Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Sukses Jadi Pengacara, Begini Kisah Perjuangan Hotman Paris

by Sindhi Aderianti on 28 November, 2018

Mendengar nama Hotman Paris Hutapea, tentu yang pertama kali terlintas adalah berbagai sepak terjangnya sebagai pengacara kondang Tanah Air. Kasus-kasus besar yang ditangani selalu berhasil dimenangkan.

Sukses Jadi Pengacara, Begini Kisah Perjuangan Hotman Paris

Bang Hotman, begitu panggilan akrabnya kini juga aktif membela ‘orang kecil’ yang benar-benar membutuhkan keadilan hukum. Melalui kedai bernama Kopi Joni, di sanalah Ia kedatangan banyak orang dari berbagai daerah untuk meminta bantuannya.

Selain itu, berbagai unggahan gaya hidup mewah di akun Instagram pribadinya juga kerap mengundang buah bibir. Meski demikian, kemewahan tersebut tak lain didapat dari hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun sebagai pengacara profesional.

Ketika memenangkan perkara tambang terbesar di Indonesia saja, diakuinya pernah mendapat USD 12 juta. Namun jauh sebelum sukses seperti sekarang, tentu ada perjuangan yang tidak mudah untuk dilewati. Bagimana perjuangan Hotman Paris selama ini? Berikut kisah lengkapnya.

Masa Kecil dan Remaja Hotman Paris

Hotman Paris dilahirkan di sebuah kampung bernama Laguboti di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara pada tanggal 20 Oktober 1959. Ayahnya bernama Binahar Hutapea, ibunya bernama Rusmina Tiobinur.

Masa kecil Hotman Paris dilalui dengan penuh kedisiplinan. Ia terbiasa memasak, membersihkan rumah hingga membantu orang tuanya bekerja. Hal itulah yang membuat anak-anaknya menjadi pribadi yang tangguh di kemudian hari.

Selepas SMA, Hotman Paris Hutapea melanjutkan pendidikannya di Universitas Katolik Parahyangan. Awalnya ia ingin masuk ke ITB Bandung namun ia tidak lulus seleksi masuk.

Sampai pada akhirnya Ia memilih fakultas hukum Universitas Katolik Parahyangan. Walaupun sempat tidak menyukai jurusan yang diambil, tapi lama kelamaan Hotman Paris mulai menikmati kuliahnya. Ia bahkan dapat menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dalam jangka 3.5 tahun saja.

Banner KTA CekAja

Awal Karir Sebagai Pengacara

Di awal karirnya sebagai pengacara, Hotman Paris pernah diterima kerja di kantor pengacara O.C Kaligis pada tahun 1982. Selang beberapa bulan, Ia mencoba peruntungan lain dengan pindah ke kantor pengacara Adnan Buyung Nasution.

Tidak mudah untuk mendapat pekerjaan di sana, sebab Ia harus melewati berbagai rangkaian tes dan mengalahkan banyak kandidat.

Sekitar tiga bulan bekerja di kantor Adnan Buyung, Hotman Paris diterima bekerja di Bank Indonesia tanpa melalui tes atas tawaran dari Prof. Subekti. Disisi lain ia meninggalkan kesempatan untuk bekerja lebih lama di Kantor Pengacara Adnan Buyung.

Tapi di tengah perjalan, Ia diketahui hampir bunuh diri karena frustasi bekerja Bank Indonesia. Ia akhirnya memilih kembali melamar pekerjaan ke berbagai kantor pengacara ternama.

Salah satu yang berhasil didapat adalah Makarim & Taira. Setelah itu, Hotman Paris kemudian hijrah ke Australia dan magang di kantor pengacara.

Di sana, Ia banyak menangani kasus selama bekerja disana. Hal ini membuatnya kaya akan pengalaman. Sembari bekerja sebagai pengacara, Ia juga berhasil menyelesaikan pendidikan master ilmu hukumnya di University of Technology Sidney, Australia pada tahun 1990.

(Baca juga: Mengenal Yusril Ihza Mahendra, dari Pejabat, Advokat hingga Pecinta Seni)
Membuka Kantor Pengacara Hotman Paris Hutapea & Partners

Berbekal segudang pengalaman terakhirnya di Australia, Hotman Paris pun mulai berani membuka kantor pengacara sendiri dengan nama Hotman Paris Hutapea & Partners di tahun 1999. Di sana, Ia menangani lebih dari ratusan kasus mulai dari perusahaan-perusahaan yang palit akibat krisis moneter hingga perceraian.

Klien-kliennya pun terdiri dari para pengusaha, artis, pejabat, dan lain sebagainya. Media dalam maupun luar negeri bahkan menjulikinya dengan berbagai label, seperti “Raja Pailit”, “Celebrity Lawyers”, “The Most Dangerous Lawyer” dan “Bling-bling Lawyer”.

Salah satu teranyar, Ia juga dijuluki “Pengacara Rp 30 Miliar” karena konon bayarannya bisa menembus angka tersebut. Akan tetapi biarpun hartanya berlimpah, Hotman Paris termasuk sosok pengacara yang bisa membaur dengan siapa saja.

(Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Bos Grup Lippo, James Riady)
Tekuni Bisnis Properti

Tidak hanya handal dalam menangani kasus hukum, beberapa tahun belakangan Hotman Paris juga diketahui tengah menekuni bisnis properti. Bisnis properti ini pula yang menjadi salah satu sumber kekayaan seorang Hotman Paris Hutapea.

Ayah tiga anak itu mempunyai ratusan ruko serta beberapa villa yang yang Ia sewakan. Harga ruko yang biasa dijadikan perkantoran tersebut cukup fantastis, yakni mencapai ratusan juta rupiah.

Belum lagi beberapa villa mewah di Bali yang harga sewanya kurang lebih Rp 5 juta per malam. Sebut saja Vila Awang The Hotman Paris Cliff, Pandawa, Vila Hotman Paris, Seminyak yang rata-rata terletak di pinggir pantai.

Dengan berbagai pengalaman berharga yang diembannya, Ia bahkan sering dipercaya oleh klien dari luar negeri untuk menangani berbagai kasus-kasus internasional. Bayarannya tentu tidak tanggung-tangung.

Maka tak heran kalau Hotman Paris kini termasuk dalam jejeran pengacara termahal di Indonesia. Hidup bergelimang harta pun rasanya sebanding dengan kerja keras yang Ia lakukan. Kemewahan baginya adalah hasil sikap disiplin yang juga ia terapkan dalam menggeluti profesinya sebagai pengacara. Ia terbiasa bangun subuh hari kemudian mulai bekerja setiap hari.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami