Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Sepele, Tapi Bikin Bangkrut dan Gagalnya Resolusi Keuangan

by Ariesta on 27 Desember, 2016

bangkrut - CekAja.com

Momen akhir tahun hingga tahun baru memang menyenangkan. Bagaimana tidak, selain mendapatkan bonus dari kantor, cuti bersama, ditambah banyak diskon bertebaran baik online maupun mal.

Ditengah kondisi sedang punya uang lebih, waktu luang, dan godaan diskon belanja, tak jarang kalau orang cenderung menghabiskan uang mereka untuk membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Kalau terus jatuh dalam perangkap ini, kita menempatkan finansial dalam risiko.

Apa perbedaan orang yang bisa menahan diri dan orang yang selalu tergoda menghabiskan uang mereka? Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Missouri-Columbia menemukan, orang yang bisa menahan diri punya banyak pertimbangan saat memegang sebuah produk di tangan mereka.

Sebaliknya mereka yang boros percaya kalau semakin banyak yang dibeli, semakin bahagia mereka. Mereka juga percaya kalau belanja dapat memperbaiki kualitas hidup.

Lalu bagaimana supaya bisa berhenti membeli barang yang tidak dibutuhkan di tahun baru?

Tidak bertanya sebelum membeli

Sebelum melangkah ke kasir, coba tanyakan pada diri sendiri, apakah barang yang kita pegang merupakan bagian dari keinginan atau kebutuhan?

Wanita terutama, membeli sesuatu berdasarkan emosi. Menanyakan pertanyaan ini cukup ampuh untuk mencegah pembelian impulsif yang akan disesali nanti.

Tanyakan juga apakah dengan membeli barang tersebut justru menjauhkan target finansial yang telah kita miliki?

Misalnya kita punya target mengumpulkan DP atau uang muka membeli rumah Rp50 juta tahun depan, tapi tas yang mau kita beli harganya Rp1,5 juta. Kalau dengan membelinya kita jadi harus menabung ekstra keras mengejar target, maka sebaiknya saat itu juga letakkan tas tersebut dan angkat kaki kemudia keluar dari toko.

Malas menunggu

Kalau tidak mendesak, saat membeli sesuatu, coba tunggu beberapa hari. Jika setelah beberapa hari kita semakin membutuhkan, maka barang tersebut memang layak dibeli. Tapi jika tidak, kita bisa menunggu beberapa minggu dan mungkin saja barang yang diincar sudah diskon.

Mungkin kita takut kalau barang yang kamu incar tersebut habis atau dibeli orang. Tapi kemungkinan barang tersebut akan dilabeli diskon juga sama besarnya. Ingat, berpikir positif membuat proses bersabar menjadi lebih mudah.

(Baca juga: Tips Mencegah Kebablasan Belanja saat Mengunjungi Midnight Sale Akhir Tahun)

Tidak pernah evaluasi

Cara lain untuk menahan keinginan untuk membeli barang-barang yang tidak perlu adalah dengan mencari tahu mengapa kamu memutuskan membeli. Apakah untuk bersaing dengan teman-teman? Apakah belanja mengisi kekosongan dalam hidup?

Mengenali motif belanja membuat mudah mengidentifikasi akar kebiasaan boros. Seperti penyakit, boros semakin mudah diobati ketika diketahui penyebabnya.

Dekat dengan pemicunya

Membeli barang yang dibutuhkan biasanya dipicu oleh sesuatu. Misalnya karena email newsletter atau diskon kartu kredit besar-besaran saat tidak berencana ke mal. Kalau kita tidak tahan untuk tidak belanja setiap kali membuka newsletter, segera unsubscribe. Atau ketika kita hanya berniat melihat-lihat di mal tapi akhirnya malah belanja, maka tunda untuk kunjungi mal.

Minta dukungan

Menghentikan kebiasaan boros semakin mudah ketika mendapat dukungan dari orang lain. Ceritakan pada teman dan keluarga kalau kita ingin berhemat demi punya rumah tahun depan. Jadi mereka bisa ‘menjaga mata kita’ saat jalan-jalan di mal dan menjadi penjaga serta pengingat saat kita ingin berbelanja karena emosi.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami