Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Susah Sisihkan Uang Gaji untuk Ditabung? Bikin Saja Tabungan Rencana

by Ariesta on 22 April, 2016

tips menabung - CekAja.com

Menyimpan uang di bank jauh lebih menguntungkan daripada menyimpannya di rumah. Nyatanya, kebutuhan beragam dan gaya hidup konsumtif membuat kamu sulit memisahkan uang untuk ditabung.

Tabungan reguler sudah umum diketahui. Hampir setiap orang punya rekening tabungan reguler yang dananya bisa diambil menggunakan kartu ATM. Tabungan reguler ini selain berguna sebagai simpanan darurat, tranfer gaji, membayar tagihan, dan lain sebagainya.  Bagaimanapun juga, menyimpan uang di bank jauh lebih menguntungkan daripada menyimpannya di rumah.

Kebutuhan yang beragam ini membuat kamu sulit memisahkan uang yang benar-benar ingin kamu tabung. Selain itu, menabung di tabungan reguler kurang menguntungkan karena bunga yang kecil. Bunga tabungan reguler berkisar dari 0.5%-2%. Untuk mendapatkan bunga 2% ini pun saldo tabunganmu harus di atas 1 miliar. Belum lagi biaya admintrasi/pengelolaan rekening yang harus dibayar setiap bulannya.

Lalu adakah tabungan yang lebih menguntungkan? Tabungan rencana jawabannya. BNI menamai jenis tabungan ini BNI Tapenas (Tabungan Perencanaan Masa Depan), BCA menamainya Tahapan Berjangka, sedangkan Bank Mandiri menamainya Mandiri Tabungan Rencana. Meski beda nama, maknanya sama saja. Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Apa yang membedakan tabungan rencana dengan tabungan konvesional?

Tabungan rencana yang memungkinkan kamu menabung secara rutin melalui penarikan dana otomatis (autodebet) dari rekening tabungan reguler setiap bulan. Sistem autodebet ini merupakan solusi bagi kamu yang sulit berdisiplin menyisihkan uang untuk ditabung. Berbeda dengan tabungan reguler yang memakai sistem setoran.

Selain itu, uang di tabungan rencana hanya bisa diambil sesuai jangka waktu perjanjian. Untuk BCA misalnya waktu minimal adalah 1 tahun sedangkan BNI 2 tahun. Jika diambil sebelum waktunya, kamu dikenakan denda/biaya penutupan rekening. BCA misalnya memberlakukan biaya sebesar 1% x saldo akhir atau minimal Rp50.000. Ini berbeda dengan tabungan reguler yang uangnya bisa ditarik kapan saja.

(Baca juga: Tabungan, Deposito atau Reksadana?)

Apa untungnya membuka tabungan rencana?

Selain membuat kamu berdisiplin dalam menabung, tabungan rencana juga memiliki suku di atas tabungan reguler bunga yakni 3%-4,25%. Bunga disesuaikan dengan saldo dan lama menabung. Semakin besar jumlah tabungan dan semakin lama kontrak menabung, semakin menguntungkan juga bunganya.

Selain itu biaya administrasi juga relatif lebih kecil. Misalnya BNI memberlakukan biaya pengelolaan rekening Rp18.000 per tahun (ya, per tahun bukan per bulan lho!). Sedangkan BCA memberlakukan bebas biaya administrasi. Ini jelas lebih menguntungkan daripada biaya tabungan reguler yang berkisar antara Rp11.000-Rp20.000 per bulan.

Berapa minimal dana yang didebet setiap bulan?

Beda bank, beda pula kebijakan setoran bulanan. BCA memberlakukan minimal Rp500.000, BNI Rp100.000, sedangkan Mandiri Rp100.000. Tentu saja kamu bisa menyetor dana tambahan di luar dari nominal ketentuan.

Kamu juga bisa mengubah setoran bulanan. Misalnya setoran awal Rp200.000 dan kontrak tabungan adalah tiga tahun. Di bulan keenam kamu berniat meningkatkan jumlah setoran menjadi Rp500.000, ini sangat mungkin dilakukan.

Apa yang terjadi jika terjadi gagal autodebet akibat tidak ada saldo di tabungan reguler?

Rekening otomatis ditutup jika bank gagal melakukan pedebetan tiga bulan berturut-turut dan dana akan dikembalikan ke rekening sumber dana.

Apakah ada keuntungan lain selain bunga?

Tabungan rencana dilengkapi asuransi jiwa dengan pertanggungan santunan meninggal dunia atau cacat tetap akibat kecelakaan atau bukan kecelakaan. Maksimal uang pertanggungan untuk BCA dan BNI adalah sebesar Rp1,5 Miliar.

Jika kamu tidak bisa melanjutkan setoran rutin bulanan akibat meninggal dunia, perusahaan asuransi yang akan meneruskan setoran bulanan hingga jatuh tempo. Misalnya kamu membuat tabungan rencana untuk 10 tahun dan di tahun kelima kamu meninggal dunia. Perusahaan asuransi akan menjadi pihak yang membayar sampai tahun kesepuluh. Uang tersebut bisa digunakan anak-anakmu untuk meneruskan pendidikan.

(Baca juga: 5 Langkah Mempersiapkan Biaya Kuliah Anak 10 Tahun Mendatang)

Siapa yang membutuhkan tabungan rencana?

Kamu yang memiliki anak dan ingin mengumpulkan biaya pendidikan untuk masa depan. Membuka tabungan ini sangat menguntungkan karena setiap tahun biaya pendidikan mengalami kenaikan karena inflasi. Tabungan rencana juga bisa digunakan untuk biaya nikah bahkan liburan.

 

Tentang Penulis