Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Suku Bunga Acuan BI Naik, Bagaimana Suku Bunga KPR?

by Achmad Fauzi on 16 Agustus, 2018

Lagi-lagi Bank Sentral Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuannya. Pada Agustus ini, BI menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar masih menjadi pemicu dikereknya suku bunga acuan Bank Indonesia.

suku bunga

Hingga kini otot-otot rupiah masih loyo terhadap dolar AS. Bahkan, pelemahannya terus mencatatkan rekor baru. Posisi pada hari ini pergerakan rupiah tercatat dilevel Rp14.619 per 1 dolar AS. Level itu masih yang terlemah sejak masa krisis moneter usai.

Kenaikan suku bunga acuan tersebut dipercaya memilki efek turunan yang tidak sedikit. Sektor yang paling rawan terkena imbas kebijakan baru tersebut adalah sektor properti. berkaca pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) sebelumnya, dimana BI menaikkan suku bunga acuannya sebesar 0,25% ke level 5,25%, pihak perbankan pun sontak bereaksi dengan menaikkan suku bunga KPR-nya sebesar 0,25%.

Hal itu dilakukan oleh salah satu bank pelat merah yang berbasis bisnis properti, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Meski hingga saat ini pihak bank belum memberikan kepastian perihal kenaikan suku bunga acuan, namun melihat sejarah yang terjadi, bukan tidak mungkin bank akan mengambil langkah penyesuaian demi menjaga labanya agar tidak terkikis.

(Baca Juga : Pertumbuhan Kredit Perbankan Kian Gemilang, Cek Yuk!)

Sebagai catatan, hingga saat ini rata-rata suku bunga kredit pada Juli 2018 masih berada di level 11,05%.

Properti Kembali Lesu

Sejalan dengan kenaikan suku bunga, harga properti residensial pada kuartal II tahun ini juga sudah menunjukkan perubahannya. Tercatat di akhir periode April hingga Juni tahun ini harga jual properti residensial sudah terkerek 1,42% dibanding kuartal sebelumnya.

Naiknya harga barang pembentuk properti seperti bahan bangunan dan juga upah pekerja membuat pengembang melakukan penyesuaian atas harga jual produknya. Dengan adanya kenaikan harga jual , dikhawatirkan akan berpengaruh buruk terhadap kinerja industri properti.

Pasalnya pada kuartal dua tahun ini penjualan properti sudah menunjukkan perlambatan. Mengacu pada Survey Bank Indonesia (BI), tercatat penjualan properti di periode April hingga Juni menyusut 0,08% dibanding kuartal sebelumnya.

(Baca juga :  10 Cara Jitu Memulai Bisnis Properti Bagi Pemula)

Meskipun tidak signifikan, namun data tersebut memperlihatkan tren penurunan penjualan properti yang dipicu oleh naiknya suku bunga KPR.

Mulailah berinvestasi

Dengan keadaan seperti itu, pastinya Anda akan berpikir kembali untuk membeli rumah dengan menggunakan fasilitas KPR. Apalagi, di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, bisa saja bisnis Anda atau perusahaan ditempat Anda bekerja bangkrut.

Oleh karena itu, Anda harus menyiapkan segala sesuatu untuk kemungkinan buruk di masa depan. Salah satunya menyiapkan dana cadangan di saat Anda sedang terpuruk di masa depan. Dana cadangan itu bisa Anda dapatkan dari investasi yang diajukan saat ini.

Dengan investasi, Anda bisa mengambil dana hasil investasi dikala membutuhkan. Apalagi, jangka waktu investasi bisa Anda sesuaikan, bisa jangka pendek dan jangka panjang.

Selain itu, dengan kemajuan teknologi kini, investasi semakin mudah dan murah. Seperti, di toko finansial online nomor satu di Indonesia CekAja.com juga menyediakan produk investasi. Cek produk investasi dari lembaga keuangan terpercaya di CekAja.com!

Tentang Penulis

Jurnalis yang hampir menjadi pemain bola internasional.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami