Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Sulli Idol Korea Bunuh Diri dan Mahalnya Ketenaran di Industri Kpop

by Gito on 15 Oktober, 2019

Industri musik Korean Pop atau yang dikenal dengan Kpop sedang naik daun. Betapa tidak, selama ini kiblat dunia musik hanya mengacu ke negara-negara barat, sekarang muncul kiblat musik baru dari tanah Asia, Korea Selatan tepatnya. Namun untuk menebus itu semua, ada harga mahal yang harus dibayar oleh sang artis.

Bisnis Sampingan K-Pop Idol - CekAja

Kadang untuk mencapai sesuatu yang sangat diimpikan butuh pengorbanan yang juga tidak kalah hebatnya. Sama seperti anak kecil yang sangat ingin dibelikan mainan baru atau makanan manis, kebanyakan orang tua bakal memenuhi permintaan si anak tetapi dengan syarat.

Misal tidak boleh nakal, harus belajar dengan giat atau menunjukkan hasil pendidikan yang sangat baik. Untuk kamu yang saat ini bekerja, kamu juga pasti menginginkan adanya kenaikan jenjang karir ataupun bonus.

Tetapi apakah perusahaan tempat kamu bekerja bisa memberikan semuanya dengan percuma? Tentu tidak, ada harga yang harus kamu bayar, yakni dengan bekerja baik, menunjukkan perkembangan yang baik dan juga berhasil menunjukkan hasil kerja yang baik.

Aturan – aturan seperti itu sebenarnya sah-sah saja untuk diterapkan. Sepanjang masih ada dalam batas toleransi dan juga kesepakatan kedua belah pihak.

Namun kadang, salah satu pihak terlihat memaksakan kehendaknya agar semuanya bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana bisnis yang sudah dibuat sebelumnya.

Aturan memang harus ketat, tetapi juga kadang juga harus bisa berjalan lentur.

(Baca juga: Konser BLACKPINK, Sudah Persiapkan Ini?)

Ketatnya aturan di dalam Kpop

Nah membincang ketatnya aturan, hal itu berhubungan dengan budaya yang ada selama ini dalam membangun industri musik korea pop.

Bahkan wafatnya salah satu artis kenamaan yang tergabung dalam SM Entertainment, Sulli mantan personel dari grup vokal wanita F(x)diduga ada kaitannya dengan ketatnya peraturan dari manajemen sehingga membuat dirinya depresi.

Choi Jin Ri atau yang biasa dikenal sebagai Sulli ditemukan tewas di apartemennya oleh sang manajer.

Sebelum peristiwa naas itu terjadi, Sulli dalam acara mengaku bahwa dirinya mengidaap sindrom popularitas ekstrem dan juga panic disorder.

Ya, kondisi tersebut sejatinya mengisyaratkan bahwa Sulli tidak dalam keadaan baik-baik saja kesehatan jiwanya. Hingga saat ini, Sulli sudah menapaki karirnya di Industri musik korea selama kurang lebih 15 tahun.

Pertama kali dirinya terjun di dunia hiburan pada usia 11 tahun. Lazimnya manajemen artis di Korea Selatan memang sudah melakukan “pembibitan” sejak usia dini.

Investasi juga sudah dilakukan sejak awal oleh manajemen hingga tiba saatnya sang artis dirasa cukup matang untuk ditampilkan ke publik.

Sejak awal dirinya bergabung dengan manajemen, sudah ada banyak aturan yang harus di jalankan oleh sang calon artis.

Disini bisa jadi gangguan kejiwaan dari si calon artis sudah mulai terganggu. Karena betapa tidak, diusia yang seharusnya banyak diisi oleh hal-hal menyenangkan macam bermain dengan teman sebaya atau berinteraksi intim dengan keluarga, tidak dapat dilakukan.

Si calon artis harus rela kehilangan semua itu, karena sudah terikat kontrak selama belasan tahun. Belum lagi nanti jika si Artis sudah dapat memulai debutnya.

Manajemen tentu akan berupaya dengan keras “menagih” kembali dana investasi yang selama ini sudah dibenamkan beserta dengan pundi-pundi keuntungannya.

Nah disini jika mengacu pada beberapa sumber, manajemen Artis kerap melakukan hal yang tidak manusiawi seperti memaksakan artisnya untuk menghadiri suatu acara meskipun sedang menderita sakit.

Belum lagi ada pengakuan dari salah seorang artis Kpop yang tidak diperbolehkan pulang ke kampung halamannya.

Ditambah, menjadi idola di Korea Selatan berarti kamu sudah siap untuk selalu tampil mempesona dan juga atraktif. Itu juga sudah menjadi bagian dari kontrak yang tidak dapat dipisahkan dari sang artis.

Ada juga manajemen yang melarang artisnya untuk mengenal lawan jenis, karena khawatir hal tersebut dapat merusak popularitas dan juga kinerjanya selama bekerja. Hal-hal seperti itu merupakan aturan yang terlampau ketat dan sangat berpotensi membuat gangguan kejiwaan.

Kamu tentu masih ingat dengan mantan artis cilik Marshanda yang sempat mengaku mengidap Bipolar karena sejak kecil sudah fokus terjun ke dunia hiburan.

Begitu juga yang dihadapi oleh Sulli, tingginya beban dan ditambah kerasnya nyinyiran dari netijen membuat jiwanya tergoncang, ya ada juga yang menyatakan bahwa Sulli tiada karena bully.

Tetapi dibalik itu semua ada juga peran dari manajemen yang membuat Sulli tidak bisa menerima berbagai hal dengan positif.

(Baca juga: K-Pop, Budaya Lokal yang Mendunia!)
Tidak hanya Sulli,

Ya, Sulli bukanlah artis Korea pertama yang wafat karena dugaan bunuh diri. Sebelumnya juga ada Jang Ja Yeon. Aktris Korea yang terkenal lewat drama Boys Before Floweritu juga diduga melakukan bunuh diri karena perlakukan agensinya.

2009 lalu, Ja Yeon ditemukan tewas gantung diri di kediamannya. Namun sebelum melakukan aksi nekatnya Ja Yeon sempat menulis tentang bagaimana agensi memperlakukannya dengan keras.

Bahkan pelecehan seksual juga kerap dialami oleh Ja Yeon, baik itu oleh sang agensi ataupun tokoh-tokoh penting lain di dunia hiburan korea.

Artis Kpop lainnya yang juga diduga memilih jalur bunuh diri untuk mengakhiri penderitaannya adalah Kim Jonghyun. Salah satu personel grup vokal SHINee itu merupakan nama yang cukup populer di kalangan Kpopers.

Jonghyun memutuskan untuk menghirup gas kriket batubara untuk mengakhiri hidupnya di 2017 lalu. Mirip seperti Ja Yeon, Jonghyun juga sempat menulisan surat sebagai pesan terakhirnya yang menyatakan bahwa dirinya sedang bertarung melawan depresi.

Aktris cantik Lee Eun Ju juga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Pemain drama Bungee Jumping of Own itu dikabarkan meninggal pada tahun 2005 lalu.

Dikabarkan, Lee menderita depresi lantaran terbebani dalam salah satu adegan di dalam film The Scarlet Letter di 2004, dimana salah satu scenenya memaksa dia beradegan vulgar.

Memang selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kesuksesan. Namun kebanyakan dari kita hanya melihat posisinya saat diatas saja. Kita tidak pernah tahu bagaimana dia menjalankan itu semua hingga akhirnya bisa berada di puncak kesuksesan.

Nah kamu juga bisa kok, mulailah hidup secara mandiri. Kembangkan usaha dan berpikir positif. Ajukan segala kebutuhan keuanganmu di CekAja.com

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami