Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

2 menit waktu bacaan

Bunga Flat dan Bunga Efektif, Apa Bedanya?

by JTO on 1 April, 2014

Meminjam uang ke bank atau lembaga keuangan memang akan selalu dibebani bunga. Karena itu, sebelum Anda menyetujui atau tertarik meminjam uang di bank, satu hal yang wajib Anda lakukan adalah mengenali beberapa sistem dari bunga bank. Apa saja?

Berdasarkan perhitungannya:

Bunga flat adalah sistem perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok utang awal. Biasanya, suku bunga ini diterapkan untuk kredit barang konsumsi  atau KTA (Kredit Tanpa Agunan). Dalam sistem bunga flat ini porsi dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama. Misalnya, Anda mengajukan pinjaman sebesar Rp120 juta, bunga flat 5% pertahun dan tenor pinjaman 3 tahun.

Maka perhitungannya akan menjadi:

(Rp120 juta + (Rp120 juta X 5% X 3)0 / 36 bulan =  Rp3.833.334

Jadi, angsuran Anda perbulan adalah Rp3.833.334

Sistem bunga efektif adalah kebalikan dari sistem bunga flat, yaitu porsi bunga dihitung berdasarkan pokok utang tersisa. Maka, porsi bunga dan pokok dalam angsuran tiap bulan akan berbeda, meski besar angsuran per bulan tetap sama. Sistem bunga ini biasanya diterapkan pada produk KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau kredit investasi.

Nilai bunga yang dibayar debitur setiap bulan akan semakin mengecil. Karena bunganya yang dibayar mengecil, maka angsuran per bulan akan semakin menurun dari waktu ke waktu. Angsuran bulan kedua lebih kecil daripada angsuran bulan pertama, begitu seterusnya.

Misal, anda berhutang Rp 100.000.000,- dengan bunga efektif 12% per tahun, dan cicilan pokok Rp 10.000.000,- per bulan. Maka:

Bulan ke-1 bunganya 1% x Rp 100.000.000,- = Rp 1.000.000,-

Bulan ke-2 bunganya 1% x Rp 90.000.000,- = Rp 900.000,-

Bulan ke-3 bunganya 1% x Rp 80.000.000,- = Rp 800.000,-

dan seterusnya.

Berdasarkan sifat perhitungannya:
  • Sistem bunga fixed

Sesuai namanya, suku bunga fixed artinya suku bunga itu bersifat tetap selama periode tertentu sesuai kesepakatan.  Keuntungan sistem bunga ini bagi Anda adalah jika suku bunga pasar naik, maka Anda tidak akan terbebani bunga tambahan.

  • Suku bunga floating

Sistem perhitungan bunga ini artinya bunga dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada kondisi pasar. Jika suku bunga pasar naik, maka bunga kredit Anda juga akan ikut naik, dan sebaliknya, . Sistem bunga ini diterapkan untuk kredit jangka panjang, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit modal usaha dan investasi.

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.