Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Sri Mulyani Tetapkan Santunan Petugas KPPS yang Meninggal Rp36 Juta

by Gentur Putro Jati on 30 April, 2019

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah menetapkan nilai santunan yang akan diberikan negara kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit sampai meninggal dunia selama dan sesudah melaksanakan tugasnya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tanggal 17 April lalu.

 

Melalui surat bernomor S-316/KMK.02/2019 yang ditujukan kepada pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sri Mulyani menegaskan akan menyantuni petugas KPPS yang sakit maupun keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia sebagai berikut:

  1. Petugas KPPS luka sedang Rp8,25 juta
  2. Petugas KPPS luka berat Rp16,5 juta
  3. Petugas KPPS cacat permanen Rp30,8 juta
  4. Petugas KPPS meninggal dunia Rp36 juta.

“Besaran santunan ini berlaku sejak bulan Januari untuk petugas ad hoc KPU hingga berakhirnya masa kerja sesuai Surat Keputusan pelantikan/pengangkatan yang bersangkutan,” tulis Sri Mulyani dalam surat tersebut.

Melalui surat tertanggal 25 April 2019 itu, ia juga menekankan agar pelaksanaan pemberian santunan ini tetap memperhatikan prinsip keadilan, kewajaran dan kepatutan, serta dengan memperhatikan ketersediaan pagu kegiatan.

“Agar seluruh proses dilakukan secara profesional, bersih dari korupsi, dan tidak ada konflik kepentingan, serta tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan berpedoman pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Sri Mulyani.

318 Petugas Meninggal Dunia

Jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia terus bertambah. Sekretaris Jenderal KPU, Arif Rahman dalam keterangan resminya pagi ini (30/4) mengatakan sampai pukul 08.00 WIB tadi, petugas yang wafat sebanyak 318 orang. Sementara itu, jumlah petugas KPPS yang sakit sebanyak 2.232 orang.

(Baca juga: Jangan Sujud Syukur Berlebihan, KPU Baru Umumkan Hasil Pemilu Bulan Depan)

Begitu banyaknya jumlah petugas KPPS yang mengembuskan nafas terakhir saat melakukan tugasnya mendapat sorotan tajam para dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Menurut mereka, ada sejumlah faktor yang menyebabkan hal mengenaskan tersebut:

1. Terlalu lama bekerja

“Pertama yang saya amati adalah waktu kerja yang sudah melewati jam biologis manusia, mereka bekerja bahkan sampai 24 jam,” kata Dekan FKUI, Ari Fahrial Syam, kemarin (29/4).

2. Masalah kesehatan

Para dokter menduga anggota KPPS yang bertugas pada hari pemungutan suara ada yang menderita sakit. Kondisi itu diperparah dengan nyaris tidak adanya waktu untuk beristirahat.

3. Tingkat stres tinggi

Anggota KPPS juga diduga mengalami stres yang tinggi sehingga mengganggu psikis yang bersangkutan.

4. Faktor lingkungan kerja

Tidak hanya faktor dari dalam petugas KPPS, namun tim dokter FKUI menyebut lingkungan kerja juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan anggota KPPS. Sebab, mereka bekerja di dalam tenda dengan penerangan yang terbatas dan ruangan terbuka.

“Jadi kondisi lingkungan, kondisi fisik dan kondisi waktu kerja yang berlebihan ini jadi satu hal yang akhirnya mereka jatuh sakit dan bahkan menyebabkan kematian,” ujar Ari.

5. Faktor usia

Dari penjelasan yang disampaikan KPU, diketahui bahwa 70 persen anggota KPPS yang meninggal dunia berumur di atas 40 tahun. Faktor usia ini, menurutnya merupakan patokan usia rentan sakit. Oleh karenanya, dapat disimpulkan bahwa faktor usia memengaruhi anggota KPPS yang sakit dan meninggal.

6. Tidak melibatkan Puskesmas

Untuk mencegah hal serupa terulang, para dokter FKUI juga merekomendasikan KPU untuk melibatkan Puskesmas yang ada di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk bersiaga selama proses Pemilu berlangsung. Keterlibatan Puskesmas penting untuk menjaga kesehatan anggota KPPS dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

(Baca juga: Investor Asing Puas dengan Pelaksanaan Pemilu 2019)

Nah, bagi kamu yang sudah pernah memiliki pengalaman sebagai petugas KPPS tahun ini dan berencana untuk menjalankan tugas negara tersebut pada 2024 mendatang, ada baiknya melindungi diri dengan asuransi kesehatan yang dapat kamu pilih sesuai kebutuhan lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Ego in debitum, ergo sum

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami