Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Strategi Miliki Properti Rp2 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun

by Arfan Wiraguna on 7 Juni, 2015

beli rumah - CekAja.com

Naiknya harga properti pada tahun-tahun belakangan ini ternyata tidak menyurutkan minat kaum muda untuk memiliki properti sejak dini. Sebuah survei di Indonesia mengungkapkan, anak muda usia 20-30 tahun sudah siap membeli properti. Bahkan, 70 persennya menyatakan ingin membangun rumah tapak (landed house). Padahal, rumah tapak ini biasanya memiliki harga lebih tinggi ketimbang apartemen sederhana.

Dari data tersebut, kita bisa melihat peningkatan daya beli di masyarakat Indonesia pada saat ini. Bagi Anda kaum muda, hasil survei ini juga menunjukkan mimpi untuk memiliki properti Rp2 miliar di usia muda ternyata bukanlah hal yang mustahil. Untuk memudahkan pencapaian impian tersebut, di bawah ini kami tampilkan strategi yang bisa dilakukan:

Mulai pikir investasi

Daripada membiarkan uang tabungan “tergeletak” di rekening begitu saja, cobalah untuk mulai berinvestasi di usia muda. Dengan begitu, uang tabungan tersebut bisa bertumbuh lebih cepat.Bayangkan jika mendapatkan tingkat pengembalian hingga 50 kali selama lima tahun dari total investasi awal sebesar Rp15 juta, maka hasilnya sudah Rp750 juta atau lebih dari cukup untuk uang muka sebesar 30 persen dari total nilai properti impian diatas Rp2 miliar tersebut.

Saat ini banyak jenis investasi yang bisa dilakukan kaum muda, mulai dari membeli saham dan menanam modal di bisnis teman, sampai mengoleksi barang-barang hobi, seperti sneakers, action figure dan komik.

(Baca juga: Ketahui Hal Ini Saat Jual Beli Tanah Agar Lebih Untung)

Numpang dulu

Bagi mahasiswa atau pekerja muda yang kampusnya terletak jauh dari rumah orang tua, mungkin pilihan satu-satunya adalah indekos. Namun bagi sebagian lain yang bisa pulang-pergi dari rumah orang tua ke kampus, indekos hanya menambah beban bulanan saja. Misalnya, biaya indekos per bulan adalah Rp2,5 juta.

Belajar hidup mandiri boleh saja, tapi bila Anda miliki tujuan berhemat numpang di orang tua bisa jadi pilihan baik. Jika tinggal bersama orang tua dalam 10 tahun, maka sebenarnya Anda sudah menghemat biaya total sebesar Rp300 juta, atau setengah dari uang muka properti diatas Rp2 miliar.

Cari pinjaman

Membeli properti biasanya terbentur dengan uang muka. Ingat, ada istilah “bank saudara”, jadi Anda berusaha mencari pinjaman dari saudara, sanak keluarga, atau teman untuk tujuan ini. Mencari pinjaman dari seseorang yang dikenal bisa menjadi solusi di sini. Tapi, perlu komitmen untuk menggunakan kepercayaan yang diberikan.

Coba tawarkan kepada teman untuk bisa memberikan bunga cicilan yang lebih kecil daripada tingkat yang ditawarkan oleh bank atau lembaga keuangan lain dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Minimal, bunga ini menjadi tanda jasa atau keuntungan untuk mereka yang dipinjam oleh Anda.

Sebagai contoh, Anda adalah seorang pengacara muda yang memiliki kemampuan untuk memberikan jasa konsultasi hukum dengan tarif Rp600 ribu per jam. Alih-alih meminta bayaran dari teman yang membutuhkan jasa ini untuk 5 bulan kerja, coba negosiasikan imbalannya untuk ditukar dengan pinjaman untuk uang muka pengajuan kredit sebesar Rp600 juta.

(Baca juga: Cara dan Biaya Membuat Sertifikat Hak Milik di BPN)

Ambil operan

Membeli properti operan, atau takeover cicilan properti, merupakan cara untuk membeli properti dengan nilai yang lebih tinggi dari harga wajarnya. Nilai suatu properti di lokasi yang sedang berkembang biasanya naik sejalan dengan waktu. Membeli properti yang masih dijaminkan dengan nilai kredit beberapa tahun yang lalu berarti anda membeli properti dengan nilai taksiran masa lalu. Nilai jualnya saat ini bisa lebih tinggi.

Sebagai contoh, sebuah properti dengan harga Rp1,8 miliar tahun lalu mungkin sudah naik menjadi Rp2,2 miliar pada tahun ini. Dengan membeli properti operan, Anda tetap membayar untuk di harga Rp1,8 miliar. Namun demikian, tidak semua lembaga keuangan mau menjalankan proses oper properti dengan cara ini. Oleh karena itu, lakukanlah riset harga properti yang setara di lingkungan sekitar untuk dibandingkan dengan properti yang ingin dibeli.

Pilih masa tenor yang sesuai

Sebagai kaum muda yang baru bekerja, penghasilan Anda tentu masih bisa terus meningkat sesuai dengan peningkatan karir. Oleh karena itu, pilihlah masa tenor yang sesuai dengan kondisi keuangan saat ini dan prediksi di masa depan. Pilihan tenor di perbankan ada banyak ragam, mulai dari 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, 25 tahun, hingga 30 tahun. Beragam pilihan tenor kredit ini merupakan cara perbankan untuk bisa menjangkau berbagai kelas calon debitur, karena kondisi kocek setiap orang yang berbeda-beda. 

Misalnya, tawaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bank A dengan bunga 12% per tahun. Memakai simulasi KPR, untuk pembelian rumah seharga Rp2 miliar, jumlah cicilan per bulan menjadi sekitar Rp14,4 juta. Itu jika Anda memilih tenor KPR 30 tahun. Untuk catatan, besar DP adalah 30% atau sekitar Rp600 juta. 

(Baca juga: Cara Hitung Pajak Bumi dan Bangunan dan Biaya Lainnya)

Tidak perlu memaksakan diri mengambil tenor lebih pendek untuk mengejar biaya bunga lebih murah. Dengan memilih tenor sesuai kemampuan, arus kas Anda juga masih menyisakan cukup dana untuk biaya kebutuhan sehari-hari, kebutuhan proteksi, dan juga berinvestasi lain. 

Bagi kaum muda yang serius ingin menadapatkan properti diatas Rp2 miliar sebelum usia 30 tahun, coba lakukan cara-cara di atas dengan konsisten. Selain itu, berikan pula proteksi terhadap properti tersebut dengan mengasuransikannya. Walaupun mungkin terasa berat di jangka pendek, Anda bisa merasakan manfaatnya di hari tua dari konsistensi ini.

Tentang Penulis

Writer & Coffe Lover - Finansial dan ekonomi adalah makanan sehari-hari.