Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Statusnya Sebagai Juru Mudi Justru Diganjar dengan Gaji Selangit, Siapa Saja Mereka?

by JTO on 29 Agustus, 2015

Profesi juru mudi selalu identik dengan mereka yang bekerja mengemudikan kendaraan di jalan raya. Padahal, ada banyak jenis kendaraan lain yang juga dikemudikan seorang supir. Meski berstatus supir, gaji yang dibawa pulang lumayan fantantis. Pasalnya, butuh keahlian dan sertifikat khusus untuk menjalankannya. Siapa saja mereka?

Pilot

Setelah mendapatkan izin menerbangkan pesawat kecil, seorang pilot biasanya sudah bisa membawa pulang gaji sekitarRp 15 – 20 juta per bulan. Biasanya pilot ini disebut First Officer atau FO. Dia setiap kali menerbangkan pesawat akan didampingi oleh seorang pilot kapten yang gajinya berkisar di antara Rp 45-50 juta. Nah, sebelum mencapai pangkat tertinggi ini, para penerbang pesawat harus mencapai jenjang copilot terlebih dahulu. Pada level ini mereka mendapatkan gaji dengan kisaran Rp 30-40 juta per bulan.

Dari level FO bisa naik ke level copilot biasanya ditentukan dari lamanya jam terbang. Meski berstatus kopilot, kemampuan yang dimilikinya harus setara kemampuan seorang kapten pilot. Dengan tanggung jawab penuh saat penerbangan, wajar penerbang pesawat mendapatkan gaji super fantastis. (Baca Juga: Cara Pilih Bengkel Asuransi Kendaraan Agar Klaim Tidak Repot)

Nakhkoda kapal

Biasanya gaji seorang pelaut bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulannya. Seperti dilansir portal berita detik.com, seorang pelaut pemula lulusan sekolah pelayaran dengan posisi perwira di bawah nakhoda, ‎mendapatkan gaji Rp 4-5 juta/bulan. Jika dia bekerja di perusahaan asing gajinya bisa berkisar US$ 900-US$ 1.300 per bulan (hingga lebih dari Rp 10 juta). Seorang nakhkoda kawakan bakal mendapatkan gaji lebih besar lagi, bisa sampai US$ 11 ribu per bulan.

Selain mengoperasikan kapal-kapal pesiar atau kapal kontainer dan sejenisnya, seorang nakhkoda juga bisa bekerja di offshore pengeboran minyak di tengah laut. Karena risikonya sangat besar, lebih besar dibandingkan mengoperasikan kapal lainnya, nakhkoda di offshore bisa mendapatkan bayaran dengan hitungan per jam. Kisannya kira-kira sejam US$ 500 dolar.

 

Operator Tower Crane

Tower crane berfungsi untuk mengangkat barang atau objek yang sangat berat bisa seberat 1000kg atau lebih. Alat berat ini biasanya ada di area konstruksi bangunan karena sangat berguna memindahkan baja, tiang-tiang atau batu-batu besar. Gaji yang ditawarkan untuk menjadi operator tower crane pun luar biasa besar. Karena, yang dapat mengoperasikannya adanya mereka yang memiliki keterampilan khusus untuk memanufer hanya dengan pedal dan tuas.

Dan, sebelum bisa diperkerjakan, para operator ini harus mendapatkan lisensi dari The National Commission for the Certification of Crane Operators (NCCCO). Di AS, gaji mereka berada di kisaran 29 dollar AS per jam atau setara Rp 400 ribuan. Dalam satu hari kerja (8 jam) operator crane bisa membawa pulang Rp 3,2 juta. (Baca juga: Asuransi Kendaraan, Pilih Perlindungan All Risk atau TLO?)

Pengemudi dan Operator Alat Berat Pertambangan

Ada beberapa jenis alat berat yang digunakan di area pertambangan atau pun konstruksi bangunan. Yang cukup umum terlihat antara lain adalah backhoe dan excavator. Namun, ada juga beberapa jenis alat berat lainnya seperti dump truck, wheel loader, bulldozer, dragline, dan belt conveyor. Sama seperti menjadi operator tower crane, dibutuhkan skill yang cukup rumit untuk mengendalikan alat berat. Selain itu, risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi membuat pekerjaan ini bernilai tinggi. Di AS, seorang pengemudi dump truck bisa mendapatkan penghasilan tahunan sebesar 31 ribu dolar AS atau sekitar Rp 435 juta.

 

Ajukan kredit mobil impianmu di sini

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami