Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Tahun Depan Kantongi Sertifikasi Kawin Dulu, Baru Bisa Nikah!

by Gito on 18 November, 2019

Kamu yang berencana melangsungkan pernikahan di tahun depan, jangan terlampau percaya diri. Ada syarat administrasi tambahan yang harus kamu lengkapi untuk bisa melenggang secara sah bersama pujaan hati. Ya, Pemerintah baru saja merilis peraturan agar para calon pengantin mengantongi sertifikasi layak kawin sebagai syarat untuk bisa menikah.

keuntungan menikah - CekAja.com

Syarat yang baru saja diterbitkan melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu bertujuan agar pasangan yang baru saja menikah dapat membangun keluarga secara sejahtera, lahir dan batin.

Jadi tidak cukup hanya dengan modal cinta dan juga ketampanan lo, kamu juga harus lulus sertifikasi itu.

Tetapi jangan khawatir, meskipun namanya sertifikasi, kamu tidak harus menjalankan ujian berat seperti layaknya untuk mendapatkan sertfifikasi atas profesi tertentu.

Dalam sertifikasi layak kawin ini program yang akan dijalankan merupakan program pembekalan.

Selama ini pembekalan pra nikah sejatinya juga sudah terdapat di Kantor Urusan Agama (KUA), tetapi hal tersebut dirasa tidak cukup. Pasalnya dalam pembekalan yang selama ini sudah terjadi, hanya petugas dari Kementerian Agama saja memberikan bimbingan.

Sedangkan dalam program sertifikasi layak kawin ini terdapat sejumlah kementerian yang bersinergi untuk memberikan pembekalan, mulai dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

(Baca juga: Anti Mainstream, Menikah dengan Mas Kawin Saham dan Reksa Dana)
Tren Perceraian Semakin Tinggi

Adanya program ini juga dimaksudkan untuk menurunkan tingkat perceraian diantara pasangan suami – istri.

Melalui bekal ilmu yang cukup, para pasangan muda bisa menjadi lebih arif dan bijak dalam mengadapi permasalahan rumah tangga yang ada, sehingga angka perceraian dapat ditekan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2017 lalu jumlah perceraian yang terjadi di Indonesia mencapai 374.516 kasus. D

ari jumlah tersebut, provinsi Jawa Timur lah yang memberikan sumbangan angka tertinggi, tercatat sekitar 87.475 kasus perceraian terjadi di kota industri tersebut.

Sedangkan pada tahun 2018, mengacu pada data Mahkamah Agung (MA), jumlah perceraian berada di angka 419,268 kasus.

Dari jumlah tersebut, wanita lah yang banyak melakukan gugatan perceraian, tercatat sebanyak 307.778 kasus dinisiasi oleh perempuan. Sedangkan 111.490 kasus di layangkan oleh pihak laki-laki.

Bagaimanapun, tingginya tingkat perceraian menandakan kualitas pernikahan yang tidak sempurna. Melalui program sertifikasi layak kawin diharapkan dapat menurunkan jumlah tersebut.

Nah selain sertifikasi perkawinan, ada juga hal lain yang harus kamu persiapkan agar pernikahan kamu bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala. Selain itu, kamu juga pasti menginginkan pesta pernikahanmu sukses dan memesona kan?

Kalau begitu, kamu harus memilki konsep yang juga tak kalah matangnya. Jadi kantong kamu tidak jebol usai pernikahan. Nah berikut merupakan beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar prosesi pernikahan kamu bisa lancar. Simak yuk!

Emas kawin

Biasanya bentuknya dirupakan dalam logam mulia. Soal berat dan juga kadarnya, itu tergantung kecukupan kocek kamu. Tetapi bagi generasi milenial, emas kawin ada juga yang dirupakan dalam bentuk saham.

Emas kawin juga merupakan nafkah yang pertama kali diberikan suami kepada istrinya dalam perkawinan. Karena nantinya emas kawin yang diberikan akan menjadi milik istri

Katering

Menikah merupakan ajang untuk berbagi kebahagiaan dengan orang tua, sanak saudara dan juga kerabat. Itu mengapa pernikahan biasanya juga disuguhkan beberapa jenis hidangan dan cemilan.

Tetapi ingat, apa yang kamu sajikan biasanya menjadi cerminan pribadi kamu, yang terpenting sesuaikan dengan konsep dan bujet pernikahan.

Besaran dananya juga tidak banyak berbeda jika kamu menyelenggarakan pernikahan di Gedung atau dirumah sekalipun.

Terpenting adalah sesuaikan dengan bujet, jangan terpengaruh omongan kanan – kiri. Karena pada akhirnya toh kamu juga yang harus menanggung semua biayanya bukan?

Sewa gedung

Pastikan ketersediaan gedung yang kamu inginkan untuk pernikahan sudah disiapkan oleh pengurus gedung.

Biasanya kamu diharuskan membayar sejumlah uang muka untuk memastikan ketersediaan gedungnya. Jika kamu berencana menggelar resepsi di rumah, maka kamu harus menyiapkan ketersediaan tenda dan perangkatnya.

Biaya fotografi

Untuk menghemat biaya, mungkin kamu bisa mempertimbangkan menggunakan keahlian fotografi kerabat ataupun saudara.

Tetapi jika kamu menggunakan jasa professional, kamu bisa mendapat album menikah yang unik dan juga video selama proses pernikahan.

Biaya dekorasi

Nah untuk hal ini sangat tergantung akan konsep acara. Semakin rumit konsep yang kamu buat maka semakin mahal pula biaya dekorasinya. Bahkan untuk mendatangkan bunga hidup dalam konsep pernikahan, kamu harus merogoh rupiah yang tidak sedikit.

(Baca juga: Cek! 5 Kebutuhan Utama Pasangan yang Baru Menikah)
Perlengkapan baju

Jika kamu menggunakan wedding organizer (WO) biaya untuk perlengkapan baju pengantin beserta perangkatnya baik itu untuk seragam orang tua ataupun saudara kandung sudah disiapkan oleh WO.

Namun jika kamu berniat mengurusnya sendiri, maka paling tidak kamu harus memadupadankan warna baju dengan dekorasi pernikahan. Hal Itu perlu dilakukan agar tercipta keselarasan dalam prosesi pernikahan.

Biaya penghulu

Untuk ini, kamu bisa memilih mau menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) ataupun di tempat ibadah.

Namun sesuai dengan Peaturan Pemerintah (PP) 48 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), biaya nikah yang harus kamu siapkan adalah sebesar Rp600 ribu jika di luar hari dan jam kerja penghulu.

Tetapi jika kamu menikah di kantor KUA, biaya penghulunya bisa gratis lo. Apapun konsep pernikahan yang kamu inginkan, terpenting sesuaikan dengan bujet.

Tetapi jika kamu membutuhkan dana tunai untuk jaga-jaga saat pernikahan, tidak ada salahnya mengajukan pinjaman di bank. Akses CekAja.com dan temukan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan kamu.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit