Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Sukses Merantau di Luar Negeri Seperti B. J. Habibie, Ini 5 Bekalnya

by Sindhi Aderianti on 16 September, 2019

Kepergian B. J. Habibie untuk selama-lamanya, meninggalkan banyak kisah inspiratif. Semasa muda, Bapak Teknologi Indonesia ini pernah hidup merantau di Kota Aachen, Jerman. Beliau mendapat beasiswa dari RWTH University untuk melanjutkan studi Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi Pesawat Terbang.

merantau di luar negeri

Tinggal di negara-negara maju seperti Jerman, sekilas tampak menyenangkan. Udaranya sejuk, fasilitas umum yang terawat, lingkungan bersih, dan akses untuk keliling dunia pun terbuka luas. Impian hampir semua orang deh pokoknya!

Namun jangan salah. Merantau ke negeri orang justru tak semudah yang dibayangkan. Apalagi jika kamu hanya seorang diri di sana. Tidak ada teman atau sanak keluarga sebagai tempat bergantung. Dengan kata lain, kita dituntut untuk 100% mandiri.

Sebelum lepas dari hidup yang serba mudah di Tanah Air, jadi perantau tentunya butuh persiapan matang. Karena di sana, kamu akan tinggal bertahun-tahun dan tidak mungkin pulang begitu saja kalau merasa kurang betah.

Ingin sukses hidup di luar negeri seperti almarhum B. J. Habibie? Siapkan 5 ‘bekal’ merantau ini terlebih dahulu, yuk!

1. Pelajari bahasanya

Fasih berbahasa Inggris saja ternyata belum cukup. Jika negara tujuanmu merantau punya bahasa nasional sendiri, pelajari terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan masyarakat negara seperti Jerman, Prancis, atau Italia, tak bisa komunikasi dengan bahasa Inggris.

Bahkan untuk bisa tinggal di Jerman, setiap calon perantau wajib mengambil kursus bahasa di Goethe Institut. Paling tidak, kamu harus lulus sampai memegang sertifikat A1 dengan kriteria mampu mengenali, memahami, dan menggunakan kalimat-kalimat sederhana dalam bahasa Jerman.

(Baca juga: 8 Quote BJ Habibie Ini Patut Jadi Renungan Buat yang Ingin Sukses)
2. Kenali budaya setempat

Merantau ke negara manapun, tentu ada culture shock. Culture shock merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan seseorang ketika berhadapan langsung dengan budaya yang seperti bumi dan langit dari negara asal.

Di Rusia, kamu akan menemui banyak orang tak acuh dan sangat individualis. Negara-negara barat juga tak mungkin terpisahkan dari night life. Bahkan di Singapura yang dekat, agak sulit menemukan tempat ibadah.

Tak heran jika culture shock ini pun sering membuat anak rantau merasa kaget hingga merasa sulit beradaptasi. Demi menghindarinya, carilah referensi sebanyak mungkin tentang kebiasaan masyarakat di negara tujuan rantau kamu. Dari mulai tradisi, keseharian, hingga apa yang dianggap tabu oleh mereka.

3. Latihan masak sendiri

Bekal ketiga ini juga tak kalah penting. Hal ini akan sangat berguna buat kamu yang tinggal sendirian di apartemen nanti. Cobalah untuk belajar masak sendiri, terutama menu-menu lokal yang nantinya akan kamu rindukan. Sesederhana membuat ayam goreng atau sambal terasi.

Ingat, di luar negeri tidak ada aplikasi ojek online untuk delivery makanan. Kalau pun mau ke restoran Indonesia, harga satu makanannya juga sangat mahal. Selain membentuk pribadi yang lebih mandiri, dengan bisa memasak kamu juga akan menghemat pengeluaran selama di negeri orang nun jauh di sana.

4. Perbanyak teman

Merantau ke negeri orang bukan soal mencari ilmu atau uang saja. Kesempatan emas ini harus dimanfaatkan pula untuk memperluas koneksi. Tak selamanya para bule individualis, kok! Dengan memiliki teman dan berinterakasi, kamu pun tak akan merasa kesepian.

Jangan pernah ragu untuk berinteraksi dengan warga lokal atau sesama perantau dari negara lain. Baik itu di kampus, sekitar tempat tinggal, hingga kafe yang biasa kamu kunjungi nanti. Takut ngobrol dengan meraka karena kemampuan bahasa asingmu belum lancar? Justru kamu bisa melatih kemampuan bahasa kamu dan belajar langsung dari mereka.

Pada hari-hari besar nasional, kamu juga bisa mampir ke kantor Dubes RI. Biasanya digelar berbagai acara seperti pertunjukan tari dan bazar kuliner. Kamu pun akan menemui banyak perantau asal Indonesia di sana. Semakin merasa tak sendirian, deh!

5. Cari kerja part-time

Biaya hidup yang sangat tinggi di luar sana, sering kali membuat banyak perantau memutuskan untuk bekerja part-time alias paruh waktu. Jadi kamu boleh mengatur waktu bekerja sendiri, misalnya sehabis kuliah. Untuk mahasiswa, banyak pekerjaan yang bisa diambil seperti jadi barista atau waiter.

Tidak perlu takut dipandang sebelah mata oleh orang lain, karena di luar negeri hal ini sudah biasa. Bahkan, anak-anak muda yang sudah belajar mandiri, banyak yang mau jadi pencuci piring di restoran demi menambah uang jajan mereka. Gaji yang mungkin didapatkan dari part time ini biasanya sekitar 800 €/bulan. Lumayan!

6. Bawa stok makanan Indonesia

Selain jauh dari keluarga dan teman-teman, makanan biasanya juga sering membuat anak rantau merasa homesick. Di saat itu pula, kamu pasti baru menyadari kalau makanan Indonesia adalah yang terenak sejagat raya.

Untuk itu, persiapkan stok makanan khas Indonesia yang sekiranya mungkin dibawa dalam jumlah banyak dan tahan selama berjam-jam di perjalanan. Siapkan koper besar untuk diisi stok makanan tersebut. Mie instan tentunya sudah wajib dibawa, bahkan sekarang rendang dan seblak juga sudah ada yang dijual dalam bentuk kemasan.

Bagi penggemar makanan pedas, jangan lupa juga bawa saus cabai dalam bentuk sachet. Sekarang banyak juga sambal terasi botolan atau bubuk cabai untuk menambah selera makan. Karena di luar negeri hampir tidak ada sambal yang enak. Bahkan mereka kurang ‘berani bumbu’ dalam memasak, sehingga kadang makanannya terasa hambar.

(Baca juga: Fakta-fakta Unik Eyang Habibie yang Perlu Kamu Tahu)

7. Manfaatkan teknologi agar tak homesick

Jauh dari keluarga, teman, atau pasangan, tak jarang membuat homesick. Homesick menjadi salah satu ‘penyakit’ yang lazim dialami oleh anak perantau, utamanya di luar negeri. Pulang tidak mungkin bisa terlalu sering karena jadwal kuliah yang padat serta tiket pesawat yang mahal.

Solusinya hanya ada pada gadget. Pasti kamu punya gadget dan koneksi internet, bukan? Nah, kamu bisa memanfaatkan dua kecanggihan teknologi ini untuk melepas rindu dengan orang-orang di Tanah Air. Bila hanya chatting masih belum cukup, video call setiap hari pun tak masalah.

Siap merantau ke luar negeri? Bekali juga dirimu dengan asuransi kesehatan yang memberikan akses ke rumah sakit dan ahli medis terbaik di seluruh dunia. Temukan produk asuransi terbaik untukmu hanya di CekAja.com.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami