Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Tagihan Listik Bengkak Selama PSBB? Begini Cara Ceknya

by Anes Saputra on 4 Mei, 2020

Dalam beberapa hari terakhir, para pelanggan listrik PT PLN (Persero) beramai-ramai mengisi lini masa media sosial dengan keluhan yang sama, tagihan listriknya bengkak selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Beberapa orang bahkan sampai membagikan foto yang menunjukkan jumlah tagihan listrik yang baru saja mereka bayarkan. Di mana jumlahnya melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan pembayaran bulan-bulan sebelumnya.

Kejadian tersebut umumnya dialami oleh para pelanggan listik PLN non-subsidi. Akibatnya banyak asumsi yang muncul dari netizen. Mulai dari yang berpendapat peningkatan tagihan listrik akibat pola kerja dari rumah.

Sampai yang berupa kritik bahwa pelanggan listrik non-subsidi tengah melakukan subsidi silang kepada para pelanggan yang mendapat insentif keringanan biaya listrik dari negara.

Kamu ternyata bisa loh memeriksa sendiri pemakaian daya listrik di rumah setiap bulan. Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka menjelaskan, setidaknya pengecekan pemakaian listrik bisa dilakukan secara mandiri lewat dua cara ini:

1. Aplikasi PLN Mobile

Untuk bisa melakukan pengecekan jumlah tagihan dan besarnya pemakaian daya listrik dengan aplikasi, kamu harus mengunduh terlebih dahulu aplikasi PLN Mobile di Google Play Store.

Setelah mengunduhnya ke ponsel, kamu diminta untuk memasukkan nomor ID Pelanggan yang bisa dilihat di meteran listrik rumah kamu.

Jumlah tagihan dan besarnya penggunaan daya bisa dicek dengan cara memilih menu “Informasi”, lalu sub menu “Informasi Tagihan dan Token Listrik”.

Sebenarnya melalui meteran listrik di rumah, kamu juga dapat dilihat berapa banyak daya yang digunakan dari bulan ke bulan, beserta besaran tagihan yang menyertainya. Namun cara ini tidak mudah karena ukuran layar meteran listrik yang terlalu kecil.

2. Layanan Whatsapp PLN

Cara kedua yang bisa kamu lakukan untuk mengecek pemakaian daya listrik di rumah adalah melalui layanan Whatsapp PLN di nomor 08122123123. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Ketik pesan “Halo” dan kirimkan ke nomor tersebut.
  • Ketik “2” untuk melakukan baca meter mandiri.
  • Baca informasi yang muncul.
  • Masukkan ID Pelanggan PLN.
  • Jika ID Pelanggan dan hari baca sudah sesuai, silakan ketik “angka stand KWh meter”.
  • Ambil foto meteran listrik dan kirimkan foto tersebut yang menampilkan dengan jelas angka kWh-nya.
  • Selesai, PLN akan melakukan verifikasi foto yang dikirimkan sebagai dasar perhitungan tagihan listrik bulan berikutnya.

Senior Executive Vice President Bisnis Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo Wicaksono, menjelaskan layanan Whatsapp tersebut diberikan untuk menggantikan pencatatan meteran manual yang sebelumnya dilakukan petugas PLN ke rumah-rumah penduduk.

(Baca juga: Cara dan Syarat Lengkap Mendapatkan Token Listrik Gratis dan Keringanan Utang Saat Pandemi)

Menurutnya, selama masa pandemi Covid-19, petugas PLN tidak ada yang melakukan pengecekan meteran dari rumah ke rumah guna memutus rantai persebaran virus Corona.

Yuddy menuturkan, jika pelanggan tidak melakukan pelaporan itu, maka besaran tagihan listrik akan diambil dari rata-rata penggunaan 3 bulan sebelumnya.

“Jadi pelanggan yang tidak bisa melaporkan, tidak perlu khawatir. Hanya tetap kami imbau agar dapat melaporkan angka kWh meter melalui layanan WhatsApp agar datanya lebih valid,” kata Yuddy.

Pelaporan ini bisa dilakukan di setiap akhir bulan untuk mendapatkan tagihan di bulan selanjutnya.

Konsumsi Listrik Meningkat

Dikutip dari Kompas.com, Pelaksana Harian Senior Manager (PLH SRM) General Affairs PLN UID Jakarta Raya, M. Arief Mudhari menjelaskan bahwa aturan PSBB yang mewajibkan banyak pegawai kantoran bekerja dari rumah membuat pemakaian listrik di rumah tangga meningkat.

Arief mencatat, ada kenaikan konsumsi listrik rata-rata 1-3 persen dibandingkan bulan-bulan sebelum ada Corona. Hal itu terjadi karena seluruh anggota keluarga berkumpul di rumah.

Akibatnya, intensitas penggunaan barang-barang elektronik juga turut meningkat. Ia mencontohkan, pemakaian televisi menjadi lebih lama, kipas angin atau pendingin ruangan terus menyala, pemakaian laptop yang terus-menerus, dan lain sebagainya.

Tips Menghemat Pemakaian Listrik

Nah, untuk menghemat pemakaian listrik di rumah ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Simak yuk tips menghemat listrik berikut ini:

1. Matikan lampu yang tidak dipakai

Memencet saklar lampu yang tidak digunakan adalah hal mudah yang sering kali terlewatkan. Lampu di rumah yang dibiarkan terus menyala sampai siang hari, jelas merupakan pemborosan.

2. Pakai lampu LED

Kamu bisa secara bertahap mengganti lampu di rumah dengan jenis Light Emiting Diode (LED), yang konsumsi listriknya lebih hemat 50-75 persen dibandingkan lampu pijar biasa.

3. Cabut steker dari stop kontak

Hanya mematikan alat elektronik yang tidak dipakai ternyata tidak secara penuh menghentikan aliran listrik ke alat tersebut. Akibatnya, listrik akan terbuang sia-sia. Kamu harus mencabut sampai ke kabel-kabelnya.

4. Pakai AC seperlunya

Tidur memang jadi nyaman sih dengan ditemani Air Conditioner alias AC. Tapi tagihan listrik juga dipastikan bakal tinggi.

5. Pakai pengatur panas otomatis di setrika

Meski ukurannya kecil, siapa sangka setrika yang kamu pakai untuk melicinkan pakaian menyedot listrik lebih besar dari televisi.

(Baca juga: Penyebab Tagihan Listrik Mahal, Perlu Dipahami Agar Hemat Biaya!)

Untuk itu, gunakan setrika yang memiliki pengatur panas otomatis yang akan mati dengan sendirinya setelah mencapai suhu panas tertentu.

6. Cabut kabel rice cooker

Alat penanak nasi (rice cooker) berfitur magic jar memang mampu mempertahankan kehangatan nasi yang kamu konsumsi sehari-hari. Namun, akibat lampu ‘keep warm’ yang terus menyala maka tagihan listrik juga akan ikutan melonjak.

Jika ingin menghemat listrik, sebaiknya matikan rice cooker setelah nasi matang. Nyalakan saja beberapa menit sebelum makan untuk menghangatkan nasi. Mudah bukan?

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke