi Sosial dan Kemasyarakatan. Puluhan tahun berkiprah sebagai penyanyi, terjun menjadi politikus tentunya hal baru yang harus benar-benar ia pelajari demi kemaslahatan rakyat Indonesia.

(Baca juga: Selain Indonesia, 3 Negara Ini Juga Pernah Demo Besar!)
Gaji Fantastis Sang Wakil Rakyat

Hal lain yang kerap menjadi sorotan adalah gaji serta tunjangan mereka. Jumlahnya sangat fantastis, konon bisa mengantongi hingga Rp50 juta sebulan. Gaji dan tunjangan anggota DPR dimuat dalam Surat Edaran Setjen DPR RI No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010. Selain itu, diatur pula dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-520/MK.02/2015.

Di samping mendapat gaji pokok, anggota juga mendapat sejumlah tunjangan, yakni tunjangan istri Rp420.000, tunjangan anak Rp168.000, uang sidang/paket Rp2.000.000, tunjangan jabatan Rp9.700.000, tunjangan beras Rp198.000, dan tunjangan PPH Rp 1.729.608.

Tak berhenti sampai di situ. Anggota DPR juga masih punya tunjangan lain yang mengalami kenaikan per tanggal 9 Juli 2015 berdasarkan Surat Menteri Keuangan No S-520/MK.02/2015. Di antaranya meliputi indeks tunjangan kehormatan, tunjangan komunikasi intensif, tunjangan peningkatan fungsi pengawasan dan anggaran, serta bantuan langganan listrik dan telepon bagi anggota DPR RI.

Penasaran berapa jumlah kenaikan per masing-masing tunjangan yang mereka dapat di setiap bulan? Dijamin bikin melongo, berikut rincian selengkapnya:

     Tunjangan Kehormatan
  • Ketua badan/komisi: Rp4.460.000 naik menjadi Rp6.690.000
  • Wakil ketua badan/komisi: Rp4.300.000 naik menjadi Rp6.450.000
  • Anggota: Rp3.720.000 naik menjadi Rp5.580.000
    Tunjangan Komunikasi Intensif
  • Ketua badan/komisi: Rp14.140.000 naik menjadi Rp16.468.000
  • Wakil ketua: Rp14.140.000 naik menjadi Rp16.009.000
  • Anggota: Rp14.140.000 naik menjadi Rp15.554.000
    Tunjangan Peningkatan Fungsi Pengawasan dan Anggaran
  • Ketua badan/komisi: Rp3.500.000 naik menjadi Rp5.250.000
  • Wakil ketua badan/komisi: Rp3.000.000 naik menjadi Rp4.500.000
  • Anggota: Rp2.500.000 naik menjadi Rp3.750.000

Untuk tunjangan listrik dan telepon, semua jabatan mendapat tunjangan berjumlah sama yakni dari Rp5.500.000 naik menjadi Rp7.700.000.

(Baca juga: Mau Dukung KPK? Mulai dengan Belajar Cara Melapor Gratifikasi Yuk)
Uang Pensiun dan Tabungan Hari Tua

Bagaimana nasib anggota legislatif yang sudah tidak lagi duduk di kursi DPR? Jangan sedih.  Mereka akan tetap menerima uang pensiun setiap bulan dan tabungan hari tua (THT), dengan nominal yang juga fantastis.

Ditektur Utama PT Taspen Iqbal Latanro mengatakan, uang pensiun akan diberikan dalam setiap bulan. Besaran uang pensiun tergantung lama masa jabatan. Sementara, dana THT diberikan hanya sekali untuk tiap anggota DPR dan DPD.

Uang pensiun yang didapatkan para anggota DPR tergantung lama waktu jabatannya. Kalau menjabat dua periode jadinya Rp3,8 juta. Kalau yang satu periode hanya sekitar Rp3,2 juta per bulan. Adapun jumlah THT yang diberikan kepada 556 anggota DPR, sebesar Rp6.218.539.600, sedangkan untuk anggota DPD yang berjumlah 116 orang adalah Rp1.360.705.200.

DPR, Selesaikan PR Ini Ya

Sebagai wakil rakyat, tentu harapan masyarakat Indonesia yang tengah mengalami berbagai krisis utamanya keadilan ada di pundak mereka. Banyak PR yang dihibahkan oleh anggota parlemen sebelumnya dan harus mereka selesaikan.

Berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah, telah disepakati bahwa lima Revisi Undang-undang (RUU) akan dilanjutkan (carry over) pengesahannya kepada anggota DPR periode 2019-2024 sesuai dengan UU Pembentukan Peraturan Perundangan yang baru direvisi. Adapun kelima RUU tersebut antara lain RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Minerba, RUU Perkoperasian, dan RUU Pengawasan Obat dan Makanan.

Namun sejatinya, PR utama mereka setelah dilantik adalah mengembalikan kepercayaan publik kepada wakilnya di Senayan. Sebab belakangan, kepercayaan publik semakin menurun. Hal ini terlihat dari dari sejumlah aksi massa yang secara vulgar ditunjukkan memprotes kualitas legislasi DPR.

Tentu selain persoalan RKUHP, Indonesia menanti para Wakil Rakyat di parlemen agar menepati janjinya saat kampanye dan setelah mengucap sumpah pelantikan 1 Oktober 2019 kemarin. Semoga, anggota DPR periode 2019-2024 tersebut bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk Tanah Air.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.