Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Stop Jabat Tangan, Sementara Ganti dengan 5 Alternatif Ini

by Sindhi Aderianti on 5 Maret, 2020

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, penularan virus corona bukan melalui udara, melainkan dari droplet. Droplet adalah cairan yang keluar dari tubuh orang yang terinfeksi, umumnya saat batuk dan bersin. Hal ini membuat penularan lebih mudah terjadi ketika melakukan jabat tangan dengan seseorang. Lalu, tanpa sadar kita pun menyentuh area wajah seperti mata, hidung, atau mulut.

5 Alternatif Selain Jabat Tangan

Dari sebelum virus corona mewabah ke seluruh dunia, penularan penyakit yang dipicu bersalaman sudah kerap terjadi. Konon, jabat tangan paling rentan menularkan virus dan bakteri daripada tos dengan mengepalkan tangan.

Kok bisa? Tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling banyak bekerja dan kerap menyentuh berbagai permukaan. Apalagi jika kamu berjalan-jalan di tempat umum, tidak ada yang bisa memastikan bahwa pegangan tangga atau tombol lift yang tersentuh bebas dari virus dan bakteri.

5 Alternatif Selain Jabat Tangan

Jabat tangan sering dilakukan sebagai penyambutan, sapaan dua orang kala bertemu, dan saat kedua pihak telah mencapai sebuah persetujuan. Terutama di Indonesia, jabat tangan juga dianggap sebagai tanda hormat dari yang muda terhadap yang lebih tua.

Tak perlu ada perasaan ‘tak enak’ karena enggan bersalaman. Menghimpun berbagai sumber, salah satunya adalah National University of Singapore (NUS) Yong Loo Lin of Medicine, terdapat 5  alternatif lain selain jabat tangan yang lebih aman. Berikut di antaranya:

1. Melambaikan tangan

Pertama, cukup melambaikan tangan. Namun, melambaikan tangan hanya bisa dilakukan pada teman sebaya, sahabat dekat, atau orang yang lebih muda dari kita. Gerakan ini sering dianggap kurang etis jika dilakukan ketika bertemu dengan orang yang lebih tua.

 2. Tos siku

Jika tos biasanya dilakukan menggunakan telapak tangan, kali ini dengan siku saja. Berdirilah menyamping, kemudian julurkan ujung siku dan tos ke arah ujung siku temanmu juga. Siku menjadi bagian tubuh yang akan sulit terjangkau oleh wajah, sehingga kecil kemungkinan menjadi media penularan virus corona.

3. Tos kaki

Pada video yang belakangan viral, nampak 2 lelaki asal Wuhan mempraktikkan tos kaki dengan sang teman. Cara tersebut kini dikenal dengan ‘Wuhan Shake’.Pertama-tama, kaki kanan dijulurkan dan ditoskan ke kaki kanan temannya, begitupun sebaliknya kaki kiri. Tentu saja, tos anti mainstream ini dilakukan untuk menghindari kontak antar telapak tangan demi terhindar dari virus corona.

(Baca Juga: Jangan Panik, Ini 3 Kerugian Dari Panic Buying Hadapi Corona)

4. Gaya Thailand

Dengan gerakan salam ‘The Thai Wai’, kita hanya perlu menyatukan dua telapak tangan di depan dada, kemudian sedikit membungkukkan badan saat berhadapan dengan orang lain yang akan diberi salam. Cara ini sebenarnya cukup sering dilakukan, terutama jika bagi orang yang tidak ingin berjabat tangan dengan lawan jenis.

5. Namaste

Alternatif salaman terakhir, lakukan dengan namaste. Namaste merupakan bentuk salam dari India dan dipopulerkan dalam praktik olahraga yoga. Cara ini dilakukan dengan menyatukan dua telapak tangan di depan dada, mirip dengan gerakan berdoa.

Cara termudah dan paling aman supaya tidak tertular atau menularkan virus ketika menyapa orang, sebenarnya adalah dengan tersenyum. Gerakan ini bisa dilakukan dengan menatap mata orang lain sambil menyapa secara lisan. Jika kita terpaksa bersalaman dengan orang lain, segeralah mencuci tangan setelah sampai di rumah atau di tempat yang dituju.

Social distancing, Himbauan Menjaga Jarak

Di samping alternatif berjabat tangan, WHO juga memberi himbauan untuk melakukan ‘social distancing‘ atau jarak sosial. Social distancing sendiri merupakan tindakan pengendalian infeksi demi mencegah penularan virus corona.

Masyarakat diminta agar menjaga jarak setidaknya 1 meter dari siapa pun yang diketahui mengalami gejala batuk dan bersin. Jarak yang terlalu dekat memungkinkan dirimu menghirup cairan yang mengandung virus.

Dalam kondisi darurat, himbauan ini ditindak lanjuti dengan penutupan sekolah, penghentian aktivitas kerja di luar layanan penting, isolasi, pembatalan izin keramaian, pembatasan transportasi umum, hingga penutupan fasilitas rekreasi.

Penuhi segala kebutuhanmu untuk mencegah penularan virus corona. Mulai dengan menyetok hand sanitizer, masker secukupnya, vitamin penunjang imun, serta bahan makanan bergizi. Terkendala di harga yang mulai naik? Dapatkan pinjaman online dari Kredit Pintar mulai Rp 600 ribu – Rp 2,3 juta.

Eits, jangan takut ketipu… Kredit Pintar sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), kok. Sehingga layanan yang diberikan terbukti aman dan terpercaya. Ajukan sekarang juga, yuk!

(Baca Juga: 7 Mitos Virus Corona yang Menyesatkan. Jangan Percaya!)

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.