8 Startup yang Tumbuh Pesat Saat Pandemi, Yuk Cari Tahu!

Walaupun pandemi memberikan banyak dampak, khususnya pada sektor perekonomian, namun ternyata ada beberapa startup yang tumbuh pesat pada saat pandemi. Padahal jika dilihat secara umum, ada banyak sekali perusahaan yang gulung tikar karena tidak mampu membayar upah para pegawainya.

8 Startup yang Tumbuh Pesat Saat Pandemi, Yuk Cari Tahu!

Ini menjadi sebuah hal yang menarik, karena ternyata pandemi tidak hanya memberikan dampak buruk, tetapi juga membawa rezeki bagi beberapa perusahaan startup, yang bergerak dibidang tertentu.

Jika ingin tahu apa saja startup yang tumbuh pesat saat pandemi, pada kesempatan kali ini CekAja.com akan memberikan beberapa daftarnya, yang akan diulas secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Daftar Startup yang Tumbuh Pesat Saat Pandemi

Sebenarnya jika berbicara tentang startup yang tumbuh pesat saat pandemi, bisa dibilang cukup banyak.

Apalagi mereka yang bergerak dibidang Edutech, layanan berbasis e-commerce dan jasa pengantaran, platform OTT, game online serta sektor lainnya yang juga melakukan aktivitas penjualannya secara online.

Sepertinya wajar saja, apabila startup tersebut tumbuh pesat saat pandemi, karena memang keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, menunjang aktivitas pembelajaran yang dilakukan secara daring, hingga sebagai hiburan untuk menemani hari-hari selama karantina.

Jika kamu penasaran apa saja startup yang tumbuh pesat saat pandemi, di bawah ini CekAja.com telah merangkum beberapa di antaranya dari berbagai sumber, yang akan diulas sebagai berikut.

1. Grab

Grab - Startup yang Tumbuh Pesat Saat Pandemi

Startup yang tumbuh pesat saat pandemi, yang pertama yaitu Grab. Sebagai salah satu perusahaan teknologi yang bergerak di bidang jasa transportasi online, Grab sempat melakukan PHK terhadap 360 karyawannya di seluruh Asia Tenggara pada Juni 2020.

Hal yang dilakukan Grab tersebut, tentu bukan hal yang mudah. Tetapi, karena ditutupnya beberapa layanan yang dinilai tidak terlalu memberikan pengaruh kepada perusahaan, maka PHK pun harus dilakukan.

Grab akhirnya memutuskan untuk memperkuat beberapa layanan mereka yang lainnya, seperti layanan pengiriman makanan GrabFood, dan juga layanan pengiriman barang GrabExpress.

Ternyata, keputusan yang diambil Grab tersebut adalah keputusan yang tepat. Di mana, kedua layanan itu meningkat sangat pesat selama pandemi, karena keberadaannya yang memang sangat dibutuhkan masyarakat.

Sejak saat itu, Grab pun akhirnya mengalokasikan sebagian karyawannya ke layanan GrabFood dan GrabExpress, yang sedang meningkat pesat.

(Baca Juga: Jenis Usaha yang Tumbuh Pesat Saat Pandemi)

2. Gojek

Gojek - Startup yang Tumbuh Pesat Saat Pandemi

Berikutnya ada Gojek, yang masuk ke dalam daftar startup yang tumbuh pesat saat pandemi. Perusahaan yang juga bergerak di bidang transportasi berbasis ridesharing app ini, nyatanya juga sempat melakukan PHK besar-besaran, sebelum tumbuh pesat seperti saat ini.

Sekitar 430 karyawan, atau setara dengan 9 persen dari total karyawan Gojek, terpaksa harus diberhentikan untuk menyelamatkan kondisi ekonomi perusahaan yang lesu di awal pandemi.

Adapun 430 karyawan tersebut, merupakan karyawan yang sebelumnya bekerja di dua layanan Gojek, yaitu GLife dan GoFood.

Namun, karena dua layanan tersebut keberadaannya dirasa kurang esensial, dan menjadi dampak dari larangan pemerintah untuk mengadakan kerumunan, maka terpaksa harus ditutup dan mengorbankan sekitar 430 karyawan untuk di PHK.

Setelah ditutupnya dua layanan itu, Gojek memutuskan untuk fokus ke bisnis intinya, yaitu layanan transportasi GoRide dan GoCar, layanan pesan antar GoFood, dan layanan uang elektronik GoPay.

Dari difokuskannya tiga layanan tersebut, ternyata hasil yang diberikan sangat mengejutkan. Ya, ketiga layanan Gojek itu justru naik secara signifikan selama masa PSBB.

Contohnya seperti layanan logistik yang tumbuh hingga 80 persen, serta aktivitas belanja kebutuhan sehari-hari yang juga naik hingga dua kali lipat.

3. Shopee

Shopee - Startup yang Tumbuh Pesat Saat Pandemi

Mungkin ini bukan hal yang mengejutkan, jika Shopee menjadi bagian dari startup yang tumbuh pesat saat pandemi.

Bagaimana tidak, pasalnya e-commerce asal Singapura yang satu ini, sudah menjadi andalan masyarakat Indonesia dalam berbelanja.

Dan selama pandemi berlangsung pun, Shopee malah mengalami kenaikan yang luar biasa. Hal itu terlihat dari kuartal II 2020, yang mana transaksi yang terjadi tercatat lebih dari 260 juta transaksi.

Di kuartal yang sama pula, App Annie merilis riset yang mengatakan, kalau Shopee menduduki peringkat satu sebagai aplikasi e-commerce dengan pengguna aktif terbanyak, unduhan, serta total waktu yang dihabiskan di aplikasi.

Dengan data-data tersebut, maka sudah dipastikan kalau pandemi tidak terlalu memberikan dampak pada perusahaan ini.

4. Tokopedia

Tokopedia - Startup yang Tumbuh Pesat Saat Pandemi

Selain tiga perusahaan di atas, Tokopedia juga menjadi salah satu startup yang tumbuh pesat saat pandemi.

Sebagai salah satu pesaing Shopee, Tokopedia nyatanya juga tidak kalah dari Shopee dalam hal keuntungan.

Sebab selama PSBB dan karantina berlangsung, orang-orang hanya beraktivitas dari dalam rumah.

Sehingga, itu membuat mereka menjadi sering mengakses beberapa e-commerce untuk membeli kebutuhan hidup, salah satunya Tokopedia.

Melansir dari aqi.co.id, statistik Tokopedia menunjukkan kalau ada 100 juta user per bulan yang mengunjungi Tokopedia.

Sembilan juta penjual di Tokopedia, yang mana hampir 100 persennya adalah UMKM dan 94 persennya adalah penjual berskala ultra mikro.

Kemudian sejak Januari 2020, Tokopedia mencatat ada kenaikan jumlah penjual yang mencapai 1,8 juta.

Kenaikan tersebut tentunya ditunjang oleh aktivitas masyarakat, yang selama PSBB hanya di rumah saja, dan mengganti semua kegiatannya belanja di luar rumah menjadi belanja online.

5. Halodoc

Halodoc - Startup yang Tumbuh Pesat Saat Pandemi

Startup berikutnya datang dari bidang kesehatan, yaitu Halodoc. Buat kamu yang belum tahu, Halodoc merupakan startup yang menyediakan berbagai jenis layanan kesehatan, mulai dari telekonsultasi, pengiriman obat, hingga drive through rapid testing.

Selama pandemi Covid-19 berlangsung, semua layanan tersebut keberadaannya sangat dibutuhkan, sehingga membuahkan hasil yang positif.

Hal itu terlihat dari meningkatnya volume transaksi sebesar 600 – 700 persen, serta peningkatan pendapatan yang hingga 20 kali lipat.

Tetapi, walaupun lonjakan yang terjadi cukup tinggi, Halodoc sudah siap mengantisipasi segala potensi peningkatan skala terhadap platform.

Dengan begitu, nantinya tidak akan terjadi gejolak maupun gangguan, baik dari sisi akses terhadap dokter, maupun dari sisi kualitas pelayanan yang diberikan.

6. Itemku

Itemku - Startup yang Tumbuh Pesat Saat Pandemi

Selain Halodoc, startup yang tumbuh pesat saat pandemi lainnya, yaitu Itemku. Bergerak di bidang game, startup yang satu ini disebut oleh Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII), mengalami peningkatan jumlah gamer.

Sekitar 16,5 persen masyarakat, diketahui memanfaatkan game sebagai media untuk mereka mendapatkan hiburan, dan menghilangkan jenuh dari karantina yang dilakukan selama pandemi Covid-19.

Mengetahui hal tersebut, maka Itemku langsung menerapkan sejumlah strategi khusus untuk merespon peningkatan kebutuhan masyarakat akan hiburan yang terjadi.

Adapun strategi yang dilakukan Itemku, di antaranya yaitu dengan menambah kategori produk, seperti misalnya kategori non-gaming yang terdiri dari Netflix, Spotify, Viu, VPN dan lain sebagainya.

7. Tanihub

Tanihub - Startup yang Tumbuh Pesat Saat Pandemi

Selanjutnya ada Tanihub, yang juga menjadi startup yang tumbuh pesat saat pandemi.

Startup sekaligus ecommerce yang bergerak di sektor bahan pangan ini, sebelum mengalami kenaikan permintaan, sempat mengalami penurunan akibat beberapa merchant yang ada di kota-kota besar harus tutup karena aturan PSBB yang ditetapkan pemerintah.

Namun, tutupnya merchantmerchant tersebut bukan satu-satunya hal yang menghambat laju perekonomian Tanihub.

Sebab, khusus segmen pasar konsumen terjadi kenaikan permintaan yang sangat signifikan. Di mana, masyarakat yang sebelumnya membeli kebutuhan sehari-hari di pasar, kini beralih ke belanja online.

Jadi jika dilihat dari bidang B2B, Tanihub mengalami sedikit penurunan. Tetapi secara keseluruhan, Tanihub mengalami peningkatan yang sangat signifikan, akibat dari banyaknya masyarakat yang beralih ke ecommerce untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

8. Riliv

Riliv - Startup yang Tumbuh Pesat Saat Pandemi

Startup yang tumbuh pesat saat pandemi, yang terakhir yaitu Riliv. Perusahaan yang menyediakan jasa konseling jarak jauh dengan psikolog profesional ini, menilai kalau selama pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang kesehatan mentalnya terganggu.

Hal itu bisa terjadi, karena salah satunya disebabkan oleh perubahan kebiasaan dari kehidupan normal sebelum ada pandemi, dan setelah pandemi yang banyak menimbulkan rasa cemas.

Karena hal tersebut, maka Riliv diketahui mengalami kenaikan jumlah unduhan sebanyak 50 persen, dengan jumlah pengguna yang juga ikut naik sekitar 300 persen.

(Baca Juga: Fenomena Bisnis Baru Saat Pandemi Berakhir)

Itulah beberapa daftar startup yang tumbuh pesat saat pandemi. Sebagian besar dari startup tersebut, tentunya digunakan oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan dan usia, untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, dari semua daftar startup tersebut juga kamu bisa melihat, kalau ternyata dibalik pandemi Covid-19 yang berlangsung lama, ada hal positif yang diberikan dan dirasakan oleh beberapa kalangan, khususnya untuk para pelaku usaha.

Jadi, buat kamu yang juga memiliki bisnis, jangan khawatir dengan segala kemungkinan risiko buruk yang akan terjadi.

Fokuslah dengan apa yang sedang dijalankan, dan persiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk mengatasi risiko terburuk yang mungkin terjadi.

Salah satu persiapan yang bisa dilakukan adalah menyiapkan dana darurat. Yang mana, dana darurat ini bisa kamu dapatkan dari mengambil sebagian keuntungan usaha.

Namun, apabila keuntungan usaha yang kamu miliki tidak seberapa, maka kamu bisa mengajukannya pinjaman dana tunai melalui CekAja.com.

Di sana, kamu bisa mengajukan pinjaman dana tunai dengan nominal sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Apalagi, di sana proses pengajuannya sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, kalau begitu tunggu apalagi? Yuk, ajukan sekarang juga!