Syarat Penerima Vaksin Covid-19, Jokowi jadi Orang Pertama yang Divaksin

4 min. membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Presiden Jokowi, jadi orang pertama di Indonesia yang akan divaksinasi Covid-19, 13 Januari mendatang. Memang, apa saja sih syarat penerima vaksin Covid-19?

Meski masih dalam proses bertahap, pemerintah memastikan bahwa seluruh warga Indonesia, pasti akan mendapatkan vaksinasi Covid-19 buatan Sinovac.

Untuk kelompok penerima vaksin Covid-19 ini sendiri, sudah ditentukan oleh pemerintah.

Diketahui kelompok pertama yang akan mendapatkan vaksinasi Covid-19 adalah nakes (tenaga kesehatan), pejabat publik, dan tokoh agama di daerah.

Namun, ada yang perlu diketahui dan pahami baik-baik, bahwa tidak semua orang yang ada di kelompok tersebut, termasuk bapak Jokowi sebagai pejabat publik, bisa disuntik vaksin.

Mengapa? Karena mereka juga harus memenuhi persyaratan, sebagai orang yang boleh divaksin Covid-19, salah satunya adalah harus memiliki tubuh dalam kondisi sehat.

Selain Jokowi, Beberapa Nama Artis Juga Dipilih jadi Penerima Vaksin Pertama

Seperti yang sudah dibahas, bahwa Presiden Jokowi masuk ke dalam kelompok I, yakni pejabat publik, bersama para menteri. Lalu ada kelompok II, yakni asosiasi profesi dan pemimpin kunci institusi kesehatan (Key Opinion Leader) bidang kesehatan, seperti ketua IDI, dan lainnya.

Lalu, mengapa ada sederet nama artis seperti Bunga Citra Lestari, Raffi Ahmad, hingga Najwa Shihab? Ternyata mereka, seperti Raffi Ahmad dan Bunga Citra Lestari masuk dalam kelompok II yang juga merupakan Pengurus Asosiasi Profesi dan ‘Key Opinion Leader’ Kesehatan.

Seperti yang diketahui juga, dalam kegiatan vaksin apapun, memang dianjurkan untuk diterima oleh orang yang 100 persen fit atau tidak sedang sakit.

Karena, hal tersebut akan mempengaruhi kinerja vaksin, dan tubuh. Jadi, sebelum divaksin, penerima wajib di cek terlebih dahulu kondisi tubuh nya, apakah layak untuk menerima vaksin atau tidak.

(Baca Juga: Fakta Vaksin Covid-19 Sinovac Buatan China, yang Dibeli Indonesia)

Tidak hanya dalam kondisi sehat, berikut syarat penerima vaksin Covid-19, yang perlu diketahui!

Syarat Penerima Vaksin Covid-19

Dilansir health.detik.com dari Juknis Kemenker RI, adapun beberapa syarat penerima vaksin covid-19, telah direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).

Yuk, langsung saja intip informasinya terkait syarat penerima vaksin covid-19, berikut ini:

1. Dilihat dari Tekanan Darah

Syarat penerima vaksin Covid-19 yang pertama adalah wajib memiliki tekanan darah di bawah 140/90 mmHg. Jika tekanan darah di atas angka tersebut, maka vaksin Corona tidak diberikan.

2. Bukan Ibu Hamil, Menyusui, Pengidap Ginjal, hingga Penyakit Kronis

Syarat penerima vaksin Covid-19 yang kedua adalah bukan penderita COVID-19, ibu hamil atau menyusui, mengidap gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, rematik, sakit saluran pencernaan kronis, vaksin Corona tidak diberikan.

3. Bukan Pengidap Penyakit Diabetes

Selain itu, syarat penerima vaksin Covid-19 juga tidak boleh diberikan ke pengidap penyakit diabetes melitus DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen.

4. Dilihat dari Suhu Tubuh

Syarat penerima vaksin Covid-19 yang tak kalah penting adalah masalah suhu tubuh. Pasalnya, jika suhu badan penerima vaksin sedang demam (di atas 37,5 derajat Celcius) maka disarankan vaksinasi ditunda terlebih dahulu. Begitu pula dengan pasien yang pernah mengidap penyakit paru.

5. Bukan Pengidap Penyakit Komorbid

Tidak memiliki riwayat penyakit komorbid. Apa saja penyakit komorbid yang belum layak menerima vaksin Covid-19 ini? Berikut daftarnya:

  • Penyakit Autoimun Sistemik (SLE, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya)
  • Sindrom Hiper IgE
  • Pasien dengan infeksi akut: Pasien yang ditandai dengan demam, yang menjadi kontraindikasi vaksinasi.
  • PGK (penyakit ginjal kronis) dialisis, PGK non dialisis, tranlsplantasi ginjal, sindrom nefrotik dengan imunosupresan/kortikosteroid
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi: Pasien kondisi ini belum direkomendasikan mendapat vaksin Corona, karena belum ada rekomendasi dari tim uji klinis vaksin yang dilakukan di Indonesia.
  • Gagal jantung
  • Penyakit jantung koroner
  • Rematik autoimun
  • Penyakit-penyakit gastrointestinal
  • Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun
  • Kanker: Pasien kanker di sini, seperti kelainan hematologi misalnya gangguan koagulasi, pasien imunokompromais, pasien dalam terapi aktif kanker, pemakai obat imunosupresan, serta penerima produk darah belum layak mendapatkan vaksin Corona.
  • Pasien hematologi onkologi: Pada studi klinis vaksin Sinovac, tidak melibatkan pasien dengan kondisi tersebut. Sehingga, kondisi ini tidak terdata dan belum dapat dibuat rekomendasi, terkait pemberian vaksin Sinovac pada kelompok ini.

Vaksinasi Covid-19 Bersifat Wajib, Menolak Bisa Dipidana!

Bagaimana jika seseorang aman divaksin, tapi justru tidak ingin atau menolak divaksin? Dilansir dari cnnindonesia.com, masyarakat yang menolak divaksin, akan ada sanksi pidana, karena vaksinasi Covid-19 bersifat wajib.

Adapun, sanksi pidana tersebut berupa denda, hingga ditahan di penjara, atau bahkan keduanya.

Tidak asal hukum, sanksi tersebut juga mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018, tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Di dalam Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tersebut, menyebutkan bahwa setiap orang yang tidak mematuhi peraturan, atau penyelenggaraan kesehatan, bisa dipidana dengan hukuman penjara paling lama satu tahun atau denda maksimal Rp100 juta.

Sehingga, di sini sosialisasi dari tenaga medis atau kesehatan terkait vaksinasi Covid-19, sangat penting, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

(Baca Juga: Daftar Asuransi Kesehatan yang Mengcover Virus Corona)

Nah, itu dia beberapa informasi terkait syarat penerima vaksin Covid-19 buata Sinovac di Indonesia. Jadi, pemberian vaksin ini, tentu tidak asal.

Namun, bagi kamu yang merasa tidak memiliki masalah apa-apa, dan dirasa aman untuk menerima vaksin, bukan berarti setelah itu kamu terbebas dan kebal dari paparan Covid-19.

Adapun, kamu tetap memiliki kewajiban untuk mematuhi segala protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Selain protokol kesehatan, hal penting yang harus kamu punya adalah asuransi kesehatan. Dengan asuransi kesehatan, kamu jadi terlindungi.

Tidak hanya kamu, bahkan seluruh anggota keluargamu, yang ada di rumah. Asuransi kesehatan juga bisa membantu meminimalisir risiko kerugian finansial, yang bisa mengancam keuangan keluarga, di masa pandemi.

Jadi, yuk segera ajukan asuransi kesehatan terbaik pilihanmu, untuk diri sendiri dan keluarga tercinta, hanya di CekAja.com.

CekAja.com membantu kamu, untuk mendapatkan produk asuransi kesehatan paling tepat, sesuai dengan kebutuhan, dan kemampuan finansialmu.

Jadi, jangan tunggu sakit, baru beli asuransi kesehatan! Sebelum terlambat, segera ajukan produk asuransi kesehatan, di CekAja.com!