Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Siap-siap, Akses WhatsApp dan Medsos Hari Ini Bakal Dibatasi Lagi jika Hoaks Merebak

by Gentur Putro Jati on 14 Juni, 2019

Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan akan menggelar sidang perdana untuk memutuskan lanjut atau tidaknya sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ke tahap persidangan pada hari ini, Jumat (14/6).

Bocor Data Facebook

Untuk mengantisipasi meningkatnya peredaran hoaks dan informasi yang menyesatkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana membatasi lagi akses ke layanan pesan WhatsApp (WA) berikut media sosial (medsos) seperti yang dilakukan pada 21-22 Mei lalu.

Sidang perdana MK

Seperti diketahui sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi nasional yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan Prabowo-Sandiaga kalah suara dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 85.036.828 suara atau 55,41 persen. Sementara, Prabowo-Sandi mendapatkan 68.442.493 suara (44,59 persen). Selisih suara keduanya mencapai 16.594.335.

Penjelasan Kominfo

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu menyampaikan, pemerintah berharap tidak perlu melakukan pembatasan terhadap WA dan medsos.

“Kami berharap tidak akan dilakukan pembatasan atau pelambatan medsos selama sidang MK,” tegasnya dalam keterangan resmi.

Namun, jika selama sidang MK berlangsung pihaknya menemukan peningkatan penyebaran informasi palsu (hoaks) dan informasi yang menghasut, maka kebijakan tersebut akan diterapkan.

“Langkah pelambatan atau pembatasan hanya dilakukan bila terjadi peningkatan eskalasi hoaks dan hasutan di medsos,” ujar Ferdinandus.

Pembatasan yang dilakukan menurutnya dengan cara membatasi sejumlah fitur pada medsos dan layanan chat WA, seperti mengirim dan menerima gambar, namun tidak memblokir sepenuhnya.

Selain itu, Ferdinandus juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan VPN, karena berisiko terhadap data pribadi pengguna ponsel.

(Baca juga: Waspadai Tiga Bahaya Akses Internet dengan Koneksi VPN)

Pembatasan akses 21-22 Mei

Pembatasan akses terhadap WA dan medsos pernah dilakukan pemerintah saat berlangsungnya unjuk rasa yang berujung kerusuhan pada 21-22 Mei 2019.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah menyebarnya konten di medsos dan WA yang berbau provokasi hingga penyebaran berita bohong (hoaks) kepada masyarakat.

Selama pembatasan akses dilakukan, bukan berarti pengguna WA dan medsos tidak bisa membukanya. Untuk WA, pengguna hanya tidak bisa mengirim gambar atau video. Sementara, gangguan di Facebook dan Instagram berupa kesulitan mengakses aplikasi tersebut.

Gangguan itu terjadi di semua provider ponsel, baik Telkomsel, Indosat, XL, juga jaringan internet yang lain semisal Indihome.

Pembatasan dilakukan pada pengguna di hampir seluruh kota besar di pulau Jawa, meliputi Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Salatiga, Yogyakarta, Surabaya, Pasuruan, dan Malang.

Wah, kamu tentu gak mau dong harus mengalami pembatasan akses ke medsos dan WA seperti yang pernah kamu rasakan beberapa waktu lalu? Nah, untuk itu sebaiknya kuota internet yang kamu punya, digunakan buat berbagai hal positif lainnya deh daripada menyebarkan hoaks.

Misalnya, stalking medsos sang gebetan? Atau order makanan dan minuman via ojek online buat dinikmati bersama teman kantor sore nanti. Beli tiket bioskop buat nonton berduaan sama yang tersayang juga bisa sih, mumpung besok libur.

(Baca juga: 5 Hal yang Harus Anda Ketahui Soal Pembatasan Forward Pesan WhatsApp)

Atau, buat kamu yang lagi butuh modal usaha sah-sah aja mencari pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA) lewat CekAja.com. Niscaya hal-hal tersebut jauh lebih berfaedah ketimbang menyebarkan hoaks. Betul?

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami