Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Sudahkah Rumah Anda Diasuransikan? Ini Alasannya

by JTO on 2 September, 2014

Kebakaran, bencana alam, atau banjir adalah risiko yang bisa menimpa rumah kita. Jika demikian, apakah Anda sudah berpikir untuk membeli asuransi yang dapat melindungi rumah Anda secara khusus? Berikut adalah beberapa alasan bahwa Anda wajib melakukannya.

Hidup memang penuh dengan risiko. Walau demikian, manusia juga menemukan beragam cara untuk mengurangi kerugian yang bakal terjadi. Asuransi merupakan salah satu caranya. Beberapa risiko memang sudah pasti kita alami seperti misalnya usai tua maupun kematian. Risiko lain bisa saja lumrah terjadi misalnya ketika kita jatuh sakit atau mengalami kecelakaan di jalan. Ada  juga risiko yang kita sadari akan dihadapi di masa depan, misalnya jika kita memiliki anak maka kita pun bertanggung jawab untuk memberinya pendidikan.

Apa risiko yang bisa menimpa rumah Anda? Banyak risiko yang bisa saja terjadi, misalnya kebakaran atau pencurian di rumah. Bisa jadi rumah terbakar, entah karena kesalahan sendiri ataupun karena lingkungan. Bisa juga rumah rusak karena adanya gempa, tsunami, atau erupsi gunung berapi. Bisa juga tanpa disangka-sangka rumah kita rusak karena tertabrak truk, bus, bahkan pesawat terbang. Apa yang harus kita lakukan untuk setidaknya meringankan beban kita saat hal-hal tidak menyenangkan ini terjadi? Jawabannya satu, asuransikan rumah kita.

Pertimbangan apa yang membuat asuransi rumah penting untuk dibeli?

Rumah Itu Aset Tak Ternilai

Rumah sebagai tempat kita tinggal tentu tidaklah mudah didapat. Dari proses mencari tanah di lokasi yang kondusif permohonan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) hingga kita mencicil hingga lunas, rumah pun menjadi hal yang berharga bagi kita. Belum lagi banyaknya kenangan yang terkumpul di dalamnya; mulai dari pertama menginjakkan kaki ke rumah baru, saat seru mengisinya dengan dekorasi, saat awal membangun keluarga, saat anak pertama lahir, saat anak kedua tumbuh. Jauh dari taksiran harga nilai rumah yang sebenarnya, bagi kita rumah adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya. Tingginya nilai rumah bagi kita ini tentu membuat kita menyadari bahwa kejadian yang tak diinginkan bisa saja terjadi.

Premi Relatif Lebih Murah

Membayangkan banyaknya uang yang akan kita habiskan untuk membayar premi bisa membuat pening. Namun sebenarnya premi asuransi rumah biasanya relatif lebih murah dari premi asuransi tipe lain. Mengapa? Alasan utamanya karena rumah adalah benda yang tidak bergerak, karena itu resikonya lebih rendah jika dibandingkan dengan manusia yang terus bergerak. Selain itu, premi asuransi rumah dibayarkan bukan dalam persen namun dalam permil. Karena perhitungan yang menggunakan permil ini maka premi tahunan bisa jatuh lebih murah.

Persyaratan Mudah

Beberapa persyaratan yang menyangkut legalitas rumah akan diperlukan. Tentu saja ini mudah untuk dipenuhi karena rumah yang kita akan asuransikan merupakan rumah kita sendiri. Syarat lain yang mudah dipenuhi adalah rumah yang bisa dicapai oleh mobil pemadam kebakaran. Hal ini lumrah karena rumah yang sulit dicapai pemadam kebakaran biasanya berada di gang sempit dan berdempetan dengan tetangga. Rumah dengan kriteria semacam ini biasanya memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi terutama dalam hal resiko kebakaran.

Manfaat Menyeluruh

Tidak hanya melindungi rumah saja. Asuransi rumah juga bisa melindungi isi rumah kita. Selain itu asuransi rumah juga melindungi rumah dari berbagai musibah yang mungkin terjadi; pencurian, kebakaran, bencana alam, kecelakaan, bahkan huru hara. Manfaat lain yang bisa didapat adalah adanya pengganti biaya untuk tempat tinggal sementara apabila rumah kita mengalami musibah sehingga tidak bisa ditinggali. Dengan demikian, kita dan keluarga tidak perlu takut luntang-lantung di jalan saat hal-hal seperti ini terjadi. Bahkan ada juga perusahaan asuransi yang memberikan biaya pembersihan pascabencana.

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.