Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Simak Deretan Tips Soal Tertulis SIM C, Dijamin Lulus!

by Nadhillah Kusindriani on 2 Maret, 2020

Tips soal tertulis SIM C rasanya perlu diketahui oleh para pengemudi yang ingin membuat SIM. Sebab, tes tertulis menjadi bagian paling sulit dibandingkan rangkaian tes lainnya. Untuk itu, kamu memerlukan persiapan lebih agar bisa lulus tes tertulis dan lanjut ke tahap selanjutnya.

soal tes bikin sim

Meski begitu, tes tertulis tidak hanya dilakukan untuk membuat SIM C saja, tetapi untuk semua jenis SIM. Di mana, SIM atau Surat Izin Mengemudi sendiri terbagi menjadi empat jenis, yaitu SIM A, SIM B1, SIM B2, SIM C dan SIM D.

Sejatinya, SIM merupakan bukti registrasi seorang pengemudi yang dinilai telah memenuhi kriteria, baik dari segi jasmani, rohani, administrasi serta memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan. Bukti registrasi tersebut diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Maka dari itu, SIM menjadi identitas pengemudi ketika sedang berkendara di jalan. Untuk kamu yang ingin membuat SIM, khususnya untuk kendaraan bermotor, ada baiknya jika mengetahui terlebih dahulu tips soal tertulis SIM C dan serba-serbinya yang telah CekAja.com rangkun khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Cara Membuat SIM C

Di antara kamu mungkin ada yang belum tahu bagaimana cara membuat SIM. Pada dasarnya, tahapan membuat SIM C merupakan hal pertama yang perlu kamu ketahui sebelum tips soal tertulis SIM C.

Sebenarnya, ada beberapa tahap yang perlu kamu lalui untuk membuat SIM C. Mulai dari pendaftaran, melakukan ujian, pengambilan foto, sidik jari hingga tanda tangan. Untuk itu, di bawah ini merupakan syarat dan cara membuat SIM C, di antaranya yaitu:

Syarat Membuat SIM C
Cara Membuat SIM C

Adapun beberapa tahapan yang perlu kamu lalui untuk membuat SIM C, di antaranya sebagai berikut.

Nah, beberapa cara di atas bisa kamu jadikan panduan ketika akan membuat SIM C. Tidak hanya itu, kamu juga perlu mempersiapkan dan membawa uang lebih.

Sebab, jika kamu ingin melakukan pendaftaran SIM secara langsung di kantor polisi, kamu perlu membeli formulir pendaftaran sebesar Rp100.000,-.

Selain itu, jika kamu belum membawa surat keterangan sehat jasmani dan rohani, kamu bisa mendapatkannya di klinik kesehatan kepolisian dengan biaya sebesar Rp25.000,-.

Maka dari itu, sebelum datang ke kantor polisi ada baiknya kamu melengkapi beberapa dokumen yang dibutuhkan, sehingga proses pendaftaran bisa berjalan cepat dan mudah.

Jenis-jenis Ujian SIM C

Jika proses pendaftaran sudah selesai dilalui, hal berikutnya yang perlu kamu lakukan adalah ujian SIM. Di mana, ujian SIM sendiri terbagi menjadi dua, yaitu ujian tertulis dan ujian praktek, seperti yang akan dipaparkan di bawah ini.  

Ujian Tertulis

Pada tahap ujian tertulis atau yang biasa disebut dengan ujian teori SIM C ini, pengetahuan dan wawasan mu tentang berkendara dan berlalu lintas di jalan raya akan di uji.

Kamu akan dihadapkan dengan 30 soal tentang aturan lalu lintas dan sebagainya untuk dikerjakan dalam waktu 15 menit. Untuk bisa lulus ujian ini, kamu diharuskan menjawab setidaknya 21 soal dengan benar.

Namun, alangkah lebih baik jika kamu menjawab seluruh soal dengan benar dan teliti. Sebelum melakukan ujian teori, kamu bisa berlatih dan belajar terlebih dahulu melalui beberapa sumber, baik dari buku atau pun situs Korlantas Polri.

Apabila sudah selesai mengerjakan ujian teori, kamu diminta oleh tim pengawas untuk menunggu hasil ujian diumumkan hingga kurang lebih 15 menit. Apabila lulus, selanjutnya kamu akan dipersilahkan untuk mengikuti ujian praktek.

Namun, apabila tidak lulus, petugas akan meminta mu untuk mengikuti ujian teori kembali dua pekan berikutnya. Jika di dua pekan yang akan datang kamu tidak hadir atau membatalkan proses pembuatan SIM C, maka biaya pendaftaran sebesar Rp100.000,- akan dikembalikan oleh petugas kepolisian.

Ujian Praktek

Bagi kamu yang lulus ujian tertulis, selanjutkan akan mengikuti ujian praktek. Pada tahap ini, kamu akan melakukan beberapa jenis ujian praktik SIM C di lokasi yang telah ditentukan.

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memilih jenis kendaraan bermotor yang akan digunakan, baik matic atau pun manual.

Hal itu penting kamu perhatikan, sebab jenis kendaraan menentukan kenyamanan mu ketika mengemudikan kendaraan dan akan memudahkan mu saat melalui beberapa jenis lintasan.

Karena pada dasarnya, ujian praktek SIM C terbagi menjadi tiga tahap, yaitu:

  • Ujian Keseimbangan, menguji keseimbangan pengemudi ketika berkendara pada kecepatan rendah
  • Ujian Ketangkasan, menguji ketangkasan pengemudi ketika melalui lintasan slalom, lintasan angka 8 dan lintasan putar balik
  • Ujian Kecekatan, menguji dan menilai kemampuan pengemudi ketika mendadak diharuskan mengambil keputusan secara sigap saat berkendara.

Beberapa ujian praktek tersebut mungkin bagi sebagian orang terlihat mudah, namun kamu tetap memerlukan latihan agar bisa mengemudikan kendaraan bermotor dalam kecepatan rendah dan seimbang. Terlebih, kamu tidak diperbolehkan untuk menurunkan kaki saat ujian praktek sedang berlangsung.

Namun kamu tidak perlu khawatir, sebab menurut NTMC Polri seperti yang dilansir carmudi.co.id, pengendara yang ingin membuat SIM di wilayah DKI Jakarta diperbolehkan untuk melakukan latihan di Satpas Daan Mogot.\

(Baca Juga: Cara Identifikasi BPKB dan STNK Asli Sebelum Beli Mobil Bekas)

Kamu bisa berkunjung setiap hari Minggu, pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB. Jangan lupa untuk membawa kendaraan bermotor mu sendiri ya!

Tips Soal Tertulis SIM C

Bagi kamu yang ingin membuat SIM, ada baiknya mengetahui beberapa tips soal tertulis SIM C agar dapat mengerjakan ujian teori dengan lancar. Untuk itu, di bawah ini CekAja.com telah merangkum beberapa contoh soal yang sekiranya keluar dalam ujian teori, di antaranya yaitu:

1. Marka membujur berupa garis ganda yang terdiri dari garis utuh dan garis putus-putus menyatakan bahwa:

a. Kendaraan yang berada pada sisi garis utuh dilarang melintasi garis ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada pada sisi garis putus-putus dapat melintasi garis ganda tersebut

b. Kendaraan yang berada pada sisi garis utuh dapat melintasi garis ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada pada sisi garis putus-putus dilarang melintasi garis ganda tersebut

c. Kendaraan yang berada pada sisi garis utuh dilarang melintasi garis ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada pada sisi garis putus-putus dilarang melintasi garis ganda tersebut

d. Kendaraan yang berada pada sisi garis utuh dapat melintasi garis ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada pada sisi garis putus-putus dapat melintasi garis ganda tersebut

2. Bagaimana tindakan anda ketika akan berpapasan dengan kendaraan lain yang datang dari arah depan?

a. Memberikan tanda dengan membunyikan klakson agar pengendara dari arah depan tidak mengambil jalur jalan yang berlawanan

b. Memberi ruang cukup pada saat berpapasan dan memperlambat kecepatan kendaraan jika diperlukan

c. Memberi tanda sinar dengan mengedipkan lampu jarak jauh berulang kali agar kendaraan dari depan memberi ruang jalan

d. Mempertahankan kecepatan karena berada pada jalur jalan yang benar

3. Apakah arti dari gambar rambu perintah di bawah ini?

a. Dilarang berjalan lurus ke depan

b. Lajur atau bagian yang wajib dilalui

c. Lajur atau bagian yang ditunjuk tersedia

d. Lokasi parkir kendaraan

4. Pada waktu lampu pengatur lalu lintas berganti menjadi hijau, seorang penyeberang jalan masih berada di atas zebra cross, maka yang mendapat kesempatan berjalan terlebih dahulu adalah:

a. Pengemudi kendaraan yang berada pada lajur paling kanan

b. Pengemudi kendaraan yang berada paling depan

c. Pejalan kaki yang masih berada di atas zebra cross

d. Pengemudi kendaraan yang berada pada lajur paling kiri

5. Tindakan apa yang anda lakukan apabila melihat rambu peringatan seperti gambar di bawah ini pada saat berkendara di jalan?

a. Berhati-hati dan kurangi kecepatan karena jalan berkelok sejauh 3 km ke depan

b. Kurangi kecepatan karena jalan licin

c. Dilarang mendahului karena jalan berkelok sejauh 3 km ke depan

d. Hanya ada tiga tikungan sejauh 3 km ke depan

6. Untuk mendapatkan SIM, seseorang diharuskan memiliki stabilitas emosi. Yang dimaksudkan dengan stabilitas emosi adalah:

a. Kemampuan mengontrol emosi pada saat menghadapi situasi yang tidak nyaman selama mengemudi

b. Kemampuan mengontrol emosi pada saat menghadapi situasi yang tidak nyaman setelah mengemudi

c. Kemampuan mengontrol emosi pada saat menghadapi situasi yang tidak nyaman sebelum mengemudi

d. Kemampuan mengontrol emosi pada saat menghadapi situasi yang tidak nyaman sebelum, selama dan setelah mengemudi

Nah, beberapa informasi mengenai SIM C sudah kamu ketahui. Mulai dari cara dan syarat membuat SIM C hingga tips soal tertulis SIM C. Untuk contoh soal lainnya terkait ujian teori kamu bisa lihat di situs korlantas.polri.go.id.

Proses pembuatan SIM C sangat mudah, terlebih tidak memerlukan biaya besar untuk mengurusnya. Dengan memiliki SIM C, kamu akan terjaga dan merasa aman ketika berkendara. Sebab, kamu sudah memiliki surat-surat berkendara lengkap.

Namun, ketika berkendara ada baiknya kamu memperhatikan tingkat keselamatan. Di antaranya dengan menggunakan helm SNI, jaket dan peralatan lainnya. Tidak hanya itu, alangkah lebih baik jika kamu juga melindungi diri dengan asuransi kecelakaan diri.

Kamu tidak perlu khawatir jika belum memilikinya. Kamu bisa langsung mengajukannya dengan mudah dan proses yang cepat hanya di CekAja.com. Ajukan sekarang, yuk!

Tentang Penulis