Simak Beberapa Manfaat dan Jenis Asuransi Melahirkan

6 min. membaca Oleh Teti Purwanti on

Biaya persalinan memang relatif dan bergantung dengan kondisi si bayi dan calon ibu. Pada umumnya proses persalinan yang normal dapat dilakukan di klinik bersalin, rumah sakit, atau bahkan di rumah dengan bantuan bidan. Pada umumnya proses persalinan yang normal dapat dilakukan di klinik bersalin, rumah sakit, atau bahkan di rumah dengan bantuan bidan.

Umumnya proses melahirkan normal di klinik bersalin akan memakan biaya sebesar Rp1 juta – Rp3 juta. Sedangkan di rumah sakit, biasanya bisa mencapai Rp5 juta – Rp30 juta, tergantung dari kelas dan fasilitas yang dipilih. Semakin bagus reputasi klinik dan rumah sakit yang dipilih, tentu biaya yang dikeluarkan akan lebih besar.

Sedangkan untuk persalinan caesar, biaya yang diperlukan untuk di kisaran Rp11 juta hingga Rp50 juta, tergantung dari rumah sakit, jenis kamar, dan fasilitas yang dipilih.

Dengan biaya yang relative besar, asuransi melahirkan tentu akan sangat berguna untuk meringankan biaya persalinan bagi ibu hamil, sehingga proses persalinan berjalan lancar, ibu, dan bayi pun dalam keadaan sehat walafiat. Sayangnya, banyak orang yang belum paham dan menganggap asuransi ini penting, apalagi bagi mereka yang percaya diri kalau si calon ibu bisa melahirkan secara normal dengan biaya yang relatif ringan.

Padahal, risiko melahirkan bagi ibu dan si bayi sangat besar dan seharusnya dipersiapkan langkah antisipasi demi kebaikan si calon ibu dan juga sang bayi. Hal inilah mengapa asuransi melahirkan sangatlah penting, agar segala bentuk biaya, risiko, dan kendala yang terjadi selama proses persalinan otomatis akan menjadi tanggung jawab perusahaan asuransi. Alhasil, ibu hamil dapat bernapas lega dan tenang selama proses persalinan nanti. Apalagi ibu hamil biasanya memiliki kekhawatiran tentang bagaimana kondisi si kecil yang ada di dalam tubuhnya.

Kalau sang ibu memiliki asuransi melahirkan, setidaknya beberapa manfaat akan dapat dirasakan baik bagi sang ibu maupun sang bayi.

Manfaat Asuransi Melahirkan

Asuransi kehamilan diharapkan dapat menurunkan angka aborsi dan tingkat kematian bayi bagi ibu hamil. Ibu hamil di sini, bukan hanya ibu hamil yang sudah berkeluarga, namun juga yang memutuskan untuk menjadi ibu tunggal. Dengan adanya besaran biaya yang akan ditanggung oleh asuransi, satu masalah bagi ibu hamil sudah berkurang. Meski begitu, besaran yang dipertanggungkan tetap bergantung kepada premi yang dibayarkan setiap bulannya.

Asuransi melahirkan juga bisa meringankan biaya sebelum dan sesudah melahirkan yang bisa dibilang tidak sedikit. Pada masa kehamilan misalnya, seorang ibu hamil setidaknya minimal harus ke dokter tiga kali selama sembilan bulan masa kehamilan. Selain biaya pemeriksaan, ibu hamil juga biasanya mengonsumsi suplemen demi kesehatan dirinya dan juga sang bayi.

Dengan adanya asuransi, selama pemeriksaan kehamilan serta tindakan yang dilakukan akan menjadi tanggung jawab perusahaan asuransi. Termasuk juga untuk masa pemulihan bagi para ibu yang melakukan operasi caesar. Beberapa asuransi juga menanggulangi biaya ini.

Lebih jauh, asuransi juga akan menanggulangi biaya apabila terjadi masalah kesehatan pada bayi yang baru lahir, termasuk juga apabila bayi tersebut menderita penyakit bawaan lahir, atau bahkan meninggal.

Manfaat lainnya adalah fasilitas yang memadai. Saat tidak memiliki asuransi belum tentu sang ibu dan si bayi bisa mendapatkan fasilitas terbaik di rumah sakit, karena tentu saja biaya yang harus dikeluarkan akan membludak. Namun, pihak asuransi menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang proses persalinan. Jenis fasilitas yang didapatkan tergantung dari kelas-kelas persalinan, seperti kelas A, B, C, D, dan E. Semakin tinggi kelas persalinan, maka semakin banyak fasilitas tambahan yang bisa dinikmati. Namun tentu saja, hal ini juga berkaitan dengan premi yang dibayarkan oleh sang ibu setiap bulannya.

Jenis Asuransi Melahirkan

1. BPJS Kesehatan

Saat ini banyak asuransi yang secara khusus memberikan jaminan bagi ibu hamil dan calon bayi. BPJS Kesehatan yang saat ini wajib dimiliki termasuk mengcover keselamat jiwa sang ibu dan bayi, terutama yang melahirkan dengan operasi caesar. Selain itu, BPJS Kesehatan juga asuransi yang paling terjangkau. Tidak hanya dari segi pembayaran premi bulanan saja, tapi juga dari kemudahan saat mengajukan aplikasi.

Meski begitu, BPJS ini hanya berlaku untuk memproteksi kesehatan ibu hamil saja. Adapun biaya pengobatan karena kelainan atau cacat pada bayi berada di luar tanggung jawab pihak BPJS. Namun, orang tua bisa langsung mendaftarkan si bayi yang baru lahir, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada bayi di masa mendatang.

2. Asuransi Jiwa Unit Link

Asuransi jiwa unit link memiliki dua keunggulan, yakni proteksi dan investasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko. Manfaat proteksi akan didapatkan ketika pemilik polis mengalami risiko seperti meninggal dunia, sakit kritis, cacat tetap dan lain sebagainya, termasuk juga melahirkan.

Asuransi ini memberikan jaminan perlindungan terhadap ibu dan calon bayi selama masa kehamilan. Manfaat yang didapatkan berupa biaya pertanggungan sebelum dan sesudah melahirkan, biaya komplikasi melahirkan, perawatan inkubator, adanya kelainan atau cacat, dan kemungkinan bayi meninggal dunia.

3. PRUMy Child dari Prudential

PRUMy Child dari Prudential yang menyediakan perlindungan jiwa terkait investasi untuk anak Anda, sejak sebelum si Kecil dilahirkan. Asuransi Melahirkan tanpa masa tunggu memberikan perlindungan yang komprehensif mulai saat ia masih dalam kandungan, dilahirkan, sampai ia dewasa kelak. Dengan begini, PRUMy Child memberikan perlindungan mulai dari kesehatan, finansial, hingga pendidikan.

Manfaat PRUMy Child memberikan pertanggungan jiwa atas janin atau calon bayi dan ibu selama masa kehamilan, termasuk juga apabila terjadi komplikasi pada sang ibu, perawatan inkubator atau ICU, serta kelainan bawaan, termasuk juga apabila meninggal atau cacat.

4. MiUltimate HealthCare

Asuransi ini dikeluarkan langsung oleh asuransi Manulife Indonesia. Adapun biaya yang dicover meliputi biaya persalinan normal, cesar, persalinan dengan bantuan, dan komplikasi kehamilan. Uniknya, biaya pertanggungan yang diberikan dalam bentuk cashless. Untuk menggunakan asuransi ini, hanya perlu menunjukkan kartu keanggotaan saja .

Meski begitu, tetap ada ketentuan untuk bisa menggunakan asuransi ini. Ketentuan usia masuk manfaat melahirkan adalah 20 tahun hingga 43 tahun, dengan masa pertanggungan sampai tertanggung berusia 45 tahun. Selain itu, seorang ibu yang ingin ditanggung oleh asuransi ini tidak diperbolehkan merokok, bahkan sebelum masa kehamilan.

Sayangnya, pemilik asuransi ini, tidak bisa langsung menggunakan manfaat melahirkan setelah membayar polis asuransi. Ditambah lagi, premi bisa naik setiap tahunnya.

Tetap Atur Keuangan

Jangan terlarut mesi kamu sudah memiliki asuransi melahirkan dengan bersikap boros selama masa kehamilan, walaupun menunggu kelahiran si kecil tentu saja menjadi hal yang sangat ditunggu. Apalagi untuk anak pertama, biasanya orang tua akan kalap dan ingin membeli berbagai perlengkapan si kecil. Padahal, barang tersebut belum tentu terpakai, atau bahkan tidak terpakai sama sekali. Oleh karena itu cobalah untuk belanja sewajarnya saja.

Khusus kepada para ibu jangan cepat tergiur untuk melakukan berbagai aktivitas ibu hamil zaman now yang membutuhkan banyak dana, seperti babymoon, maternity photo, baby shower, dan juga persalinan, serta bayi yang baru lahir. Kegiatan yang didasari tren ini meski terkesan sepele bisa sangat menguras kantong.

Selain itu, jangan gengsi untuk menerima lungsuran. Pasalnya, barang bayi cenderung dipakai dalam waktu yang singkat dan kerap masih bagus meski itu barang lungsuran apalagi kalau dilungsurkan orang terdekat, seperti kakak atau adik si calon ibu atau bapak.

Pilihlah rumah sakit untuk cek rutin dan melahirkan yang sesuai dana, tidak perlu memaksakan masuk ke kelas VIP kalau memang dana tidak tersedia. Apalagi kalau sudah yakin si kecil di baik-baik saja, tidak perlu melakukan USG 4 Dimensi berkali-kali. Pasalnya, USG ini juga memakan dana yang cukup besar.

Jaga Kesehatan yang Utama

Selain memikirkan berbagai dana, sangat penting bagi ibu dan calon bayi tentu menjaga kesehatannya. Selain makan-makanan yang sehat, ibu hamil juga diharapkan bisa hidup sehat jauh dari asap rokok dan juga alkohol. Untuk zaman now, ibu hamil juga sebisa mungkin menjauhi makanan dengan pemanis buatan, pengawt, dan penguat rasa, serta makanan yang belum tentu matang seperti sate dan sushi. Kalau suka ibu hamil boleh mengonsumsi susu, tidak harus susu hamil, namun susu apapun untuk menambah kalsium yang juga akan diserap oleh si bayi yang ada di dalam kandungan.

Miliki asuransi kesehatan terbaik sekarang juga hanya di CekAja.com!

Tentang kami

Teti Purwanti

Teti Purwanti