7 Tanda Anak Kurang Gizi dan Penanganannya yang Harus Diketahui Orang Tua

Tanda-tanda anak kurang gizi memang seharusnya diketahui oleh para orang tua. Sehingga, masalah ini dapat diatasi sedini mungkin agar kemungkinan terburuk mampu dicegah. Dan berikut informasinya.

Apa Itu Kurang Gizi pada Anak?

Kurang gizi atau istilah medisnya disebut malnutrisi adalah masalah yang seringkali terjadi pada usia tumbuh kembang anak.

Malnutrisi bisa dibilang salah satu pemicu kematian terbesar yang dialami oleh jutaan anak di dunia. Gangguan kesehatan ini dapat terjadi akibat dari kurangnya asupan gizi pada tubuh dalam jangka waktu lama.

Indonesia Termasuk Negara dengan Kasus Kurang Gizi Tinggi

Masalah kurang gizi biasa dialami oleh negara berkembang sekaligus negara yang memiliki angka pendapatan rendah.

Menurut Unicef, Indonesia termasuk salah satunya, yang mana punya beban stunting pada anak tertinggi di dunia.

Bahkan sebelum adanya wabah Covid-19, Indonesia sudah mengalami masalah gizi buruk dengan total lebih dari dua juta anak menderita malnutrisi, dan lebih dari tujuh juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting.

(Baca Juga: Ini Dia Sejarah Hari Gizi Nasional)

Tanda-tanda Anak Kurang Gizi dan Penanganannya

Faktanya, anak dapat mengalami kekurangan gizi sejak usianya masih bayi, bahkan mungkin saat masih berada dalam kandungan.

Itu terjadi sebab bayi tidak mendapatkan asupan nutrisi yang benar dari sang ibu.

Oleh karenanya, di masa keemasan, yaitu sebelum berusia 6 bulan dan sampai usia 2 tahun, orang tua wajib memperhatikan tanda-tanda anak kurang gizi jikapun hal ini terjadi.

Enggak cuma karena kurangnya asupan nutrisi saja. Kondisi kurang gizi juga bisa terjadi dan diperparah apabila anak menderita penyakit infeksi, yang membuat tumbuh kembangnya secara fisik maupun otak terganggu.

Pada tahap awal, tanda-tanda anak kurang gizi mungkin tidak terlalu jelas, sehingga orang tua pun tak menyadarinya.

Walau demikian, jika kamu merasa buah hatimu mengalami tanda-tanda berikut ini, boleh jadi akibatnya karena malnutrisi.

1. Nafsu makan menurun

Tanda anak kurang gizi yang pertama bisa dilihat dari nafsu makannya.

Apabila buah hati mengalami perubahan pola makan atau bahkan tidak mau makan sama sekali, maka kamu patut waspada.

Sebab, bila ia mengalami kondisi seperti ini secara terus-menerus, otomatis akan mempengaruhi pertumbuhannya.

Untuk itu, diperlukan peranan yang tepat dari orang tua sekaligus ketelatenan.

Misalnya dengan menyajikan porsi makanan yang sesuai dan bervariasi, serta memahami gaya makan anak, guna mencegah gizi buruk terjadi.

Sementara, jika kondisi tersebut sudah dialami sang anak, maka satu-satunya solusi yang bisa diambil adalah dengan mengubah pola makan anak secara bertahap.

Caranya tentu dengan memberikan asupan protein, kalori, karbohidrat, vitamin, cairan, serta mineral yang sesuai porsinya, guna mengurangi risiko komplikasi.

2. Rentan terhadap penyakit

Selain memperhatikan nafsu makannya, kamu juga mesti waspada saat anak mulai rentan terserang penyakit. Pasalnya hal ini boleh jadi adalah tanda-tanda anak kurang gizi.

Penyakit yang dialami oleh anak yang kekurangan gizi pun enggak hanya batuk dan pilek.

Bahkan, jika tak ditangani dengan tepat, risikonya justru kian meningkat dan berubah menjadi sederet penyakit berbahaya, berikut ini:

  • Stunting, kondisi di mana tinggi badan tidak sesuai dengan standar umur.
  • Kwashiorkor, kondisi di mana anak mengalami penyakit malnutrisi protein paling akut.
  • Marasmus, kondisi di mana anak mengalami kekurangan protein serta kalori yang sangat parah.
  • Anemia, kondisi di mana anak mengalami kurang darah akibat dari malnutrisi.
  • Beri-beri, kondisi di mana tubuh mengalami kekurangan vitamin B1, sehingga mempengaruhi sistem saraf dan otot.

Oleh karenanya, jika kamu tidak ingin anak mudah terserang penyakit, pastikan untuk terus memantau kebutuhan gizi hariannya dengan selalu memenuhi asupan nutrisi terbaik untuknya.

3. Tidak mengalami pertumbuhan yang normal

Pertumbuhan yang lambat bahkan tak sesuai dengan umurnya juga menjadi tanda-tanda anak kurang gizi.

Ini bisa saja terjadi karena kurangnya perhatian orang tua dalam memenuhi nutrisi yang tepat bagi buah hati mereka.

Apabila anak sudah menunjukkan tanda penurunan berat badan bahkan hingga 10 persen selama kurang lebih 6 bulan, maka segeralah bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ada baiknya lagi untuk memberikan asupan suplemen, sekaligus ajari anak secara perlahan untuk bisa mengonsumsi sayur dan buah-buahan, agar kebutuhan akan vitamin serta mineralnya terpenuhi.

(Baca Juga: 7 Ciri-ciri Bayi Kekurangan Gizi)

4. Sering mengalami masalah mulut

Sakit tenggorokan, bibir pecah-pecah, sariawan tak kunjung sembuh, sampai mudah mengalami gigi berlubang juga termasuk tanda anak kurang gizi. Ini dikarenakan kurangnya asupan vitamin B2, B3, dan B12.

Untuk mengatasinya, orang tua harus selalu memenuhi berbagai jenis vitamin B yang diperlukan oleh anak.

Bukan hanya itu saja, anak juga tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis dalam jumlah banyak.

Karena, sisa-sisa karbohidrat dari makanan manis bakal digerogoti oleh bakteri penyebab gigi berlubang.

5. Konsentrasi menurun

Tanda-tanda kurang gizi anak yang berikutnya dapat terlihat dari konsentrasinya yang menurun, terutama saat belajar.

Ini bisa saja terjadi karena pola makannya yang tak benar sekaligus kurangnya nutrisi berupa vitamin B12. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memantau kondisi anak.

Jika mengalami penurunan konsentrasi diikuti dengan penurunan nafsu makan serta berat badan, maka itu adalah tanda anak kurang gizi.

Untuk mengatasinya, tentu saja dengan berkonsultasi ke dokter serta memberikan asupan nutrisi yang tepat, seperti mengonsumsi bayam, wortel, dan ikan yang kaya akan asam lemak omega 3, guna meningkatkan konsentrasinya.

6. Mudah lelah dan tampak lesuh

Tanda-tanda anak kurang gizi yang berikutnya adalah anak tampak lesuh dan mudah kelelahan.

Selain harus berkonsultasi dengan dokter, kondisi ini pula bisa diatasi jika kamu mengajaknya rutin berolahraga, serta mencukupi kebutuhan nutrisinya seperti karbohidrat, protein, dan vitamin.

7. Rambut dan kulit kering

Tanda anak kurang gizi yang terakhir adalah rambut dan kulit yang kering akibat dari kurangnya vitamin A, D, dan E.

Kondisi tersebut enggak boleh dibiarkan berlarut-larut, dan sebagai orang tua, kamu mesti memenuhi kecukupan nutrisi anak dengan memberikan makanan yang tepat, seperti telur rebus, ikan salmon, jus jeruk, susu kedelai, bayam, dan alpukat.

Nah itu dia tujuh tanda anak kurang gizi yang harus diketahui oleh orang tua.

Tidak hanya memperhatikan gizi si kecil, kamu pun mesti memberikan perlindungan dari luar untuk buah hatimu dan keluarga, dengan memiliki asuransi kesehatan.

Asuransi kesehatan menjamin layanan medis terbaik yang bisa digunakan di berbagai rumah sakit rekanan.

Kamu yang belum memiliki produk finansial ini bisa langsung mengeceknya di CekAja.com, sekaligus membandingkannya agar sesuai dengan kebutuhan.

Dengan premi terjangkau, asuransi kesehatan dari CekAja bakal meminimalisir segala risiko yang datangnya tidak bis akita prediksi.

Yuk, bandingkan produk asuransi kesehatan di CekAja sekarang juga dan apply sesuai kebutuhan.