Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Suplemen Zat Besi Untuk Bayi yang Aman Beserta Makanan Pendukung

by Estrin Vanadianti Lestari on 25 Februari, 2020

Tidak hanya untuk orang dewasa saja, memenuhi asupan zat besi untuk bayi juga sangat penting dilakukan. Pasalnya, memberikan asupan zat besi dari suplemen maupun makanan, ternyata sangat baik untuk menunjang tumbuh kembang si kecil.

suplemen zat besi untuk bayi

Ciri-ciri Kekurangan Zat Besi

Seperti yang kita tahu, kekurangan zat besi bisa mengakibatkan anemia pada bayi. Biasanya, kondisi kekurangan zat besi pada bayi ditandai dengan:

  • Pucat
  • Lemah dan lesu
  • Berat badan tidak bertambah atau sulit naik
  • Tidak nafsu makan
  • Tampak kurang aktif
  • Rentan sakit
  • Cepat lelah
  • Dan masalah lainnya, yang bisa mengganggu tumbuh kembangnya

Sehingga, tidak sedikit orang tua yang akhirnya melakukan berbagai pencegahan anemia, dengan memberikan suplemen zat besi untuk bayi atau anak mereka.

Bolehkah Bayi Diberikan Suplemen Zat Besi?

Mungkin, sebagian orang tua pernah memikirkan hal demikian bukan? Nah, dihimpun dari theAsianparent.com, Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, Msc., mengatakan bahwa suplemen zat besi sebenarnya bisa diberikan pada bayi sejak usia 3 bulan.

Meski begitu, pemberian suplemen zat besi tidak boleh diberikan sembarangan. Karena, dalam pemberian suplemen zat besi untuk bayi, dipastikan kondisi si kecil benar-benar sudah mengalami anemia.

Bayi yang sudah mengalami anemia, harus diberi suplemen pada usia berusia 3 bulan. Hal tersebut dikarenakan mereka belum mendapat MPASI.

Jika si kecil masih dalam kondisi yang masih normal, atau hanya sekedar mencegah kekurangan zat besi, para orang tua bisa mengatasinya dengan makanan yang memiliki zat besi tinggi.

Sehingga, jika Anda sudah memberikan makanan yang diperkaya dengan zat besi, Anda tidak perlu lagi memberikan suplemen zat besi kepada si kecil.

Sebelum Memberikan Suplemen, Lakukan Pemeriksaan Hb Terlebih Dahulu

Untuk mengetahui si kecil memang membutuhkan asupan suplemen zat besi, Anda bisa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan, agar Anda bisa mengetahui, apakah ia benar-benar membutuhkan suplemen zat besi atau tidak.

Anda bisa melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), zat besi, hingga kebutuhan suplemen zat besi yang diperlukan si kecil. Bahkan, The American Academy of Pediatrics (AAP) dan CDC di Amerika, menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht), setidaknya satu kali pada usia 9-12 bulan, dan diulang setiap 6 bulan kemudian.

(Baca Juga: Cara Menyusui Bayi yang Benar, Agar Ibu Nyaman Si Kecil Pun Senang)
Konsultasikan Dosis Pemberian Suplemen Kepada Dokter

Tidak hanya itu, pemberian suplemen zat besi untuk bayi juga harus diberikan sesuai anjuran dokter. Terlebih, suplemen zat besi juga memiliki dosis, sehingga harus atas izin dokter dalam pemberiannya.

Hal penting selanjutnya yang perlu diketahui, bahwa orang yang sudah didiagnosa anemia (dewasa, anak-anak atau bayi), wajib diberikan suplemen. Bahkan, asupannya tidak cukup jika hanya dengan mengonsumsi makanan mengandung zat besi saja.

Review Suplemen Zat Besi untuk Bayi yang Aman
  • Sangobion Baby

Rekomendasi suplemen zat besi untuk bayi yang aman dan tidak bikin enek adalah Sangobion Baby. Suplemen berbentuk obat tetes atau drop ini bisa diberikan untuk anak-anak usia 0-2 tahun, dan memiliki rasa yang enak, yakni rasa buah-buahan.

Sehingga, jika si kecil belum bisa minum menggunakan sendok, suplemen ini sangat mudah diberikan langsung dengan pipet. Selain itu, suplemen ini juga bisa dicampur dengan air, susu, dan makanan.

Terlebih, suplemen zat besi untuk bayi, Sangobion Baby mengandung zat besi generasi baru, yakni iron polymaltose complex (IPC), yang penyerapan nya tidak dipengaruhi makanan. Sehingga, suplemen ini dapat diberikan bersamaan dengan susu maupun makanan lainnya.

Sangobion Baby juga mengandung asam folat yang sangat berguna untuk tumbuh kembang bayi. Nah, untuk si kecil yang mulai memperlihatkan perkembangan yang menurun karena gejala anemia, Anda bisa berikan suplemen ini.

Dosis:

– 1x sehari (atau atas petunjuk dokter), kurang dari sama dengan 1 tahun = 1,2 ml

– 6-12 bulan = 1 ml

– Kurang dari 6 bulan = Atas petunjuk dokter

Harga:

– Sangobion Baby Drop 15 ml: Sekitar Rp38.000

– Sangobion Baby Drop 30 ml: Sekitar Rp55.000

Makanan yang Diperkaya Zat Besi Tinggi

Untuk mencegah gejala anemia pada si kecil, atau hanya sekedar memenuhi kebutuhan mineral, Anda bisa memberikan ia beragam jenis makanan yang diperkaya zat besi, seperti makanan berikut ini:

  • Sayur bayam, atau sayuran hijau lainnya
  • Buah-buahan
  • Buah bit
  • Daging merah, daging ayam
  • Ikan, dan kerang-kerangan
  • Kacang-kacangan
  • Hati dan jeroan lainnya
  • Sereal atau makanan lain yang telah difortifikasi zat besi dan masih banyak lagi

Nah, makanan-makanan di atas, sebenarnya sudah sangat ideal, untuk menyumbangkan cukup zat besi. Selain itu, Anda juga perlu memberikan buah-buahan yang kaya akan vitamin C seperti jeruk, jambu, strawberry dan tomat.

Pasalnya, vitamin C, akan membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Sehingga, Anda tidak perlu cemas terhadap kemungkinan anemia yang diakibatkan dari kekurangan zat besi.

Nah, itu dia beberapa informasi terkait pemberian suplemen zat besi untuk bayi, beserta makanan pendukung yang baik untuk meningkatkan kebutuhan zat besi.

Sayangi buah hati Anda, dengan selalu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Jangan sampai si kecil terserang berbagai penyakit, seperti anemia.

Sediakan selalu makanan bergizi dan bernutrisi, agar asupannya tercukupi. Nah, untuk soal berbelanja makanan sehat di supermarket hingga suplemen di apotek, pastikan melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit.

Selain lebih praktis, kartu kredit juga lebih banyak memberikan keuntungan, seperti diskon belanja, cashback, rewards, dan masih banyak lagi.

Yuk, ajukan segera kartu kredit khusus belanja pilihanmu, hanya di Cekaja.com!

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk