Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

6 menit waktu bacaan

Sepak Terjang Sandiaga Uno dan Erick Thohir di Dunia Bisnis Serta Politik

by Miftahul Khoer on 10 September, 2018

Sandiaga Uno dan Erick Thohir sama-sama pengusaha muda, tetapi mereka kini masuk ke dunia politik yang berseberangan. Sandiaga menjadi cawapres dari Prabowo Subianto. Sementara Erick kini adalah Ketua Tim Kampanye pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Simak sepak terjang mereka di sini!

Dalam politik tak ada teman dan lawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi. Adagium tersebut tampaknya sangat cocok disematkan pada kondisi perpolitikan di Indonesia saat ini.

Ya, Pemilu 2019 meski masih akan digelar pada tahun depan, tetapi gaungnya sudah mulai terasa saat ini. Sejak kedua pasangan calon diumumkan, suasana politik di Indonesia pun memanas. Terlebih ditunjuknya sosok cawapres pengusaha Sandaga Uno sebagai pendamping Prabowo Subianto yang sebelumnya merupakan Wakil Gubernur DKI.

Hal lain yang mengejutkan adalah ditunjuknya sosok pengusaha Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional kubu Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Erick sendiri merupakan sahabat dekat Sandiaga Uno.

Menarik untuk disimak, belakangan kedua pengusaha ini terlibat di dunia politik. Untuk lebih jelasnya, CekAja akan membahas sepak terjang kedua teman lama ini. Yuk langsung simak saja.

(Baca juga: INTERVIEW: Buka-bukaan Penyebab Rupiah Melemah)

Berteman sejak kecil

Sandiaga dan Erick merupakan sahabat sejati. Keduanya dikabarkan sudah berteman sejak duduk dibangku sekolah dasar. Persahabatan keduanya berlanjut hingga mereka sama-sama kuliah di Amerika Serikat meski beda kampus.

Sandiaga melanjutkan pendidikan tingginya di Wichita State University, Kansas, Amerika dengan lulus predikat Summa Cum Laude. Setelah itu, ia juga melanjutkan kuliahnya di George Washington University, Amerika Serikat.

Sementara, Erick Thohir menempuh gelar sarjananya di Glendale University dan melanjutkan gelar masternya di bidang Administrasi Bisnis Universitas Nasional California.

Meski berbeda kampus, Sandiaga dan Erick kerap saling bertemu di Amerika. Persahabatan keduanya terus terjalin hingga masing-masing dari mereka berkeluarga. Bahkan istri dan anak-anak dari keduanya juga sama-sama dekat dan sering saling berkunjung satu sama lain.

(Baca juga: Tarif Impor 1.147 Barang Naik Demi Tahan Pelemahan Rupiah)

Gemar olahraga bareng

Sandiaga merupakan sosok yang gemar olahraga, antara lain basket, renang dan lari. Hobinya itu masih terus dilakoni hingga saat ini.

Sandiaga dan Erick dikabarkan sering bermain basket bareng. Maklum, Erick belakangan dikenal sebagai pengusaha yang fokus di bidang olahraga yakni basket dan sepak bola.

Sama-sama jadi pengusaha

Selepas kuliah di Amerika, Sandiaga mencoba berkarir sebagai manager investasi di perusahaan investasi Seapower Asia Investment Limited di Singapura pada 1993. Dua tahun kemudian ia pindah kerja di perusahaan NTI Resources Ltd sebagai Executive Vice President.

Sayangnya, badai krisis saat itu menghantam yang berdampak perusahaan yang ia kelola. Ia pun kena PHK dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk mendirikan usaha sendiri.

Pada 1997, ia bersama teman SMA-nya Rosan Roeslani mendirikan perusahaan di bidang jasa konsultan keuangan PT Recapital Advisors. Dan pada 1998, ia bersama Edwin Soeryadjaya mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya.

Sandiaga juga pernah tercatat sebagai pimpinan di beberapa perusahaan antara lain PT Tower Bersama Infrastruktur Group Tbk, dan PT Adaro Energy Tbk.

Berbeda dengan Sandiaga, selepas kuliah Erick mendirikan perusahaan media Mahaka Grup bersama teman-temannya yakni Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana dan Harry Zulnardy. Media di bawah naungannya antara lain Republika, majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Diggest.

(Baca juga: Rupiah Melemah? Ini 7 Perbedaan Kondisi Ekonomi Sekarang dan Krisis 1998!)

Adapun, media lainnya yang di bawah naungan Mahaka yaitu FeMale Radio, Delta FM, Prambors, GEN 98.7 FM, JakTV dan Sin Chew Indonesia. Erick juga memiliki saham di ANTeve.

Selain di bidang media, Erick tercatat sebagai seorang pengusaha licin di bidang olahraga. Ia merupakan pendiri klub Bola Basket Mahaka Satria Muda dan Mahaputri Jakarta.

Selain itu, ia juga megakuisisi klub basket asal Amerika yakni Phhiladelphia 76ers, Satria Muda dan Indonesia Warriors. Ia berharap olahraga bukan hanya hobi tetapi hobi yang menguntungkan.

Tak tanggung-tanggung, Erick merupakan orang pertama di Indonesia yang memiliki saham mayoritas di klub papan atas asal Italia, Inter Milan. Pada 2013 Erick membeli saham Inter 70% atau sekitar Rp5,3 triliun.

Namun pada Juni 2016, Suning Holding Group resmi mengakuisisi saham Inter Erick sebanyak 40%. dan 30% saham milik Massimo Moratti. Ercik juga pada 2012 membeli D.C United. Di sepak bola nasional, Erick menjadi komisaris PT Persib Bandung Bermartabat.

(Baca juga: Jokowi Naik Motor dan Fakta-fakta Menarik Asian Games 2018)

Terjun ke dunia politik

Pada 2015, Sandiaga resmi menjadi kader Partai Gerindra sekaligus ditunjuk menjadi anggota dewan pembina. Politikus yang kekayaannya mencapai Rp4,3 triliun versi Majalah Globe Asia itu mulai meninggalkan karirnya sebagai pebisnis. Terjunnya Sandiaga ke dunia politik melalui proses panjang. Ia mengaku cukup lama merenung untuk memutuskan pilihannya tersebut.

Pada 2017, karir politiknya resmi dijajal. Ia terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI mendampingin Anies Baswedan mengalahkan kandidat lainnya yakni Ahok-Djarot dan AHY-Sylviana Murni.

Setahun kemudian, karir politik Sandiaga ‘naik kelas’ menjadi cawapres Prabowo Subianto yang akan bertarung dengan pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Jika dibandingkan dengan Sandiaga, kiprah karir politik Erick Thohir masih seumur jagung. Untuk kali pertama, Erick baru mau terjun ke dunia politik setelah ditunjuk Joko Widodo sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

Namun bukan berarti Erick adalah ‘pemain kemarin sore’. Untuk urusan strategi atau manajerial, Erick boleh diadu. Bukan tanpa alasan Jokowi beserta partai pengusung menunjuk Erick sebagai ketua tim pemenangan. Masih hangat dalam ingatan, Erick merupakan orang dibalik kesuksesan ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang yang banyak dipuji di dunia.

(Baca juga: Mengenal Erick Thohir, Pengusaha di Balik Kesuksesan Asian Games 2018)

Selain itu, sosok Erick dinilai cocok untuk menjaring kaum milenial. Atau boleh dibilang, Erick merupakan lawan sepadan Sandiaga dari kubu pesaing yang juga merepresentasikan kaum milenial di kubu Prabowo.

Jika keduanya sudah terjun ke dunia politik, ini berarti kisah persahabatan antara Sandiaga dan Erick sedang diuji. Jika sebelumnya di dunia olahraga dan bisnis mereka sejalan, kali ini di dunia politik keduanya berbeda haluan.

Namun, seperti dikatakan di atas, dalam politik tak ada teman dan lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi. Semoga saja, siapapun nanti yang bakal menang di Pilpres 2019 nanti, hubungan Sandiaga Uno dan Ercik Thohir tetap harmonis, tetap sebagai sahabat seperti sediakala.

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.