Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Sering Main Game PUBG? Ini Fakta-fakta yang Perlu Anda Tahu

by Miftahul Khoer on 21 Desember, 2018

Tak butuh waktu lama bagi PlayerUnknown’s Battleground (PUBG) untuk membuat jutaan orang di seluruh dunia kecanduan dengan game yang tergolong baru seumur jagung ini. Ya, sejak dirilis pada Maret 2017, PUBG sudah berhasil menguasai industri game.

Game PUBG - CekAja

Dari 200 negara yang gemar memainkan game PUBG, Indonesia masuk dalam daftar negara terbesar pemain PUBG versi mobile setelah Amerika dan India. Nah, CekAja kali ini akan mengulas sedikit tentang PUBG yang mungkin belum Anda ketahui. Yuk simak!

Dikembangkan seorang pria Irlandia

Namanya Brendan Greene. Ia adalah orang Irlandia berprofesi sebagai fotografer dan desain grafis yang sesekali main game di saat waktunya luang. Nama PUBG atau PlayerUnknown diambil dari nick name saat ia bermain game Arma 2. Sementara Groundbattle menjadi pelengkap nama akhiran PUBG.

Menurut Thewealthrecord, kekayaan Greene saat ini mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp72 triliun. Pendapatannya itu berasal dari pengembangan video game. PUBG yang ia kembangkan berhasil terjual sebanyak 50 juta kopi.

Awalnya, PUBG dikembangkan Greene hasil dari modifikasi dari sebuah game yang juga sudah dimodifikasi yakni DayZ yang merupakan modifikasi dari Arma 2.

(Baca juga: Perjalanan Bisnis Elon Musk dari Game sampai Space X)
Terinspirasi dari film Battle Royale

Greene mengaku mengembangkan PUBG karena terinspirasi dari film Battle Royale garapan sutradara Kinji Fukusaku yang dirilis pada Desember tahun 2000. Film ini juga diadaptasi dari buku dengan judul yang sama.

Saat ini, PUBG menjelma menjadi salah satu game yang paling populer di dunia. Catatan dari Playstore saja, game ini sudah diunduh lebih dari 100 juta. Maka tak heran game bergenre battle royale ini banyak diminati orang.

Tak heran juga jika para penggila Mobile Legends mulai beralih memainkan PUBG. Genre battle royale sendiri tergolong sederhana yakni hanya mengharuskan para pemain dalam jumlah banyak untuk bertempur mengalahkan satu sama lain. Sementara yang menjadu pemenangnya adalah orang yang masih hidup di akhir game.

Bermitra dengan Tencent perusahaan kaya di Cina

PUBG yang dikembangkan oleh Bluehole Inc, perusahaan pengembang games terbesar di Korea Selatan telah mendirikan PUBG Corp pada September 2017. Ini merupakan salah satu gebrakan Bluehole untuk memfokuskan bisnis pengembangan gamenya.

Saat ini, PUBG Corp telah mendirikan kantor di Amerika begitu juga tengah mempersiapkan ekspansinya di Jepang dan Eropa. Sementara ini PUBG Corp juga telah bekerja sama dengan perusahaan raksasa game di Cina yakni Tencent untuk mengembangkan game PUBG di pasar Tiongkok.

Pengembangan PUBG di Cina tersebut terdiri dari versi PC, konsol untuk Xbox One serta versi mobile.

(Baca juga: Heboh Pidato Jokowi Soal “Game of Thrones” di Acara IMF dan Bank Dunia)
Investor pernah ragu

Saat mau bekerja sama dengan Bluehole sebagai investor, PUBG sempat diragukan akan berkembang karena masalah bahasa dan kewarganegaraan. Di atas disebutkan sang pengembang yakni Greene merupakan warga Irlandia, sementara Bluehole berasal dari Korea Selatan.

Sempat terjadi perdebatan antara Bluehole dan pihak Greene. Mereka takut rencana kerja sama ini akan terhambat karena dua persoalan di atas. Bluehole sendiri merasa ragu untuk mengucurkan modalnya mengembangkan PUBG karena dinilai berisiko untuk bekerja sama dengan orang asing.

Namun, waktu jugalah yang membuktikan bahwa PUBG berhasil dikembangkan dengan berhasil oeh Bluehole Inc bahkan dibuatkan anak perusahaan dengan nama PUBG Corp.

Pengguna rela gelontorkan banyak uang

Mungkin bagi banyak orang PUBG merupakan game menarik dan beda dengan game-game lainnya. Banyak orang yang rela mengeluarkan ratusan dolar untuk membeli bandana virtual saat awal-awal game ini dirilis.

Bandana virtual tergolong langka sebab hanya tersedia sebagai bonus untuk para pemain yang membeli PUBG versi PC ketika preorder.

Mengapa bandana virtual termasuk langka? Sebab, semkain banyak orang bermain PUBG menyebabkan pasar bandana virtual mulai seret. Seperti hukum ekonomi, semakin barang langka semakin orang banyak mencari. Maka tak heran jika harga bandana semakin meroket.

Saat ini, PUBG menjadi candu bagi ratusan juta orang yang ada di planet bumi ini. Nah, apakah Anda termasuk maniak game PUBG? Baiklah selamat menikmati Winner Winner Chicken Dinner!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami