Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Sering Sakit-sakitan Tahun Ini? Bisa Jadi Karena Kamu Kurang Kerja Keras

by Ariesta on 5 December, 2016

Stres dapat berdampak negatif pada kesehatan. Alasannya, stres dapat menaikkan tekanan darah, meningkatkan risiko serangan jantung, dan berkontribusi pada obesitas dan penyakit lainnya. Mengerikan ya? Lalu bagaimana kalau setiap hari dibuat stres karena tekanan pekerjaan?

Demi kesehatan, stres memang sebaiknya tidak dipelihara. Tapi ternyata stres juga punya dampak positif lho. Kok bisa? Ya, sebuah penelitian terbaru menemukan jika stres juga berdampak positif bagi otak dan tubuh.

Ada stres baik dan ada juga stres yang buruk. Keduanya punya dampak yang berbeda pada tubuh manusia. Stres kronik yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan merupakan strres buruk. Namun stres kecil yang dialami karena faktor pekerjaan punya dampak positif seperti berikut ini.

Meningkatkan kemampuan otak

Baik ketika sedang menghadapi deadline atau sedang mempersiapkan presentasi di depan klien yang sulit, situasi ini dapat mengakibatkan stres dan menimbulkan panik. Meski kondisi seperti ini menyulitkan, rupanya stres sesaat seperti ini dapat dapat meningkatkan kemampuan otak. Hasilnya Anda bisa lebih maksimal dalam bekerja, kemampuan kognitif juga semakin meningkat.

(Baca juga: 7 Cara Agar Kamu Bisa Jadi Pengusaha Tahun Depan)

Hal ini karena stres mendorong produksi neurotrophins, sejenis zat kimia pada otak yang mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel-sel saraf. Jadi sementara stres kronis jangka panjang  merusak otak, penelitian menunjukkan bahwa stres jangka pendek memiliki efek yang berlawanan karena merangsang pertumbuhan sel-sel otak baru, meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kewaspadaan.

Meningkatkan daya tahan tubuh

Orang yang mengalami stres akut sampai berbulan-bulan biasanya akan kelihatan kurus, kering, dan mudah sakit. Ini karena stres melemahkan sistem imun mereka. Sebaliknya, stres jangka pendek justru memperkuat daya tahan tubuh lho.

Situasi tegang rupanya secara alami menguatkan sistem imun karena tubuh bereaksi terhadap ancaman. Ini merupakan respon bawaan yang mempersiapkan tubuhmu untuk melawan atau melarikan diri bahaya yang akan datang.

Saat stress, detak jantung akan meningkat, tubuh melepaskan adrenalin dan gula tambahan sebagai energi. Menurut sebuah studi yang dilakukan Stanford University School of Medicine, stress jangka pendek membantumu menangkal dan melawan infeksi.

Mencegah stres jangka panjang

Stres jangka pendek mengajarkan kamu bagaimana menghadapi dan mengatasi tekanan sehari-hari. Saat baru didera stres pekerjaan, kamu mungkin merasa tertekan. Tapi semakin sering kamu menghadapi masalah dan stres, semakin mudah pula mengatasinya.

Ketika kamu sudah pandai manangkal stres dengan pikiran positif, kamu tidak mudah mengalami stress akut. Hasilnya risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi, jantung, dan stroke dapat dicegah.

Membantumu hidup lebih lama

Apakah kamu ingin hidup lebih lama? Stres karena pekerjaan mungkin salah satu kuncinya. Sebuah studi yang dilakukan oleh Indiana University menemukan jika risiko kematian dini pada orang yang stres karena pekerjaan lebih rendah. Kamu pasti heran. Bagaimana bisa?

(Baca juga: Kebiasaan Buruk ini Bikin Kamu Sering Alami Sakit Kepala)

Studi yang terselenggara di antara tahun 2004 sampai tahun 2011 ini melibatkan ratusan ribu pekerja. Hasil mereka yang pandai mengelola stres 34% berpeluang hidup lebih lama daripada mereka yang stres terus menerus. Kesimpulannya stres boleh saja, tapi kelola stresmu dengan baik ya.

Butuh kartu kredit yang berikan diskon belanja bahkan cash back hingga jutaan rupiah?  Daftar sekarang juga di CekAja!

Tentang Penulis