Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Sudah Yakin Kerja Freelance Jadi Penghasilan Utama? Baca Dulu 4 Alasan Ini

by Rafly Aditia on 9 November, 2015

kerja freelance - CekAja.com

Apakah kamu sudah benar-benar mantap untuk memutuskan meninggalkan pekerjaanmu di kantor dan berpindah profesi sebagai pekerja lepas atau freelance? Keraguan kamu bisa dijawab dengan memakai 4 alasan ini.

Mungkin saat ini sudah tidak aneh lagi dengan yang namanya Freelance atau kerja lepas. Bahkan, seperti dilansir dari GogirlFinance di Amerika tidak kurang dari 53 juta rakyatnya berstatus sebagai pekerja freelance. Walaupun begitu, menjadi seorang pekerja freelance bukanlah hal yang mudah apalagi jika kamu sebelumnya merupakan pekerja kantoran yang sudah biasa dengan pendapatan tetap bulanan.

Apabila kamu masih mempertanyakan kepada dirimu sendiri apakah sudah siap untuk melepaskan status sebagai karyawan di tempat kerjamu, sebaiknya kamu pikirkan empat hal berikut.

Masih suka penghasilan tetap

Para pekerja lepas biasanya memiliki upah yang tidak tetap setiap bulannya, biasanya mereka dibayar berdasarkan proyek yang mereka kerjakan. Namun, ada beberapa pekerjaan freelance yang upahnya dibayarkan setiap bulan. Menjadi seorang pekerja lepas juga berarti kamu dapat menerima pendapatan yang fluktuatif setiap bulannya.

Untuk itu, jika kamu belum siap memiliki pendapatan yang tidak tetap karena kamu memiliki anak yang perlu dibesarkan, masalah kesehatan, dan hal-hal lainnya yang kamu rasa membutuhkan uang banyak setiap bulannya maka kamu sebaiknya tidak memutuskan diri untuk menjadi pekerja lepas.

(Baca Juga: Baru Lulus SMU, Bagaimana Agar Tetap Produktif dan Bisa Investasi?)

Masih suka pisahkan pekerjaan dan hobi

Beberapa orang memang masih berpikiran bahwa hobi dan pekerjaannya tidak bisa dijalankan secara bersamaan. Sementara, kebanyakan pekerja lepas atau freelance seringkali mengumpamakan pekerjaan mereka sebagai “kesayangan” mereka.

Hal ini dikarenakan kebanyakan pekerja lepas melakukan pekerjaan yang sesuai dengan hobi mereka. Jadi, apabila kamu masih sering memisahkan hobi dan pekerjaanmu dan tidak dapat menerima apabila kedua hal tersebut untuk dilakukan secara bersamaan itu berarti kamu belum siap untuk total bekerja sebagai freelancer.

Masih suka kerja di kantor

Apabila kamu sudah terlalu pusing akan problema keuangan dan sebagainya yang melanda hidupmu sehingga kamu tidak lagi berpikir bahwa kamu dapat menjadi bos bagi dirimu sendiri maka kamu tidak usah berpikiran untuk menjadi pekerja lepas. Karena menjadi freelancer bagi kamu bekerja sesuai keinginanmu bekerja, tidak jauh berbeda dengan pemikiran seorang bos.

Bagi kamu yang hanya menginginkan kepastian, pergilah ke kantormu, lakukan pekerjaanmu, dan biarkan orang lain yang menilai dan menggajimu karena rutinitas yang kamu jalankan.

(Baca Juga: Investasikan Dana Anda ke Instrumen Finansial Ini)

Masih belum miliki mimpi

Tidak semua orang memiliki mimpi bekerja sebagai seorang penulis, pelaku seni, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang lekat dengan status freelancer. Banyak sekali orang yang lebih menginginkan untuk bekerja sebagai dokter, guru, atau bahkan ibu rumah tangga.

Jadi, apabila kamu memang tidak memiliki impian untuk melakukan pekerjaan lepas maka sebaiknya jangan pernah memulainya karena hal tersebut akan membuatmu melakukan proyek-proyek atau pekerjaan dengan setengah hati sehingga hasilnya tidaklah optimal.

Jadi, nampaknya memang tidak sedikit hal yang harus kamu pertimbangkan bila ingin menjadi seorang pekerja lepas mengingat berstatus sebagai freelancer memiliki risiko keuangan yang tinggi di masa depan.

Namun, jangan pernah berpikiran menjadi pekerja lepas akan sengsara nantinya. Banyak sekali saat ini para pekerja lepas yang memiliki kehidupan dan kondisi keuangan yang lebih baik dibanding para karyawan kantoran. (Rafly)

(Baca juga: 9 Pekerjaan Sampingan yang Berikan Banyak Uang)

Tentang Penulis

Writer. Fitness enthusiast.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami